alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Kemarau Panjang, Lahan Perbukitan Pemuteran Gerokgak Terbakar

GEROKGAK – Kebakaran lahan saat musim kemarau mengancam wilayah Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Bahkan, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang memiliki luas 19.026 hektare juga kerap kali terjadi kebakaran hutan.

Seperti yang terjadi Rabu malam (19/8) lalu sekitar pukul 22.00 di kawasan perbukitan Pemuteran, masuk Banjar Dinas Sari Mekar, Desa Pemuteran terjadi kebakaran lahan.

Total ada sekitar 60 are lahan yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang terbakar. Made Mastra Kelian Dusun Sari Mekar mengaku kebakaran lahan berlokasi di bukit Pemuteran mulai terjadi sekitar pukul 18.50.

Lokasi kebakaran lahan cukup jauh dari pemukiman rumah penduduk. Kebakaran lahan seperti ini memang rutin terjadi setiap tahunnya memasuki musim kemarau tiba.

Baca Juga:  Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Lahan Perbukitan Pulaki Terbakar

Pemicu kebakaran, biasanya terjadi karena gesekan kayu kering. “Selain bukit pada Pemuteran kebakaran lahan juga terjadi pada sebelah barat bukit Kursi,” terangnya.

Lahan yang terbakar hanya semak belukar dan rumput ilalang. Mengingat kawasan tersebut tidak ada tumbuh pepohonan kayu, karena hamparan rumput kering yang tumbuh pada bebatuan.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana menjelaskan, kawasan bukit Pemuteran memang rutin setiap tahunnya terbakar bila memasuki musim kemarau dari bulan Agustus sampai bulan November.

Lokasi kebakaran lahan sulit dijangkau petugas untuk memadamkan api karena terhalang oleh beberapa medan bukit yang terjal.

Api padam dengan sendiri sekitar pukul 24.00 tak sampai memasuki pemukiman penduduk. Kendati hanya rumput dan semak belukar yang terbakar,

Baca Juga:  Stres Istri Minta Cerai, Warga Banyupoh Ditemukan Tewas Bunuh Diri

pihaknya berharap masyarakat yang bermukim pada daerah penyangga hutan-hutan terlibat aktif melakukan pencegahan.

Dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok saat mencari pakan ternak. Tidak membakar apapu di hutan yang bisa menjadi pemicu timbulnya api.

“Bila terjadi kebakaran lahan dan hutan segera melapor kepada aparat desa dan petugas. Agar dapat ditangani sehingga tak meluas kebakaran terjadi,” terang Kompol Made Widana.

 



GEROKGAK – Kebakaran lahan saat musim kemarau mengancam wilayah Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Bahkan, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang memiliki luas 19.026 hektare juga kerap kali terjadi kebakaran hutan.

Seperti yang terjadi Rabu malam (19/8) lalu sekitar pukul 22.00 di kawasan perbukitan Pemuteran, masuk Banjar Dinas Sari Mekar, Desa Pemuteran terjadi kebakaran lahan.

Total ada sekitar 60 are lahan yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang terbakar. Made Mastra Kelian Dusun Sari Mekar mengaku kebakaran lahan berlokasi di bukit Pemuteran mulai terjadi sekitar pukul 18.50.

Lokasi kebakaran lahan cukup jauh dari pemukiman rumah penduduk. Kebakaran lahan seperti ini memang rutin terjadi setiap tahunnya memasuki musim kemarau tiba.

Baca Juga:  Pesan Luhut di Bali: Testing, Tracing, dan Isoter

Pemicu kebakaran, biasanya terjadi karena gesekan kayu kering. “Selain bukit pada Pemuteran kebakaran lahan juga terjadi pada sebelah barat bukit Kursi,” terangnya.

Lahan yang terbakar hanya semak belukar dan rumput ilalang. Mengingat kawasan tersebut tidak ada tumbuh pepohonan kayu, karena hamparan rumput kering yang tumbuh pada bebatuan.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana menjelaskan, kawasan bukit Pemuteran memang rutin setiap tahunnya terbakar bila memasuki musim kemarau dari bulan Agustus sampai bulan November.

Lokasi kebakaran lahan sulit dijangkau petugas untuk memadamkan api karena terhalang oleh beberapa medan bukit yang terjal.

Api padam dengan sendiri sekitar pukul 24.00 tak sampai memasuki pemukiman penduduk. Kendati hanya rumput dan semak belukar yang terbakar,

Baca Juga:  Sukses Curi Motor Kali Pertama, Ketagihan, Spesialis Curanmor Dibekuk

pihaknya berharap masyarakat yang bermukim pada daerah penyangga hutan-hutan terlibat aktif melakukan pencegahan.

Dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok saat mencari pakan ternak. Tidak membakar apapu di hutan yang bisa menjadi pemicu timbulnya api.

“Bila terjadi kebakaran lahan dan hutan segera melapor kepada aparat desa dan petugas. Agar dapat ditangani sehingga tak meluas kebakaran terjadi,” terang Kompol Made Widana.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/