alexametrics
24.8 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Klungkung Kelebihan Guru Agama, Tapi Kekurangan Guru Kelas

SEMARAPURA – Ketersediaan tenaga pendidik di Kabupaten Klungkung sampai saat ini belum sesuai kebutuhan. Di tengah melimpahnya tenaga pendidik Agama Hindu, ternyata terjadi kekurangan guru kelas di Kabupaten Klungkung. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan, Selasa (20/10) mengungkapkan, jumlah guru Agama Hindu di Kabupaten Klungkung sebanyak 287 orang yang terdiri dari guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), tenaga kontrak dan pengabdian.

Menurutnya jumlah guru Agama Hindu di Klungkung tergolong berlebih lantaran kebutuhannya hanya 150 guru untuk tingkat SD dan 44 untuk tingkat SMP.

“Sehingga ada kelebihan sebanyak 93 guru Agama Hindu,” ungkapnya.

Di tengah kelebihan jumlah guru Agama Hindu tersebut, menurutnya terjadi kekurangan guru kelas di Klungkung. Saat ini hanya ada 681 guru kelas berstatus PNS. Sementara kebutuhan guru kelas di Klungkung sebanyak 881 guru kelas. Sehingga ada kekurangan sekitar 200 guru kelas.

Baca Juga:  SE Dinilai Terlalu Ketat, Banyak Sekaa Ragu Gelar Tradisi Ngerupuk

Kekurangan guru kelas tersebut telah diupayakan diisi oleh 155 guru kelas berstatus tenaga kontrak dan 21 guru kelas berstatus pengabdian.

“Sehingga masih kurang 24 guru kelas per September,” terangnya.

Dia menjelaskan, dulu jumlah guru kelas cukup berlebih sehingga akhirnya sejumlah tempat pencetak guru-guru kelas ini tutup. Dan sejak beberapa tahun terakhir ini terjadi kekurangan jumlah guru kelas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengaku telah mendorong guru Agama Hindu terutamanya pada guru agama yang belum bersertifikasi agar mengalihkan keahliannya ke program guru kelas dengan mengikuti program penyesuaian ijazah. Dan menurutnya sejumlah guru Agama Hindu telah mengikuti program tersebut.

“Jadi kami memanfaatkan guru Agama dan guru Bahasa Bali untuk kelas I dan II karena pembelajarannya baca tulis hitung. Tetapi setelah mengikuti program penyesuaian ijazah,” tandasnya.

Baca Juga:  Duh, Honor di Bawah Buruh, Perbekel se-Karangasem Minta Naik Gaji


SEMARAPURA – Ketersediaan tenaga pendidik di Kabupaten Klungkung sampai saat ini belum sesuai kebutuhan. Di tengah melimpahnya tenaga pendidik Agama Hindu, ternyata terjadi kekurangan guru kelas di Kabupaten Klungkung. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan, Selasa (20/10) mengungkapkan, jumlah guru Agama Hindu di Kabupaten Klungkung sebanyak 287 orang yang terdiri dari guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), tenaga kontrak dan pengabdian.

Menurutnya jumlah guru Agama Hindu di Klungkung tergolong berlebih lantaran kebutuhannya hanya 150 guru untuk tingkat SD dan 44 untuk tingkat SMP.

“Sehingga ada kelebihan sebanyak 93 guru Agama Hindu,” ungkapnya.

Di tengah kelebihan jumlah guru Agama Hindu tersebut, menurutnya terjadi kekurangan guru kelas di Klungkung. Saat ini hanya ada 681 guru kelas berstatus PNS. Sementara kebutuhan guru kelas di Klungkung sebanyak 881 guru kelas. Sehingga ada kekurangan sekitar 200 guru kelas.

Baca Juga:  Klungkung Zona PPKM, Batasi Jam Malam, Bupati Suwirta: Itu Gampang!

Kekurangan guru kelas tersebut telah diupayakan diisi oleh 155 guru kelas berstatus tenaga kontrak dan 21 guru kelas berstatus pengabdian.

“Sehingga masih kurang 24 guru kelas per September,” terangnya.

Dia menjelaskan, dulu jumlah guru kelas cukup berlebih sehingga akhirnya sejumlah tempat pencetak guru-guru kelas ini tutup. Dan sejak beberapa tahun terakhir ini terjadi kekurangan jumlah guru kelas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengaku telah mendorong guru Agama Hindu terutamanya pada guru agama yang belum bersertifikasi agar mengalihkan keahliannya ke program guru kelas dengan mengikuti program penyesuaian ijazah. Dan menurutnya sejumlah guru Agama Hindu telah mengikuti program tersebut.

“Jadi kami memanfaatkan guru Agama dan guru Bahasa Bali untuk kelas I dan II karena pembelajarannya baca tulis hitung. Tetapi setelah mengikuti program penyesuaian ijazah,” tandasnya.

Baca Juga:  Libur Sekolah, Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Tetap Jalan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/