alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Diduga Jual Beras Kotor, Warga Malas Belanja di Pasar Murah

GIANYAR – Gelaran pasar murah yang digelar Pemkab Gianyar di Pasar Umum Blahbatuh, Selasa (21/5) sepi peminat.

 

Sejumlah dagangan sembako yang dipajang di atas mobil boks itu kurang mendapat respon pembeli.

 

Minimnya respon warga belanja di pasar murah selain selisih harga tidak jauh beda dengan pasar umum, juga karena kualitas produk yang dijual sangat rendah

 

Seperti diakui Ni Made Yanti. Salah satu pengunjung pasar umum, ini mengaku memilih berbelanja ke pedagang di pasar umum.

 

“Memang berasnya lebih murah. Tadi saya lihat sedikit kotor. Kurang dibersihkan,” ujar Yanti.

 

Lantaran kotor, Yanti mengaku lebih memilih membeli beras di pedagang dibanding di pasar murah.

Baca Juga:  Duh, Tim Monitoring Temukan Pangkalan LPG Tak Berizin di Abiansemal

 

Menurutnya, harga beras di pasar murah Rp 8000, sedangkan di pedagang Rp 10 ribu.

 

“Tapi itu harus beli 1 kantong, 5 kilo. Berasnya agak kotor saya lihat. Kalau di pasar, memang lebih mahal lagi dua ribu, tapi bersih,” jelasnya.

 

Sehari-hari, Yanti memilih membeli beras secara eceran karena uang dapurnya pas-pasan. “Kalau di pedagang saya bisa beli ecer 3 kilo saja,” jelasnya.

 

Selain tidak sepakat dengan penawaran beras di pasar murah, Yanti juga melihat perbandingan minyak goreng. “Kalau di pasar murah, minyak Rp 10 ribu, tapi merek tidak terkenal,” jelasnnya.

Berbeda dengan di pasar umum, minyak Rp 11 ribu untuk merek ternama. “Memang minyaknya murah. Tapi mereka asing. Gimana itu?,” ujarnya bingung.

Baca Juga:  Gusti Sunirtha Tak Lagi Khawatir Biaya Kesehatan Karena Ada JKN - KIS

 

Sementara itu, pedagang di pasar umum Blahbatuh, Ni Wayan Sedana awalnya sempat khawatir dengan keberadaan pasar murah.

 

Dia sempat merasa tersaingi dengan kehadiran pasar murah di areal parkiran pasar.

 

“Sempat takut kalau tidak ada pembeli ke toko. Ternyata tidak begitu juga,” ujarnya.

 

Ketika kendaraan pasar murah parkir, para pedagang sempat mengecek dan memantau.

 

“Ternyata harga di sana (pasar murah, red) tidak jauh beda,” ujarnya.

Contohnya harga telur sama, Rp 1500 per butir.

 

“Malahan banyak yang beli telur di tempat saya,” jelasnya. 



GIANYAR – Gelaran pasar murah yang digelar Pemkab Gianyar di Pasar Umum Blahbatuh, Selasa (21/5) sepi peminat.

 

Sejumlah dagangan sembako yang dipajang di atas mobil boks itu kurang mendapat respon pembeli.

 

Minimnya respon warga belanja di pasar murah selain selisih harga tidak jauh beda dengan pasar umum, juga karena kualitas produk yang dijual sangat rendah

 

Seperti diakui Ni Made Yanti. Salah satu pengunjung pasar umum, ini mengaku memilih berbelanja ke pedagang di pasar umum.

 

“Memang berasnya lebih murah. Tadi saya lihat sedikit kotor. Kurang dibersihkan,” ujar Yanti.

 

Lantaran kotor, Yanti mengaku lebih memilih membeli beras di pedagang dibanding di pasar murah.

Baca Juga:  Gawat! Dana KIS Hanya Cukup Hingga 10 Bulan Mendatang

 

Menurutnya, harga beras di pasar murah Rp 8000, sedangkan di pedagang Rp 10 ribu.

 

“Tapi itu harus beli 1 kantong, 5 kilo. Berasnya agak kotor saya lihat. Kalau di pasar, memang lebih mahal lagi dua ribu, tapi bersih,” jelasnya.

 

Sehari-hari, Yanti memilih membeli beras secara eceran karena uang dapurnya pas-pasan. “Kalau di pedagang saya bisa beli ecer 3 kilo saja,” jelasnya.

 

Selain tidak sepakat dengan penawaran beras di pasar murah, Yanti juga melihat perbandingan minyak goreng. “Kalau di pasar murah, minyak Rp 10 ribu, tapi merek tidak terkenal,” jelasnnya.

Berbeda dengan di pasar umum, minyak Rp 11 ribu untuk merek ternama. “Memang minyaknya murah. Tapi mereka asing. Gimana itu?,” ujarnya bingung.

Baca Juga:  Tambang Pasir Ancam Kawasan Pesisir, Warga Legian Protes Keras

 

Sementara itu, pedagang di pasar umum Blahbatuh, Ni Wayan Sedana awalnya sempat khawatir dengan keberadaan pasar murah.

 

Dia sempat merasa tersaingi dengan kehadiran pasar murah di areal parkiran pasar.

 

“Sempat takut kalau tidak ada pembeli ke toko. Ternyata tidak begitu juga,” ujarnya.

 

Ketika kendaraan pasar murah parkir, para pedagang sempat mengecek dan memantau.

 

“Ternyata harga di sana (pasar murah, red) tidak jauh beda,” ujarnya.

Contohnya harga telur sama, Rp 1500 per butir.

 

“Malahan banyak yang beli telur di tempat saya,” jelasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/