alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Bayak Makan Korban, Sembilan Pohon Perindang Mati Akhirnya Ditebang

NEGARA– Pohon perindang yang sudah mati di Jalan Denpasar -Gilimanuk akhirnya ditebang, Rabu (21/4).

penebangan pohon perindang tersebut karena sudah banyak memakan korban, ranting pohon menimpa pengendara yang melintas.

Penebangan pohon perindang di jalan nasional wilayah Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, dilakukan BPBD Jembrana dengan pengawalan polisi dan Dinas Perhubungan karena harus menghentikan arus lalu lintas dari dua arah.

Sesuai data, ada sekitar sembilan pohon yang ditebang karena sudah mati dan kering, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.

Karena selama ini sudah banyak korban berjatuhan karena tertimpa ranting dan dahan pohon yang kering. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Komang Dhiyatmika mengatakan, sembilan pohon perindang yang ditebang kemarin sudah mati.

Baca Juga:  BNPB Puji Daya Antisipasi Dini Warga Terdampak Gunung Agung

Karena masih tetap berdiri membahayakan bagi pengendara, karena sewaktu -waktu bisa tumbang.

- Advertisement -

“Untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau jatuhnya korban di jalan raya akibat pohon  tumbang, dahan patah kami lakukan penebangan,” terangnya. 

Dari pendataan, di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk ada 200-an pohon yang perlu ditangani.

Namun BPBD sudah berupaya untuk berkoordinasi meminjam mobil tangga, tetapi di Dinas yang memiliki baik Dinas Perhubungan maupun Dinas Lingkungan Hidup sudah terjadwalkan operasional setiap harinya.

- Advertisement -

NEGARA– Pohon perindang yang sudah mati di Jalan Denpasar -Gilimanuk akhirnya ditebang, Rabu (21/4).

penebangan pohon perindang tersebut karena sudah banyak memakan korban, ranting pohon menimpa pengendara yang melintas.

Penebangan pohon perindang di jalan nasional wilayah Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, dilakukan BPBD Jembrana dengan pengawalan polisi dan Dinas Perhubungan karena harus menghentikan arus lalu lintas dari dua arah.

Sesuai data, ada sekitar sembilan pohon yang ditebang karena sudah mati dan kering, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.

Karena selama ini sudah banyak korban berjatuhan karena tertimpa ranting dan dahan pohon yang kering. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Komang Dhiyatmika mengatakan, sembilan pohon perindang yang ditebang kemarin sudah mati.

Baca Juga:  Gerebek Arena Balap Liar, Petugas Gabungan Amankan Lima Remaja

Karena masih tetap berdiri membahayakan bagi pengendara, karena sewaktu -waktu bisa tumbang.

“Untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau jatuhnya korban di jalan raya akibat pohon  tumbang, dahan patah kami lakukan penebangan,” terangnya. 

Dari pendataan, di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk ada 200-an pohon yang perlu ditangani.

Namun BPBD sudah berupaya untuk berkoordinasi meminjam mobil tangga, tetapi di Dinas yang memiliki baik Dinas Perhubungan maupun Dinas Lingkungan Hidup sudah terjadwalkan operasional setiap harinya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/