alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Pengempon Pura Luhur Berharap Dilibatkan dalam Manajemen Tanah Lot

TABANAN– Jabatan manager DTW Tanah Lot Tabanan yang berakhir pada November ini menimbulkan polemik. Setelah sejumlah kaur wilayah di Desa Beraban, Kediri menyampaikan aspirasinya kepada bupati Tabanan soal penentuan manager DTW Tanah Lot, kini muncul aspirasi dari Pengempon Pura Luhur Tanah Lot.

 

Dalam pernyataan sikapnya, pengempon siap menerima keputusan bupati Tabanan terkait penentuan manager dan asisten manajer DTW Tanah Lot. Karena secara struktural bupati Tabanan merupakan Ketua Badan Pengelola DTW Tanah Lot.

 

Kendati demikian, pihak pengempon juga berharap agar mempertimbangkan keberadaan representasi pengempon dalam struktur kepemimpinan di manajemen DTW Tanah Lot yang direncanakan pada 24 November 2021 mendatang.

 

“Kami memohon kepada bupati agar tetap mengakomodasi unsur pengempon di manajemen DTW Tanah Lot untuk memudahkan koordinasi antara manajemen dengan pihak pengempon,” ungkap Ketua Pengempon Pura Luhur Tanah Lot Komang Dedy Sanjaya yang didampingi struktur pengempon lainnya seperti Wakil Ketua I Ketut Sunarwa, Sekretaris I dan II I Nyoman Sudana dan I Putu Toni Wirawan dan Bendahara Putu Heri Susanta.

 

Dia menyebutkan, soal penentuan manager dan asisten manager DTW Tanah Lot memang merupakan hak prerogatif bupati selaku ketua umum badan pengelola. Namun, disaat yang sama, pihaknya berharap apa yang menjadi aspirasi pengempon dalam hal ini juga diakomodasi.

 

“Apalagi keberadaan objek DTW Tanah Lot dominan berada di Pelaba Pura Luhur Tanah Lot,” imbuh Wakil Ketua Pengempon I Ketut Sunarwa.

 

Pengempon berharap semua pihak menghormati dan menghargai perjanjian antara desa adat dan bupati terkait DTW Tanah Lot yang berlaku sampai 2026. Terkait segala hal dan ketentuan yang mengatur penunjukkan manager dan asisten manager, semuanya diserahkan sepenuhnya kepada keputusan bupati. Disamping memperhatikan kondusifitas desa.

 

“Karena bila ada perubahan di luar perjanjian malah menjadi melanggar perjanjian. Dan itu bisa disebut wanprestasi. Jika ada keinginan dan masukan akan jauh lebih baik disampaikan pada saat masa akhir perjanjian. Yakni pada 2026,” ujarnya.

 

Sebelumnya, pada Kamis (18/11), Desa Adat Beraban menggelar rapat bersama pihak desa dinas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Dalam rapat tersebut, masing-masing pihak sepakat menyerahkan sepenuhnya penetapan manager dan asisten manager DTW Tanah Lot kepada Bupati Tabanan selaku Ketua Umum Badan Pengelola.

 

Bendesa Adat Beraban, I Made Sumawa pada Minggu (21/11) membenarkan pihaknya telah melakukan rapat bersama. Pada prinsipnya, penetapan manager dan asisten manager definitif diharapkan bisa dilakukan pada 24 November 2021 mendatang.

 

Yang paling penting, proses penetapan atau orang yang ditetapkan pada dua posisi itu merupakan warga Desa Adat Beraban. “Sesuai dengan perjanjian yang akan habis pada 2026,” jelasnya.

 

Sementara itu Perbekel Beraban, I Wayan Sukariana, juga membenarkan. Dalam rapat itu memang mengulas soal penetapan manager dan asisten manajger DTW Tanah Lot sesuai dengan perjanjian sampai 2026 mendatang.

 

“Tetap mengacu kepada perikatan yang ada. Tidak keluar dari jalur itu. Karena perikatan atau perjanjian itu masih berlaku sampai 2026,” ungkapnya.

 

Pihaknya juga berharap pada 24 November 2021 mendatang sudah ada manager dan asisten manager yang definitif. “Karena kalau Plt itu bisa diisi dari orang luar Beraban,” pungkasnya. 



