alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Sosialisasi Jelang Pasar Galiran Ditutup, Ini Rencana Bupati Suwirta

SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menggencarkan sosialisasi rencana penutupan Pasar Umum Galiran selama tiga hari, mulai 22-24 Juni di Pasar Umum Galiran, kemarin.

Ini dilakukan agar para pedagang pada utamanya bersiap dan membatasi stok dagangannya yang mudah rusak sehingga meminimalkan kerugian.

Selain itu, pedagang juga diminta untuk bersiap melakukan rapid test mengingat hasil rapid test tersebut nantinya akan menjadi salah satu persyaratan agar bisa berjualan di pasar tersebut.

“Hal ini diambil sebagai langkah untuk memutus penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), di mana belakang ini telah mengalami peningkatan yang begitu pesat,” ujar Suwirta.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu, semua lorong pasar akan disemprot dengan air untuk membersihkan debu dan kotoran-kotoran,

kemudian akan disemprot dengan desinfektan untuk menghilangkan virus Covid-19 oleh petugas saat pasar ditutup nanti.

Untuk itu, para pedagang diimbau untuk menaruh barang di tempat yang sudah disediakan dalam rangka meminimalkan kontak fisik ketika melakukan transaksi jual-beli barang pada saat pasar dibuka kembali.

Baca Juga:  6.073 Karyawan di Badung Dirumahkan, 198 Karyawan di PHK

“Ketika pasar dibuka kembali pada 25 Juni 2020, jam buka pasar akan menjadi 12 jam yakni dari pukul 06.00 pagi – pukul 18.00.

Mari bersama-sama melaksanakan himbauan dari pemerintah. Yakinlah pemerintah pasti berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.

Di hari pasar di tutup itu juga, para pedagang dan tukang suun akan mengikuti rapid test yang berlokasi di Terminal Galiran.

Bupati Suwirta mengharapkan agar seluruh pedagang dan tukang suun mengikuti tes tersebut lantaran hasil rapid test tersebut

akan digunakan sebagai syarat dasar para pedagang dan tukang suun dapat kembali melakukan aktivitas jual-beli di Pasar Galiran.

“Pedagang Pasar dan tukang suun wajib mengikuti rapid, agar ketika pasar dibuka semua pedagang pasar dalam keadaan bersih dari Covid-19.

Apabila pedagang dan tukang suun mengalami flu, pilek, dan panas agar jangan dulu beraktivitas di pasar,” imbuhnya.

Sementara itu, saat memantau kondisi Pasar Umum Galiran, Bupati asal Nusa Ceningan itu dibuat geram oleh ulah sejumlah pedagang yang berjualan di atas trotoar, tepatnya di trotoar jalan pintu masuk barat Pasar Umum Galiran.

Baca Juga:  PNS Pemprov Bali Positif Corona, Stop Perjalanan Dinas Keluar Daerah

Terkait hal tersebut, Bupati Suwirta meminta para pedagang tersebut untuk tidak lagi berjualan di sana karena dianggap dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Serta membuat para pejalan kaki yang melintas menuju Pasar Umum Galiran tidak nyaman,” terangnya.

Kemudian kepada pemilik atau penyewa kios atau warung, dia meminta agar tidak sampai menjalin kerja sama dengan para pedagang tersebut.

Apabila hal tersebut masih ditemukan, pihaknya nanti akan mengenakan sanksi kepada pemilik ataupun penyewa kios.

Bupati Suwirta juga meminta kepada beberapa pedagang tersebut untuk pindah berjualan ke dalam pasar Umum Galiran.

“Saya minya kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung Putu Suarta agar menyiagakan

anggotanya setiap hari ketika Pasar Galiran sudah dibuka kembali atau selama pasar masih dibuka supaya jangan sampai terjadi hal serupa lagi,” tandasnya.



SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menggencarkan sosialisasi rencana penutupan Pasar Umum Galiran selama tiga hari, mulai 22-24 Juni di Pasar Umum Galiran, kemarin.

Ini dilakukan agar para pedagang pada utamanya bersiap dan membatasi stok dagangannya yang mudah rusak sehingga meminimalkan kerugian.

Selain itu, pedagang juga diminta untuk bersiap melakukan rapid test mengingat hasil rapid test tersebut nantinya akan menjadi salah satu persyaratan agar bisa berjualan di pasar tersebut.

“Hal ini diambil sebagai langkah untuk memutus penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), di mana belakang ini telah mengalami peningkatan yang begitu pesat,” ujar Suwirta.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu, semua lorong pasar akan disemprot dengan air untuk membersihkan debu dan kotoran-kotoran,

kemudian akan disemprot dengan desinfektan untuk menghilangkan virus Covid-19 oleh petugas saat pasar ditutup nanti.

Untuk itu, para pedagang diimbau untuk menaruh barang di tempat yang sudah disediakan dalam rangka meminimalkan kontak fisik ketika melakukan transaksi jual-beli barang pada saat pasar dibuka kembali.

Baca Juga:  Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Bali Kembali Bagikan Sembako

“Ketika pasar dibuka kembali pada 25 Juni 2020, jam buka pasar akan menjadi 12 jam yakni dari pukul 06.00 pagi – pukul 18.00.

Mari bersama-sama melaksanakan himbauan dari pemerintah. Yakinlah pemerintah pasti berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.

Di hari pasar di tutup itu juga, para pedagang dan tukang suun akan mengikuti rapid test yang berlokasi di Terminal Galiran.

Bupati Suwirta mengharapkan agar seluruh pedagang dan tukang suun mengikuti tes tersebut lantaran hasil rapid test tersebut

akan digunakan sebagai syarat dasar para pedagang dan tukang suun dapat kembali melakukan aktivitas jual-beli di Pasar Galiran.

“Pedagang Pasar dan tukang suun wajib mengikuti rapid, agar ketika pasar dibuka semua pedagang pasar dalam keadaan bersih dari Covid-19.

Apabila pedagang dan tukang suun mengalami flu, pilek, dan panas agar jangan dulu beraktivitas di pasar,” imbuhnya.

Sementara itu, saat memantau kondisi Pasar Umum Galiran, Bupati asal Nusa Ceningan itu dibuat geram oleh ulah sejumlah pedagang yang berjualan di atas trotoar, tepatnya di trotoar jalan pintu masuk barat Pasar Umum Galiran.

Baca Juga:  131 WNA Ditolak Masuk Bali, Warga Amerika dan Rusia Terbanyak

Terkait hal tersebut, Bupati Suwirta meminta para pedagang tersebut untuk tidak lagi berjualan di sana karena dianggap dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Serta membuat para pejalan kaki yang melintas menuju Pasar Umum Galiran tidak nyaman,” terangnya.

Kemudian kepada pemilik atau penyewa kios atau warung, dia meminta agar tidak sampai menjalin kerja sama dengan para pedagang tersebut.

Apabila hal tersebut masih ditemukan, pihaknya nanti akan mengenakan sanksi kepada pemilik ataupun penyewa kios.

Bupati Suwirta juga meminta kepada beberapa pedagang tersebut untuk pindah berjualan ke dalam pasar Umum Galiran.

“Saya minya kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung Putu Suarta agar menyiagakan

anggotanya setiap hari ketika Pasar Galiran sudah dibuka kembali atau selama pasar masih dibuka supaya jangan sampai terjadi hal serupa lagi,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/