alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dikira Begal, Warga Resah Keberadaan Calo Rapid Test di Gilimanuk

NEGARA – Sejak klinik rapid test menjamur di wilayah Kelurahan Gilimanuk, banyak warga yang menjadi calo menawarkan jasa agar pelaku perjalanan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk melakukan rapid test di klinik tertentu.

 

Namun masalahnya, banyaknya calo yang menawarkan jasa, harus berebut hingga di jalan umum dengan mencegat pengendendara yang melintas. Kondisi tersebut membuat kondisi lalu lintas semrawut.

 

Karena para penawar jasa rapid test untuk diantar ke klinik tertentu hingga mencegat dan mengejar pengendara yang melintas, terutama pengendara yang mengarah ke Pelabuhan Gilimanuk.

 

Warga yang mencegat pengendara untuk mengantar ke klinik tertentu, karena mendapat upah dari pihak klinik tempat mereka mengantar pelaku perjalanan yang melakukan rapid test.

Baca Juga:  Begini Aksi Begal Berpisau yang Resahkan Warga di Denpasar

 

Sekretaris II Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana yang juga Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang sering mendapat keluhan dari masyarakat mengenai warga yang menawarkan jasa rapid test tersebut.

 

“Warga mengeluhkan karena justru mengganggu ketertiban masyarakat,” jelasnya.

 

Bahkan salah satu warga sempat melaporkan pada pihak berwajib, karena ketakutan dengan ulah oknum warga tersebut karena mengira begal. Tidak sedikit warga yang mengeluh karena dipaksa untuk mengikuti oknum warga yang menawarkan  jasa mengantar ke klinik rapid test.

 

“Pernah ada warga malam-malam dicegat, dikiranya begal. Ternyata warga yang mencegat pengendara untuk menawarkan jasa rapid tes,” terangnya.

Baca Juga:  Hujan dan Angin Kencang Bikin Banjir dan Pelinggih Ambruk di Gilimanuk


NEGARA – Sejak klinik rapid test menjamur di wilayah Kelurahan Gilimanuk, banyak warga yang menjadi calo menawarkan jasa agar pelaku perjalanan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk melakukan rapid test di klinik tertentu.

 

Namun masalahnya, banyaknya calo yang menawarkan jasa, harus berebut hingga di jalan umum dengan mencegat pengendendara yang melintas. Kondisi tersebut membuat kondisi lalu lintas semrawut.

 

Karena para penawar jasa rapid test untuk diantar ke klinik tertentu hingga mencegat dan mengejar pengendara yang melintas, terutama pengendara yang mengarah ke Pelabuhan Gilimanuk.

 

Warga yang mencegat pengendara untuk mengantar ke klinik tertentu, karena mendapat upah dari pihak klinik tempat mereka mengantar pelaku perjalanan yang melakukan rapid test.

Baca Juga:  Satgas Covid Masih Izinkan Isolasi Mandiri, Ini Syarat Wajib Dipenuhi

 

Sekretaris II Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana yang juga Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang sering mendapat keluhan dari masyarakat mengenai warga yang menawarkan jasa rapid test tersebut.

 

“Warga mengeluhkan karena justru mengganggu ketertiban masyarakat,” jelasnya.

 

Bahkan salah satu warga sempat melaporkan pada pihak berwajib, karena ketakutan dengan ulah oknum warga tersebut karena mengira begal. Tidak sedikit warga yang mengeluh karena dipaksa untuk mengikuti oknum warga yang menawarkan  jasa mengantar ke klinik rapid test.

 

“Pernah ada warga malam-malam dicegat, dikiranya begal. Ternyata warga yang mencegat pengendara untuk menawarkan jasa rapid tes,” terangnya.

Baca Juga:  Cerita Warga Difitnah Sebagai Begal dan Digebuki hingga Babak Belur


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/