TABANAN– Jabatan manager DTW Tanah Lot Tabanan yang berakhir pada November ini menimbulkan polemik. Setelah sejumlah kaur wilayah di Desa Beraban, Kediri menyampaikan aspirasinya kepada bupati Tabanan soal penentuan manager DTW Tanah Lot, kini muncul aspirasi dari Pengempon Pura Luhur Tanah Lot.

 

Dalam pernyataan sikapnya, pengempon siap menerima keputusan bupati Tabanan terkait penentuan manager dan asisten manajer DTW Tanah Lot. Karena secara struktural bupati Tabanan merupakan Ketua Badan Pengelola DTW Tanah Lot.

 

Kendati demikian, pihak pengempon juga berharap agar mempertimbangkan keberadaan representasi pengempon dalam struktur kepemimpinan di manajemen DTW Tanah Lot yang direncanakan pada 24 November 2021 mendatang.

 

“Kami memohon kepada bupati agar tetap mengakomodasi unsur pengempon di manajemen DTW Tanah Lot untuk memudahkan koordinasi antara manajemen dengan pihak pengempon,” ungkap Ketua Pengempon Pura Luhur Tanah Lot Komang Dedy Sanjaya yang didampingi struktur pengempon lainnya seperti Wakil Ketua I Ketut Sunarwa, Sekretaris I dan II I Nyoman Sudana dan I Putu Toni Wirawan dan Bendahara Putu Heri Susanta.

 

Dia menyebutkan, soal penentuan manager dan asisten manager DTW Tanah Lot memang merupakan hak prerogatif bupati selaku ketua umum badan pengelola. Namun, disaat yang sama, pihaknya berharap apa yang menjadi aspirasi pengempon dalam hal ini juga diakomodasi.

 

“Apalagi keberadaan objek DTW Tanah Lot dominan berada di Pelaba Pura Luhur Tanah Lot,” imbuh Wakil Ketua Pengempon I Ketut Sunarwa.

 

Pengempon berharap semua pihak menghormati dan menghargai perjanjian antara desa adat dan bupati terkait DTW Tanah Lot yang berlaku sampai 2026. Terkait segala hal dan ketentuan yang mengatur penunjukkan manager dan asisten manager, semuanya diserahkan sepenuhnya kepada keputusan bupati. Disamping memperhatikan kondusifitas desa.

 

“Karena bila ada perubahan di luar perjanjian malah menjadi melanggar perjanjian. Dan itu bisa disebut wanprestasi. Jika ada keinginan dan masukan akan jauh lebih baik disampaikan pada saat masa akhir perjanjian. Yakni pada 2026,” ujarnya.

 

Sebelumnya, pada Kamis (18/11), Desa Adat Beraban menggelar rapat bersama pihak desa dinas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Dalam rapat tersebut, masing-masing pihak sepakat menyerahkan sepenuhnya penetapan manager dan asisten manager DTW Tanah Lot kepada Bupati Tabanan selaku Ketua Umum Badan Pengelola.

 

Bendesa Adat Beraban, I Made Sumawa pada Minggu (21/11) membenarkan pihaknya telah melakukan rapat bersama. Pada prinsipnya, penetapan manager dan asisten manager definitif diharapkan bisa dilakukan pada 24 November 2021 mendatang.

 

Yang paling penting, proses penetapan atau orang yang ditetapkan pada dua posisi itu merupakan warga Desa Adat Beraban. “Sesuai dengan perjanjian yang akan habis pada 2026,” jelasnya.

 

Sementara itu Perbekel Beraban, I Wayan Sukariana, juga membenarkan. Dalam rapat itu memang mengulas soal penetapan manager dan asisten manajger DTW Tanah Lot sesuai dengan perjanjian sampai 2026 mendatang.

 

“Tetap mengacu kepada perikatan yang ada. Tidak keluar dari jalur itu. Karena perikatan atau perjanjian itu masih berlaku sampai 2026,” ungkapnya.

 

Pihaknya juga berharap pada 24 November 2021 mendatang sudah ada manager dan asisten manager yang definitif. “Karena kalau Plt itu bisa diisi dari orang luar Beraban,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/