alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Selain Berdalih Mendadak, BPBD Sebut Ada 14 Jenazah di Hari yang Sama

KISAH pilu satu keluarga di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, yang terpaksa menguburkan jenazah keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sendirian karena tak ada bantuan petugas pengubur langsung viral.

 

Apalagi yang makin miris, selain harus mempersiapkan seluruh rangkaian prosesi sendirian, mereka juga harus mengambil alat pelindung diri (APD) sendirian.

 

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

 

TERKAIT peristiwa heboh itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ida Bagus Suamba membenarkan adanya salah satu warga yang terpaksa harus menguburkan jenazah kerabatnya sendirian.

 

Hanya saja kata Ida Bagus Suamba, penguburan jenazah di Desa Celuk tersebut lebih disebagkan karena tidak mendapat jadwal.

 

Pasalnya menurut Suamba, penguburan dilakukan secara mendadak.

 

“Yang di Celuk mendadak dan harus sekarang. Sedangkan penanganan Jenazah sudah terjadwal,” ujar Suamba.

Baca Juga:  Dirujuk ke Denpasar, Pasien Covid-19 Asal Buleleng Akhirnya Sembuh

 

Padahal kata Suamba, setiap harinya, banyak jenazah Covid yang dikuburkan di Gianyar.

 

Bahkan berdasarkan data, pada tanggal 19 Agustus 2021 (Kamis), ada 14 jenazah yang harus dilakukan penguburan.

 

“Pagi enam Jenazah, siang-malam ada delapan jenazah. Kami sudah start dari jam 05.00 – 21.00,” pungkas Suamba.

 

Seperti diketahui, gegara tak mendapat bantuan penguburan dari petugas berwenang, salah satu keluarga di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali terpaksa menguburkan jenazah keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sendirian.

 

Seperti dibenarkan Agus Aristya salah satu anggota keluarga.

 

Saat dikonfirmasi, Jumat (20/8), ia mengatakan jika penguburan jenazah Covid-19 tanpa bantuan petugas, itu terpaksa dilakukan karena keluarga tak mendapat bantuan petugas penguburan.

 

“Ini ninik saya, umurnya sudah 90 tahun lebih. Karena tidak bisa keluar dahak, dibawa ke RS Ganesha Celuk. Setelah dua hari dirawat, beliau dinyatakan meninggal,” ujarnya, Jumat (20/8).

Baca Juga:  Pelaksanaan Posyandu di Blahbatuh Gianyar Dikawal Ketat

 

Selanjutnya, sesaat setelah meninggal, imbuh Agus, petugas sempat memberikan informasi supaya keluarga segera mempersiapkan penguburan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19.

 

“Menurut aturan, kalau meninggal Covid harus segera dikuburkan,” ujar Agus. 

 

Mendapat pengarahan dari satgas, keluarga kemudian mengikuti permintaan dari Satgas desa setempat.

 

Keluarga juga menyiapkan sarana upacara. Seperti mempersiapkan bambu, dan telah menggali kuburan.

 

“Tetapi setelah semua disiapkan, malah tidak mendapat petugas penguburan. Alasannya tidak ada petugas. Kuburan sudah ada, kepercayaan kami sebagai orang Bali, pantang membatalkan penguburan kalau lubang sudah disiapkan,” ungkap Agus.

 

Akhirnya, meski tidak mendapatkan petugas penguburan Covid-19, pihak keluarga bersepakat dan berinisiatif menguburkan jenazah sang nenek sendiri.

 


KISAH pilu satu keluarga di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, yang terpaksa menguburkan jenazah keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sendirian karena tak ada bantuan petugas pengubur langsung viral.

 

Apalagi yang makin miris, selain harus mempersiapkan seluruh rangkaian prosesi sendirian, mereka juga harus mengambil alat pelindung diri (APD) sendirian.

 

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

 

TERKAIT peristiwa heboh itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Ida Bagus Suamba membenarkan adanya salah satu warga yang terpaksa harus menguburkan jenazah kerabatnya sendirian.

 

Hanya saja kata Ida Bagus Suamba, penguburan jenazah di Desa Celuk tersebut lebih disebagkan karena tidak mendapat jadwal.

 

Pasalnya menurut Suamba, penguburan dilakukan secara mendadak.

 

“Yang di Celuk mendadak dan harus sekarang. Sedangkan penanganan Jenazah sudah terjadwal,” ujar Suamba.

Baca Juga:  Debu Vulkanik Diduga Matikan Pohon, Bau Belerang Menyengat

 

Padahal kata Suamba, setiap harinya, banyak jenazah Covid yang dikuburkan di Gianyar.

 

Bahkan berdasarkan data, pada tanggal 19 Agustus 2021 (Kamis), ada 14 jenazah yang harus dilakukan penguburan.

 

“Pagi enam Jenazah, siang-malam ada delapan jenazah. Kami sudah start dari jam 05.00 – 21.00,” pungkas Suamba.

 

Seperti diketahui, gegara tak mendapat bantuan penguburan dari petugas berwenang, salah satu keluarga di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali terpaksa menguburkan jenazah keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sendirian.

 

Seperti dibenarkan Agus Aristya salah satu anggota keluarga.

 

Saat dikonfirmasi, Jumat (20/8), ia mengatakan jika penguburan jenazah Covid-19 tanpa bantuan petugas, itu terpaksa dilakukan karena keluarga tak mendapat bantuan petugas penguburan.

 

“Ini ninik saya, umurnya sudah 90 tahun lebih. Karena tidak bisa keluar dahak, dibawa ke RS Ganesha Celuk. Setelah dua hari dirawat, beliau dinyatakan meninggal,” ujarnya, Jumat (20/8).

Baca Juga:  Pelaksanaan Posyandu di Blahbatuh Gianyar Dikawal Ketat

 

Selanjutnya, sesaat setelah meninggal, imbuh Agus, petugas sempat memberikan informasi supaya keluarga segera mempersiapkan penguburan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19.

 

“Menurut aturan, kalau meninggal Covid harus segera dikuburkan,” ujar Agus. 

 

Mendapat pengarahan dari satgas, keluarga kemudian mengikuti permintaan dari Satgas desa setempat.

 

Keluarga juga menyiapkan sarana upacara. Seperti mempersiapkan bambu, dan telah menggali kuburan.

 

“Tetapi setelah semua disiapkan, malah tidak mendapat petugas penguburan. Alasannya tidak ada petugas. Kuburan sudah ada, kepercayaan kami sebagai orang Bali, pantang membatalkan penguburan kalau lubang sudah disiapkan,” ungkap Agus.

 

Akhirnya, meski tidak mendapatkan petugas penguburan Covid-19, pihak keluarga bersepakat dan berinisiatif menguburkan jenazah sang nenek sendiri.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/