alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Anak Main Api Dupa, Rumah Petani Terbakar

AMLAPURA- Nasib apes dialami I Gusti Lanang Toya, 61. Rumah tinggal miliknya di Banjar Dinas Tengah, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen ludes terbakar, Sabtu (20/11). Kebakaran diduga akibat percikan api dari dupa yang masih menyala.

 

Kapolsek Sidemen AKP I Nyoman Merta Kariana mengatakan, kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukil 07.30. Berawal saat anak I Gusti Lanang Toya sedang bermain dupa yang masih menyala. Dupa diduga mengenai pakaian di kasur. “Itu titik awal kemunculan api. Lalu menyebar ke kasur dan api membesar,” tuturnya. 

 

Lebih lanjut Kariana menjelaskan, korban baru mengetahui rumah tinggal berukuran 7×6 meter itu terbakar setelah diberitahu anak dari salah seorang saksi bernama I Gusti Ngurah Agung Juniarta. “Setelah dicek ternyata api sudah membakar bangunan,” terangnya.

Baca Juga:  Disnakertrans Gianyar Targetkan Retribusi Tenaga Asing Naik

 

Khawatir kebakaran menjalar ke bangunan lainnya, pemilik langsung berteriak minta tolong warga sekitar untuk memadamkan api.

- Advertisement -

 

Sementara salah satu kerabatnya juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sidemen. Dipimpin Kapolsek Sidemen, bersama anggota dan warga sekitar melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. “Selanjutnya datang pemadam kebakaran dengan menerjunkan tiga unit damkar. Api baru padam sekitar pukul 09.45,” ucap Kariana.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 55 juta. Polsek Sidemen juga memberikan bantuan berupa sembako kepada korban. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tandasnya.

- Advertisement -

AMLAPURA- Nasib apes dialami I Gusti Lanang Toya, 61. Rumah tinggal miliknya di Banjar Dinas Tengah, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen ludes terbakar, Sabtu (20/11). Kebakaran diduga akibat percikan api dari dupa yang masih menyala.

 

Kapolsek Sidemen AKP I Nyoman Merta Kariana mengatakan, kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukil 07.30. Berawal saat anak I Gusti Lanang Toya sedang bermain dupa yang masih menyala. Dupa diduga mengenai pakaian di kasur. “Itu titik awal kemunculan api. Lalu menyebar ke kasur dan api membesar,” tuturnya. 

 

Lebih lanjut Kariana menjelaskan, korban baru mengetahui rumah tinggal berukuran 7×6 meter itu terbakar setelah diberitahu anak dari salah seorang saksi bernama I Gusti Ngurah Agung Juniarta. “Setelah dicek ternyata api sudah membakar bangunan,” terangnya.

Baca Juga:  Kantor Samsat di Renon Bali Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

 

Khawatir kebakaran menjalar ke bangunan lainnya, pemilik langsung berteriak minta tolong warga sekitar untuk memadamkan api.

 

Sementara salah satu kerabatnya juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sidemen. Dipimpin Kapolsek Sidemen, bersama anggota dan warga sekitar melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. “Selanjutnya datang pemadam kebakaran dengan menerjunkan tiga unit damkar. Api baru padam sekitar pukul 09.45,” ucap Kariana.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 55 juta. Polsek Sidemen juga memberikan bantuan berupa sembako kepada korban. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/