alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Pekerja Migran Pulang ke Buleleng, Ini Rencana Besar Bupati Agus

SINGARAJA – Bupati Buleleng Agus Suradnyana menghimbau warga Buleleng yang baru datang dari luar negeri, segera memeriksakan kesehatan mereka ke RSUD Buleleng.

Warga dihimbau memeriksakan diri ke RSUD Buleleng karena peralatan lebih lengkap. Setelah hari raya Nyepi nanti, lokasi pemeriksaan juga akan dibuka di RS Pratama Giri Emas.

“Kalau baru datang dari luar negeri, tolong datang ke rumah sakit, periksa dulu. Kalau ada tanda-tadan batuk, tenggorokan kering, sesak nafas, bisa saja kami isiolasi dulu sebelum pulang ke rumah,” kata Bupati Agus.

Menurutnya, pemerintah kini tengah menyusun strategi. Karena sejumlah negara berencana memulangkan pekerja migran, pelancong, maupun mahasiswa di negara tersebut.

Baca Juga:  Tak Kantongi Dokumen Karantina, 6 Ton Sosis Diamankan

Apalagi jumlah pekerja migran asal Buleleng cukup banyak. “Saya dapat informasi kalau ada rencana seperti itu di Amerika.

Warga kita kan banyak yang kerja di kapal pesiar, seperti di Florida dan Miami. Makanya ini harus diantisipasi. Saya harap pemerintah provinsi punya model antisipasi, karena ada banyak gedung yang bisa dipakai,” tukasnya.

Sekadar diketahui, hingga kini ada 4 orang PDP yang dirawat di RSUD Buleleng. Selain itu ada 58 warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Puluhan ODP ini sempat melakukan kontak dengan para PDP.

Selain itu ada 140 orang lainnya yang sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, karena baru datang dari luar negeri.

Baca Juga:  Covid Mulai Bermunculan di Buleleng, Tercatat Ada 4 Kasus Aktif

Ratusan orang ini melakukan pemeriksaan kesehatan atas inisiatif sendiri, sebagai langkah antisipasi.

Ratusan orang itu terdiri dari 135 orang pekerja migran, baik yang bekerja di kapal pesiar maupun sektor lainnya.

Sebanyak 3 orang berstatus Warga Negara Asing (WNA), dan 2 orang lainnya WNI yang baru melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Mereka tidak ada keluhan apa-apa. Jadi mereka melakukan self monitoring, pemantauan secara pribadi. Petugas surveillance puskesmas

juga sudah kami minta melakukan pemantauan berkala pada 140 orang ini,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa. 



SINGARAJA – Bupati Buleleng Agus Suradnyana menghimbau warga Buleleng yang baru datang dari luar negeri, segera memeriksakan kesehatan mereka ke RSUD Buleleng.

Warga dihimbau memeriksakan diri ke RSUD Buleleng karena peralatan lebih lengkap. Setelah hari raya Nyepi nanti, lokasi pemeriksaan juga akan dibuka di RS Pratama Giri Emas.

“Kalau baru datang dari luar negeri, tolong datang ke rumah sakit, periksa dulu. Kalau ada tanda-tadan batuk, tenggorokan kering, sesak nafas, bisa saja kami isiolasi dulu sebelum pulang ke rumah,” kata Bupati Agus.

Menurutnya, pemerintah kini tengah menyusun strategi. Karena sejumlah negara berencana memulangkan pekerja migran, pelancong, maupun mahasiswa di negara tersebut.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Naik 85,75 Persen, Pariwisata Bali Bisa Cepat Pulih

Apalagi jumlah pekerja migran asal Buleleng cukup banyak. “Saya dapat informasi kalau ada rencana seperti itu di Amerika.

Warga kita kan banyak yang kerja di kapal pesiar, seperti di Florida dan Miami. Makanya ini harus diantisipasi. Saya harap pemerintah provinsi punya model antisipasi, karena ada banyak gedung yang bisa dipakai,” tukasnya.

Sekadar diketahui, hingga kini ada 4 orang PDP yang dirawat di RSUD Buleleng. Selain itu ada 58 warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Puluhan ODP ini sempat melakukan kontak dengan para PDP.

Selain itu ada 140 orang lainnya yang sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, karena baru datang dari luar negeri.

Baca Juga:  Terjadi Tremor 170 Detik, PVMBG: Bukti Aktivitas Gunung Masih Aktif

Ratusan orang ini melakukan pemeriksaan kesehatan atas inisiatif sendiri, sebagai langkah antisipasi.

Ratusan orang itu terdiri dari 135 orang pekerja migran, baik yang bekerja di kapal pesiar maupun sektor lainnya.

Sebanyak 3 orang berstatus Warga Negara Asing (WNA), dan 2 orang lainnya WNI yang baru melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Mereka tidak ada keluhan apa-apa. Jadi mereka melakukan self monitoring, pemantauan secara pribadi. Petugas surveillance puskesmas

juga sudah kami minta melakukan pemantauan berkala pada 140 orang ini,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/