alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Minyak Goreng Rp14 Ribu Baru Ada di Toko Modern, Di Pasar Masih Mahal

SEMARAPURA – Minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter di Kabupaten Klungkung baru terjadi di toko modern berjejaring. Hanya saja pembelian dibatasi untuk menghindari adanya aksi penimbunan. Sementara di pasar tradisional dan warung grosir di Pasar Umum Galiran minyak goreng masih mahal. Yakni dijual di atas Rp 14 ribu per liter.

 

Luh Gede Puspa Yuni, salah seorang pemilik warung grosir di Pasar Umum Galiran, Kamis (20/1) mengungkapkan, pihaknya baru tahu adanya kebijakan satu harga minyak goreng, yakni Rp 14 ribu per liter kemarin. Bukan dari instansi tertentu, ia mengaku mengetahui hal tersebut dari para pelanggannya.

 

“Saya baru tahu. Bukan saya yang kasih tahu pelanggan tapi pelanggan yang memberi tahu saya harga minyak goreng sekarang Rp14 ribu per liter,” ujarnya.

 

Hanya saja pihaknya sampai siang masih menjual minyak goreng kemasannya dengan harga Rp18 ribu per kemasan ukuran 900 ml. Ia mengaku tidak dapat menjual dengan harga Rp14 ribu per liter lantaran sales yang membawakan minyak goreng ke warungnya memberi harga Rp 17.500 per kemasan.

Baca Juga:  Pelabuhan Padangbai Tutup 24 Jam, Buka Senin Pagi Pukul 09.00 Wita

 

“Karena pelanggan sudah mengingatkan harga minyak goreng turun, saya hanya membeli 120 botol minyak saja untuk stok sampai besok. Apalagi harga minyak di mini market Rp 28 ribu per 2 liter. Kalau tidak beli, besok tidak ada minyak goreng untuk dijual,” terangnya.

 

Hal senada juga diungkapkan pedagang bumbu dapur di Pasar Umum Galiran, Putu Juliati. Hingga kemarin ia masih menjual minyak goreng dengan harga Rp 18 ribu per liter. Itu lantaran ia masih memiliki stok lama yang dibelinya dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter. Sehingga tidak mungkin pihaknya menjual dengan harga Rp 14 ribu per liter.

 

“Ini stok lama waktu minyak goreng masih mahal,” tandasnya.

 

Sementara itu, Ida Bagus Edi Kusuma, salah seorang staf salah satu toko modern berjejaring di Kabupaten Klungkung mengungkapkan, minyak goreng di toko tempatnya bekerja mulai dipatok dengan harga Rp 14 ribu per liter sejak Rabu (19/1). Dari sebelumnya berkisar Rp 40 ribu per liter tergantung merek. Dengan turunnya harga minyak goreng, pembeli ramai membeli minyak goreng di tokonya. Agar turunnya harga minyak goreng dirasakan masyarakat secara merata dan mencegah adanya aksi penimbunan, setiap orang maksimal membeli satu kemasan minyak goreng berukuran 2 liter.

Baca Juga:  Bupati Klungkung Terkejut Saat Datangi Pasien Gizi Buruk, Ternyata..

 

“Sejak harga turun, ramai yang membeli minyak goreng,” ungkapnya.

 

Melihat kondisi itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat memimpin monitoring harga minyak goreng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Klungkung di Kabupaten Klungkung kemarin mengimbau kepada warung dan toko yang menjual harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter agar mengumumkannya ke masyarakat.

 

Sehingga masyarakat yang membutuhkan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari dapat membeli minyak goreng dengan harga terjangkau.

 

“Dan saya berharap pedagang yang saat ini masih menjual minyak goreng di atas Rp 14 ribu per liter agar segera bisa menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter,” tandasnya.


SEMARAPURA – Minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter di Kabupaten Klungkung baru terjadi di toko modern berjejaring. Hanya saja pembelian dibatasi untuk menghindari adanya aksi penimbunan. Sementara di pasar tradisional dan warung grosir di Pasar Umum Galiran minyak goreng masih mahal. Yakni dijual di atas Rp 14 ribu per liter.

 

Luh Gede Puspa Yuni, salah seorang pemilik warung grosir di Pasar Umum Galiran, Kamis (20/1) mengungkapkan, pihaknya baru tahu adanya kebijakan satu harga minyak goreng, yakni Rp 14 ribu per liter kemarin. Bukan dari instansi tertentu, ia mengaku mengetahui hal tersebut dari para pelanggannya.

 

“Saya baru tahu. Bukan saya yang kasih tahu pelanggan tapi pelanggan yang memberi tahu saya harga minyak goreng sekarang Rp14 ribu per liter,” ujarnya.

 

Hanya saja pihaknya sampai siang masih menjual minyak goreng kemasannya dengan harga Rp18 ribu per kemasan ukuran 900 ml. Ia mengaku tidak dapat menjual dengan harga Rp14 ribu per liter lantaran sales yang membawakan minyak goreng ke warungnya memberi harga Rp 17.500 per kemasan.

Baca Juga:  Miris, Ribuan Pelanggan Air di Nusa Penida Kesulitan Air Bersih

 

“Karena pelanggan sudah mengingatkan harga minyak goreng turun, saya hanya membeli 120 botol minyak saja untuk stok sampai besok. Apalagi harga minyak di mini market Rp 28 ribu per 2 liter. Kalau tidak beli, besok tidak ada minyak goreng untuk dijual,” terangnya.

 

Hal senada juga diungkapkan pedagang bumbu dapur di Pasar Umum Galiran, Putu Juliati. Hingga kemarin ia masih menjual minyak goreng dengan harga Rp 18 ribu per liter. Itu lantaran ia masih memiliki stok lama yang dibelinya dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter. Sehingga tidak mungkin pihaknya menjual dengan harga Rp 14 ribu per liter.

 

“Ini stok lama waktu minyak goreng masih mahal,” tandasnya.

 

Sementara itu, Ida Bagus Edi Kusuma, salah seorang staf salah satu toko modern berjejaring di Kabupaten Klungkung mengungkapkan, minyak goreng di toko tempatnya bekerja mulai dipatok dengan harga Rp 14 ribu per liter sejak Rabu (19/1). Dari sebelumnya berkisar Rp 40 ribu per liter tergantung merek. Dengan turunnya harga minyak goreng, pembeli ramai membeli minyak goreng di tokonya. Agar turunnya harga minyak goreng dirasakan masyarakat secara merata dan mencegah adanya aksi penimbunan, setiap orang maksimal membeli satu kemasan minyak goreng berukuran 2 liter.

Baca Juga:  Tinggalkan Gerindra Menuju PDIP, Bupati Suwirta Sentil Sosok Koster

 

“Sejak harga turun, ramai yang membeli minyak goreng,” ungkapnya.

 

Melihat kondisi itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat memimpin monitoring harga minyak goreng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Klungkung di Kabupaten Klungkung kemarin mengimbau kepada warung dan toko yang menjual harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter agar mengumumkannya ke masyarakat.

 

Sehingga masyarakat yang membutuhkan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari dapat membeli minyak goreng dengan harga terjangkau.

 

“Dan saya berharap pedagang yang saat ini masih menjual minyak goreng di atas Rp 14 ribu per liter agar segera bisa menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/