alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Pasien Postif Corona di Buleleng Bertambah 2 Orang

SINGARAJA– Data kasus harian pasien positif covid-19 (Corona) di Kabupaten Buleleng kembali bertambah.

Terbaru, ada dua orang pasien dinyatakan positif terjangkit penyakit covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan, dari dua kasus baru, satu kasus yang kemudian diidentifikasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP)-14  merupakan pekerja migran yang baru tiba dari Eropa Barat (Prancis).

Sedangkan satu lagi merupakan transmisi local yang terjadi di Bali (PDP-15)

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, PDP-14 merupakan pekerja migran yang baru kembali dari Prancis pada awal April 2020 lalu.

Pasien ini diketahui tiba di Bandara Ngurah Rai pada Jumat (3/4) lalu. Ia sempat menjalani rapid test di Bandara Ngurah Rai dengan hasil negative.

Saat sampai di rumah, ia memilih melakukan karantina mandiri. Tuntas 14 hari melakukan karantina, pasien ini meminta surat keterangan sehat ke puskesmas setempat.

Baca Juga:  Pelanggar Disanksi Push Up, Pemilik Tak Pakai Masker, Toko Disegel

Saat dilakukan rapid test, hasilnya ternyata positif. Pasien kemudian dirujuk ke RS Pratama Giri Emas guna menjalani karantina.

Setelah melalui proses pemeriksaan sampel swab, ternyata hasilnya positif.

“Pekerja migrant ini disiplin, sama sekali tidak keluar rumah saat karantina. Hanya kontak dengan keluarga yang di rumahnya saja.

Ada lima orang yang sempat kontak, sudah tuntas kami lacak semua dan sudah kami lakukan rapid test. Hasilnya negative. Tapi tetap kami minta lakukan karantina mandiri,” kata Suyasa saat teleconference, Selasa (21/4).

Sedangkan satu kasus positif lainnya yang diidentifikasi sebagai PDP-15, tak memiliki riwayat kontak dengan pekerja migran.

Pasien ini diketahui berprofesi sebagai pedagang. Sebelum dirawat di RS Pratama Giri Emas, pasien sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta karena mengalami demam. Karena mulai menunjukkan gejala sesak, pasien langsung dirujuk ke RSUD Buleleng.

Baca Juga:  New Normal Hampir Sebulan, Tingkat Hunian Hotel Masih Satu Digit

Saat menjalani rapid test di RSUD Buleleng, ternyata hasilnya positif. Tim medis pun langsung merujuk pasien ke RS Pratama Giri Emas.

Terhadap pasien ini, tim medis masih melakukan penelusuran lebih jauh. Sebab cukup banyak orang yang sempat melakukan kontak. Sejauh ini ada 26 orang yang ditemukan benar-benar kontak langsung dengan PDP-15.

Mereka diminta melakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

“Ini terjadi transmisi lokal, bukan dengan pekerja migran. Analisa kami, ini kontaknya dengan (pasien positif) yang di Denpasar,” jelas Suyasa.

Khusus petugas medis di rumah sakit swasta yang sempat merawat PDP-15, juga disebut menjalani karantina.

 “Ada perlakuan. Karena mereka ini tim medis, mereka paham tentang itu. Sekarang proses tracing untuk pasien ini sedang jalan terus,” imbuhnya.



SINGARAJA– Data kasus harian pasien positif covid-19 (Corona) di Kabupaten Buleleng kembali bertambah.

Terbaru, ada dua orang pasien dinyatakan positif terjangkit penyakit covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan, dari dua kasus baru, satu kasus yang kemudian diidentifikasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP)-14  merupakan pekerja migran yang baru tiba dari Eropa Barat (Prancis).

Sedangkan satu lagi merupakan transmisi local yang terjadi di Bali (PDP-15)

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, PDP-14 merupakan pekerja migran yang baru kembali dari Prancis pada awal April 2020 lalu.

Pasien ini diketahui tiba di Bandara Ngurah Rai pada Jumat (3/4) lalu. Ia sempat menjalani rapid test di Bandara Ngurah Rai dengan hasil negative.

Saat sampai di rumah, ia memilih melakukan karantina mandiri. Tuntas 14 hari melakukan karantina, pasien ini meminta surat keterangan sehat ke puskesmas setempat.

Baca Juga:  Pelanggar Disanksi Push Up, Pemilik Tak Pakai Masker, Toko Disegel

Saat dilakukan rapid test, hasilnya ternyata positif. Pasien kemudian dirujuk ke RS Pratama Giri Emas guna menjalani karantina.

Setelah melalui proses pemeriksaan sampel swab, ternyata hasilnya positif.

“Pekerja migrant ini disiplin, sama sekali tidak keluar rumah saat karantina. Hanya kontak dengan keluarga yang di rumahnya saja.

Ada lima orang yang sempat kontak, sudah tuntas kami lacak semua dan sudah kami lakukan rapid test. Hasilnya negative. Tapi tetap kami minta lakukan karantina mandiri,” kata Suyasa saat teleconference, Selasa (21/4).

Sedangkan satu kasus positif lainnya yang diidentifikasi sebagai PDP-15, tak memiliki riwayat kontak dengan pekerja migran.

Pasien ini diketahui berprofesi sebagai pedagang. Sebelum dirawat di RS Pratama Giri Emas, pasien sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta karena mengalami demam. Karena mulai menunjukkan gejala sesak, pasien langsung dirujuk ke RSUD Buleleng.

Baca Juga:  Bantu Penyembuhan Pasien Covid, Puluhan Warga Buleleng Donor Plasma

Saat menjalani rapid test di RSUD Buleleng, ternyata hasilnya positif. Tim medis pun langsung merujuk pasien ke RS Pratama Giri Emas.

Terhadap pasien ini, tim medis masih melakukan penelusuran lebih jauh. Sebab cukup banyak orang yang sempat melakukan kontak. Sejauh ini ada 26 orang yang ditemukan benar-benar kontak langsung dengan PDP-15.

Mereka diminta melakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

“Ini terjadi transmisi lokal, bukan dengan pekerja migran. Analisa kami, ini kontaknya dengan (pasien positif) yang di Denpasar,” jelas Suyasa.

Khusus petugas medis di rumah sakit swasta yang sempat merawat PDP-15, juga disebut menjalani karantina.

 “Ada perlakuan. Karena mereka ini tim medis, mereka paham tentang itu. Sekarang proses tracing untuk pasien ini sedang jalan terus,” imbuhnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/