alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Hakim Bilang Pipil Bukan Bukti Kepemilikan Tanah, Desa Guwang Menang

GIANYAR – Majelis hakim PN Gianyar yang mengadili sidang sengketa tanah di Desa Guwang memenangkan tergugat Desa Adat Guwang, pemerintah Desa (dinas) Guwang, dan Dinas Pendidikan Gianyar. Gugatan dari penggugat bernama Ketut Gede Dharma Putra ditolak meski memiliki pipil atas tanah sengketa. Menurut majelis hakim pipil bukanlah bukti kepemilikan tanah.

 

Majelis hakim PN Gianyar yang mengadili perkara sengketa tanah di Guwang ini diketuai Erwin Harlond bersama anggota majelis, AA Putra Ariyana dan Astrid Anugrah. Sidang gugatan tanah di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali tuntas pada Rabu (19/1).

Majelis hakim memenangkan tergugat yang terdiri dari Desa Adat Guwang, Pemerintah Desa dan Dinas Pendidikan. Gugatan dari penggugat, Ketut Gede Dharma Putra, warga Desa Celuk ditolak oleh majelis hakim.

Baca Juga:  Diliarkan Pemiliknya, Seekor Anjing Gigit Empat Warga Desa Tihingan

 

“Dan tergugat (desa Guwang, Red) menggugat balik (rekonvensi) dan ternyata tergugat dapat membuktikan gugatan baliknya tersebut, sehingga tanah desa adat Guwang adalah milik dari desa adat Guwang,” tegas ketua majelis hakim, Erwin usai sidang, Kamis (20/1).

 

Lanjut Erwin, tergugat mampu membuktikan dalil gugatan baliknya bahwa tanah sengketa adalah milik desa adat Guwang yang dikuasai lebih dari 100 tahun tanpa ada keberatan oleh pihak manapun. Erwin mengaku, dari penggugat sempat menyodorkan bukti Pipil.

 

“Tapi Pipil bukan sebagai bukti kepemilikan atas tanah, harus didukung oleh bukti yang lainnya,” ungkapnya.

 

Erwin merinci, bukti penguat bisa berupa sporadik penguasaan fisik tanah dan lainnya. 

Baca Juga:  Digempur Ombak, Jembrana Tidak Kebagian Anggaran Penanganan Abrasi

Sebelumnya, Ketut Gede Dharma Putra sempat membeberkan kepada wartawan terkait masalah sengketa tanah di Guwang. Dia mengaku memiliki pipil atas tanah sengketa tersebut. Hal itu disampaikan Dharma Putra 18 November 2021 lalu.

Kala itu, dia memamerkan bukti pipil kepada media. Bukti kuat itu tidak boleh difoto. Namun pihaknya membacakan nomor Pipil milik almarhum ayah.

Pipil itu bernomor 57 atas nama (alm) I Ketut Bawa nomor buku pendaftaran c9, Desa Guwang, nomor 57 Distrik Sukawati, yang ditandatangani oleh I Wayan Korea pada 7 Maret 1957.


GIANYAR – Majelis hakim PN Gianyar yang mengadili sidang sengketa tanah di Desa Guwang memenangkan tergugat Desa Adat Guwang, pemerintah Desa (dinas) Guwang, dan Dinas Pendidikan Gianyar. Gugatan dari penggugat bernama Ketut Gede Dharma Putra ditolak meski memiliki pipil atas tanah sengketa. Menurut majelis hakim pipil bukanlah bukti kepemilikan tanah.

 

Majelis hakim PN Gianyar yang mengadili perkara sengketa tanah di Guwang ini diketuai Erwin Harlond bersama anggota majelis, AA Putra Ariyana dan Astrid Anugrah. Sidang gugatan tanah di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali tuntas pada Rabu (19/1).

Majelis hakim memenangkan tergugat yang terdiri dari Desa Adat Guwang, Pemerintah Desa dan Dinas Pendidikan. Gugatan dari penggugat, Ketut Gede Dharma Putra, warga Desa Celuk ditolak oleh majelis hakim.

Baca Juga:  Rektor Unud Janji Akan Permalukan Oknum Dosen Pelaku Kekerasan Seksual

 

“Dan tergugat (desa Guwang, Red) menggugat balik (rekonvensi) dan ternyata tergugat dapat membuktikan gugatan baliknya tersebut, sehingga tanah desa adat Guwang adalah milik dari desa adat Guwang,” tegas ketua majelis hakim, Erwin usai sidang, Kamis (20/1).

 

Lanjut Erwin, tergugat mampu membuktikan dalil gugatan baliknya bahwa tanah sengketa adalah milik desa adat Guwang yang dikuasai lebih dari 100 tahun tanpa ada keberatan oleh pihak manapun. Erwin mengaku, dari penggugat sempat menyodorkan bukti Pipil.

 

“Tapi Pipil bukan sebagai bukti kepemilikan atas tanah, harus didukung oleh bukti yang lainnya,” ungkapnya.

 

Erwin merinci, bukti penguat bisa berupa sporadik penguasaan fisik tanah dan lainnya. 

Baca Juga:  Kunjungi RSU Puri Raharja, Dirut BPJS Apresiasi Layanan Mobile JKN

Sebelumnya, Ketut Gede Dharma Putra sempat membeberkan kepada wartawan terkait masalah sengketa tanah di Guwang. Dia mengaku memiliki pipil atas tanah sengketa tersebut. Hal itu disampaikan Dharma Putra 18 November 2021 lalu.

Kala itu, dia memamerkan bukti pipil kepada media. Bukti kuat itu tidak boleh difoto. Namun pihaknya membacakan nomor Pipil milik almarhum ayah.

Pipil itu bernomor 57 atas nama (alm) I Ketut Bawa nomor buku pendaftaran c9, Desa Guwang, nomor 57 Distrik Sukawati, yang ditandatangani oleh I Wayan Korea pada 7 Maret 1957.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/