alexametrics
28.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Emas Dicuri, Rangda Seharga Rp100 Juta di Pura Dalem Siyut akan Dibakar

GIANYAR – Pencurian pratima berupa emas seberat 15 gram dan 9 butir permata mirah pada wajah Rangda Pura Dalem Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Bali, akan berbuntut panjang. Bagi krama Banjar Siyut, nilai emas itu tak sebarapa. Namun, karena emas pada wajah Rangda itu dicongkel, maka Rangda itu sudah cemer atau kotor. Sehingga Rangda seharga Rp100 juta itu secara keseluruhan akan dibakar.

Hal itu ditegaskan Kelian Adat Banjar Siyut, Made Sudana. Menurutnya, kerugian materi akibat pencurian emas 19 gram dan 9 butir permata mirah yang dialami memang tidak seberapa. Namun perbuatan itu sudah menghilangkan kesakralan Rangda tersebut.

“Emas sekian gram tidak banyak. Biaya yang luar biasa itu harus total diganti. Yang ini (Rangda bekas kecurian, red) akan digeseng (dibakar, red) Rabu depan di setra sebelah pura,” kata Sudana, Jumat (20/5).

Sudana mengatakan, pembakaran Rangda itu berdasarkan petunjuk dari Ida Pedanda (pemuka agama Hindu). Alasannya, Rangda yang dicongkel matanya sudah kotor secara niskala (gaib).

“Karena sudah cemer (kotor, red) bekas kecurian. Akan digeseng dan menggunakan Caru Durmanggala Agung,” ujarnya.

Emas dan permata pada Rangda di Pura Dalem Siyut baru diketahui dicuri pada Kamis (19/5) pukul 16.00. Perhiasan emas seberat kurang lebih 15 gram dan 9 butir permata Mirah dicongkel dari wajah Rangda.

“Pertama kali diketahui sama Gusti Niang Mangku pas mebanten di pura. Dilihat gedong Simpen sebelah selatan rusak,” ujar Sudana.

Posisi gedong itu menghadap barat berada paling Selatan. Selain ada pintu kaca, gedong itu juga sudah dipagari terali besi.

“Terali yang pojok selatan dirusak. Satu besi dirusak, lalu (pencuri, red) bisa masuk membuka pintu kaca di dalam,” ujarnya.

Kemungkinan, pintu kaca di dalam tidak terkunci, sehingga dengan mudah pencuri beraksi. Ditambah lokasi pura jauh dari pemukiman dan berada di jalan buntu.

“Di dalam ruangan, kereb (penutup wajah, red) Rangda Ratu Gede dan Ratu Ayu dirusak. Perhiasan emas dan permata dicongkel,” ujarnya.

Semestinya, apabila situasi normal, pada 27 Mei ikut Melasti saat piodalan di Pura Puseh. “Jadi tidak bisa menghadirkan beliau (Rangda),” keluhnya.

Warga juga sedih karena Rangda itu baru saja selesai diperbaiki dua tahun lalu dengan biaya Rp 100 juta. “Ke depannya, tidak tahu ini bagaimana. Uang tidak ada, kami KK sedikit disini hanya 129 KK,” terangnya.

Di bagian lain, kepolisian telah melakukan pengecekan ke lokasi pura. Polisi sudah memfoto dan mendata. Kapolsek Gianyar, Kompol Gede Putra Astawa membenarkan kejadian tersebut. “Ada Dumas (pengaduan masyarakat, red),” ujarnya. Mengenai pelaku, belum ditemukan. “Belum,” pungkasnya. (dra)



GIANYAR – Pencurian pratima berupa emas seberat 15 gram dan 9 butir permata mirah pada wajah Rangda Pura Dalem Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Bali, akan berbuntut panjang. Bagi krama Banjar Siyut, nilai emas itu tak sebarapa. Namun, karena emas pada wajah Rangda itu dicongkel, maka Rangda itu sudah cemer atau kotor. Sehingga Rangda seharga Rp100 juta itu secara keseluruhan akan dibakar.

Hal itu ditegaskan Kelian Adat Banjar Siyut, Made Sudana. Menurutnya, kerugian materi akibat pencurian emas 19 gram dan 9 butir permata mirah yang dialami memang tidak seberapa. Namun perbuatan itu sudah menghilangkan kesakralan Rangda tersebut.

“Emas sekian gram tidak banyak. Biaya yang luar biasa itu harus total diganti. Yang ini (Rangda bekas kecurian, red) akan digeseng (dibakar, red) Rabu depan di setra sebelah pura,” kata Sudana, Jumat (20/5).

Sudana mengatakan, pembakaran Rangda itu berdasarkan petunjuk dari Ida Pedanda (pemuka agama Hindu). Alasannya, Rangda yang dicongkel matanya sudah kotor secara niskala (gaib).

“Karena sudah cemer (kotor, red) bekas kecurian. Akan digeseng dan menggunakan Caru Durmanggala Agung,” ujarnya.

Emas dan permata pada Rangda di Pura Dalem Siyut baru diketahui dicuri pada Kamis (19/5) pukul 16.00. Perhiasan emas seberat kurang lebih 15 gram dan 9 butir permata Mirah dicongkel dari wajah Rangda.

“Pertama kali diketahui sama Gusti Niang Mangku pas mebanten di pura. Dilihat gedong Simpen sebelah selatan rusak,” ujar Sudana.

Posisi gedong itu menghadap barat berada paling Selatan. Selain ada pintu kaca, gedong itu juga sudah dipagari terali besi.

“Terali yang pojok selatan dirusak. Satu besi dirusak, lalu (pencuri, red) bisa masuk membuka pintu kaca di dalam,” ujarnya.

Kemungkinan, pintu kaca di dalam tidak terkunci, sehingga dengan mudah pencuri beraksi. Ditambah lokasi pura jauh dari pemukiman dan berada di jalan buntu.

“Di dalam ruangan, kereb (penutup wajah, red) Rangda Ratu Gede dan Ratu Ayu dirusak. Perhiasan emas dan permata dicongkel,” ujarnya.

Semestinya, apabila situasi normal, pada 27 Mei ikut Melasti saat piodalan di Pura Puseh. “Jadi tidak bisa menghadirkan beliau (Rangda),” keluhnya.

Warga juga sedih karena Rangda itu baru saja selesai diperbaiki dua tahun lalu dengan biaya Rp 100 juta. “Ke depannya, tidak tahu ini bagaimana. Uang tidak ada, kami KK sedikit disini hanya 129 KK,” terangnya.

Di bagian lain, kepolisian telah melakukan pengecekan ke lokasi pura. Polisi sudah memfoto dan mendata. Kapolsek Gianyar, Kompol Gede Putra Astawa membenarkan kejadian tersebut. “Ada Dumas (pengaduan masyarakat, red),” ujarnya. Mengenai pelaku, belum ditemukan. “Belum,” pungkasnya. (dra)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/