25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

Pasien Positif Tembus 150 Orang, Ini Alasan Bali Belum Perlu PSBB

DENPASAR- Sesuai data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, pada Selasa (21/4), jumlah pasien positif Corona di Bali bertambah hingga menembus angka 150 orang.

 

Dari total jumlah pasien positif itu, sebanyak 82, 67 persennya merupakan imported case, dan  17,33 persen sisanya merupakan tranmisi local

 

Meski jumlah kasus positif di Bali terus meningkat, namun pihak GTPP tegas menyatakan jika Bali belum perlu menerapkan pembatasan social berskala besar (PSBB).

 

Seperti disampaikan Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Selasa (21/4).

 

Dijelaskan, ada sejumlah alasan Bali belum memberlakukan PSBB seperti sejumlah daerah di provinsi lain.

Baca Juga:  Buka Sampai Larut Malam, 15 Tempat Usaha di Buleleng Ditutup Paksa

  

Adapun alasan mendasar, karena dari data GTPP Covid-19 Bali, dari total 150 pasien positif Covid-19, hanya da 26 kasus (17,33 persen) yang dinyatakan positif melalui transmisi local di Bali. Sementara sisanya 124 orang (82,67 persen) merupakan imported case.

“Jadi Bali tak perlu tergesa-gesa menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar,”tegasnya.

 

Selain itu, dengan kecilnya prosentase jumlah positif melalui transmisi local, kata Dewa Indra juga dinilai belum memenuhi syarat untuk PSBB.

 

“Termasuk secara kebutuhan, PSBB juga belum urgent dilaksanakan,”imbunya

 

Meski begitu, dengan kecilnya prosentase kasus transmisi local, kata Dewa Indra, hal itu bukan berati pihaknya mengabaikan kasus.

 

Menurutnya, harus tetap ada strategi untuk mengendalikannya dan menekan angka 17,33 persen.

Baca Juga:  Apes, Parkir di Tepi Jalan, Mesin Traktor Lenyap Tanpa Bekas

 

Adapun salah satu strategi dan cara menekan kasus, yakni dengan tetap mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak aman dan menghindari tempat keramaian.

 



DENPASAR- Sesuai data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, pada Selasa (21/4), jumlah pasien positif Corona di Bali bertambah hingga menembus angka 150 orang.

 

Dari total jumlah pasien positif itu, sebanyak 82, 67 persennya merupakan imported case, dan  17,33 persen sisanya merupakan tranmisi local

 

Meski jumlah kasus positif di Bali terus meningkat, namun pihak GTPP tegas menyatakan jika Bali belum perlu menerapkan pembatasan social berskala besar (PSBB).

 

Seperti disampaikan Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Selasa (21/4).

 

Dijelaskan, ada sejumlah alasan Bali belum memberlakukan PSBB seperti sejumlah daerah di provinsi lain.

Baca Juga:  TERBUKTI! Jumlah Positif Covid di Bali Meningkat setelah Perbanyak Tes

  

Adapun alasan mendasar, karena dari data GTPP Covid-19 Bali, dari total 150 pasien positif Covid-19, hanya da 26 kasus (17,33 persen) yang dinyatakan positif melalui transmisi local di Bali. Sementara sisanya 124 orang (82,67 persen) merupakan imported case.

“Jadi Bali tak perlu tergesa-gesa menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar,”tegasnya.

 

Selain itu, dengan kecilnya prosentase jumlah positif melalui transmisi local, kata Dewa Indra juga dinilai belum memenuhi syarat untuk PSBB.

 

“Termasuk secara kebutuhan, PSBB juga belum urgent dilaksanakan,”imbunya

 

Meski begitu, dengan kecilnya prosentase kasus transmisi local, kata Dewa Indra, hal itu bukan berati pihaknya mengabaikan kasus.

 

Menurutnya, harus tetap ada strategi untuk mengendalikannya dan menekan angka 17,33 persen.

Baca Juga:  PLTU Datangkan TKA Asal China Saat Wabah Corona, Warga Buleleng Resah

 

Adapun salah satu strategi dan cara menekan kasus, yakni dengan tetap mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak aman dan menghindari tempat keramaian.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/