alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Oknum Sekdes Mesum di Kantor Desa, Bikin Leteh, Warga Gelar Mecaru

NEGARA – Pascaterbongkar kasus perselingkuhan antara oknum aparat desa, pihak Desa Adat Manistutu, Rabu (21/11) menggelar mecaru.

 

Masyarakat Desa Adat Manistutu sengaja menggelar mecaru di kantor Desa Manistutu, ini karena mereka khawatir, akibat perbuatan kedua oknum perangkat desa, yakni carik atau sekretaris Desa berinisial Ketut C dan Kaur Desa I Luh D membuat leteh atau kotor serta mencemari Desa

 

Seperti dibenarkan Bendesa Pakraman Desa Manistutu, Wayan Reden.

Dikonfirmasi disela-sela mecaru, Reden mengatakan, bahwa pascaadanya kabar perselingkuhan dua oknum perangkat desa, warga menjadi resah.

“Kasus (perselingkuhan) itu sudah menjadi pembicaraan di masyarakat.

Perselingkuhan itu, sudah membuat masyarakat resah karena bisa membuat desa kotor.

Sehingga menuntut desa adat untuk menggelar pecaruan,”terangnya

 

Terlebih lanjutnya, mecaru tersebut juga karena masyarakat menuntut ada pecaruan.

“Karena sudah ada wicara, kewajiban kami untuk membersihkan desa sesui tuntutan masyarakat,” jelasnya

 

Selain itu, kata Reden, mecaru di kantor Desa ini juga sesuai dengan awig-awig desa adat.

 

Dijelaskan, selain dilaksanakan di kantor desa, pecaruan juga digelar di catus pata desa.

“Tujuannya sekali lagi agar masyarakat tenang dan tidak lagi membicarakan masalah perselingkuhan ini lagi.

 

Seperti diketahui sebelumnya, dua orang oknum perangkat desa dari Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, diduga melakukan tindakan tidak terpuji.

 

Perangkat desa laki-laki dan perempuan tersebut diduga berselingkuh dan melakukan perbuatan mesum. Ironisnya, keduanya dipergoki diduga melakukan perbuatan mesum di kantor desa.

 

Dari informasi, perbuatan mesum tersebut dilakukan oknum staf kepala urusan (kaur) dengan Sekretaris Desa (Sekdes), pekan lalu.



NEGARA – Pascaterbongkar kasus perselingkuhan antara oknum aparat desa, pihak Desa Adat Manistutu, Rabu (21/11) menggelar mecaru.

 

Masyarakat Desa Adat Manistutu sengaja menggelar mecaru di kantor Desa Manistutu, ini karena mereka khawatir, akibat perbuatan kedua oknum perangkat desa, yakni carik atau sekretaris Desa berinisial Ketut C dan Kaur Desa I Luh D membuat leteh atau kotor serta mencemari Desa

 

Seperti dibenarkan Bendesa Pakraman Desa Manistutu, Wayan Reden.

Dikonfirmasi disela-sela mecaru, Reden mengatakan, bahwa pascaadanya kabar perselingkuhan dua oknum perangkat desa, warga menjadi resah.

“Kasus (perselingkuhan) itu sudah menjadi pembicaraan di masyarakat.

Perselingkuhan itu, sudah membuat masyarakat resah karena bisa membuat desa kotor.

Sehingga menuntut desa adat untuk menggelar pecaruan,”terangnya

 

Terlebih lanjutnya, mecaru tersebut juga karena masyarakat menuntut ada pecaruan.

“Karena sudah ada wicara, kewajiban kami untuk membersihkan desa sesui tuntutan masyarakat,” jelasnya

 

Selain itu, kata Reden, mecaru di kantor Desa ini juga sesuai dengan awig-awig desa adat.

 

Dijelaskan, selain dilaksanakan di kantor desa, pecaruan juga digelar di catus pata desa.

“Tujuannya sekali lagi agar masyarakat tenang dan tidak lagi membicarakan masalah perselingkuhan ini lagi.

 

Seperti diketahui sebelumnya, dua orang oknum perangkat desa dari Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, diduga melakukan tindakan tidak terpuji.

 

Perangkat desa laki-laki dan perempuan tersebut diduga berselingkuh dan melakukan perbuatan mesum. Ironisnya, keduanya dipergoki diduga melakukan perbuatan mesum di kantor desa.

 

Dari informasi, perbuatan mesum tersebut dilakukan oknum staf kepala urusan (kaur) dengan Sekretaris Desa (Sekdes), pekan lalu.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/