alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Minyak Goreng di Karangasem Masih Rp20 Ribu, Pedagang Akan Ditegur

AMLAPURA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga minyak goreng kisaran Rp14 ribu per liternya. Namun, di Karangasem, harga minyak goreng di pasaran masih menembus Rp20 ribu.

 

Menyusul hal itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Karangasem meminta para pedagang segera menyesuaikan harga minyak di pasaran.

 

Kepala Diskop UKM Perindag Karangasem, I Gede Loka Santika menuturkan, untuk memastikan harga minyak goreng sesuai dengan aturan pemerintah, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan atau pemantauan harga minyak goreng di seluruh pasar tradisional.

“Dari pantauan kami, harganya masih tinggi,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (21/1).

 

Baca Juga:  Diikuti 2.020 Siswa se- Klungkung, Siswa Madrasah Ikut Ramaikan

Santika menambahkan, harga minyak goreng per liter di sejumlah pasar tradisional di wilayah Karangasem berkisan antara Rp 19 sampai 20 ribu per liter.

“Tegantung merek juga. Kalau untuk di toko modern, harga minyak goreng sudah Rp 14 ribu perliternya. Dan satu struknya, pembeli hanya bisa membeli 1 liter minyak goreng saja, tidak boleh lebih,” tuturnya.

 

Namun pantauan radarbali.id di sejumlah toko modern di Karangasen, tidak ada yang menyediakan minyak goreng satu liter. Sebagian besar hanya menyediakan minyak ukuran 2 liter dengan harga Rp28 ribu.

 

Santika mengungkapkan, dari hasil pemantauan yang dilakukan dan mendapati harga minyak goreng masih tinggi, pihaknya akan melalukan sosialisasi kepada pedagang supaya mereka segera dapat menyesuaikan harga sebesar Rp 14 ribu rupiah per liternya.

Baca Juga:  MIRIS!! Kasus HIV/AIDS di Gianyar Tinggi, Penyebabnya Ternyata..

“Kamu minta pedagang segera dapat menyesuiakan harga minyak lewat sosialisasi-sosialisasi oleh petugas ke pedagang. Dan ini terus akan kami lakukan,” jelas dia.

“Kalau setelah sosialisasi, harga minyak masih juga mahal, maka kami akan tegur para pedagang untuk menurunkan harga minyak. Kami tidak ingin situasi ini dimanfaatkan pedagang untuk mencari keuntungan besar dari pembeli,” tandasnya.

AMLAPURA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga minyak goreng kisaran Rp14 ribu per liternya. Namun, di Karangasem, harga minyak goreng di pasaran masih menembus Rp20 ribu.

 

Menyusul hal itu, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Karangasem meminta para pedagang segera menyesuaikan harga minyak di pasaran.

 

Kepala Diskop UKM Perindag Karangasem, I Gede Loka Santika menuturkan, untuk memastikan harga minyak goreng sesuai dengan aturan pemerintah, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan atau pemantauan harga minyak goreng di seluruh pasar tradisional.

“Dari pantauan kami, harganya masih tinggi,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (21/1).

 

Baca Juga:  Proyek Pembangunan Jalan di Desa Ban Karangasem Molor

Santika menambahkan, harga minyak goreng per liter di sejumlah pasar tradisional di wilayah Karangasem berkisan antara Rp 19 sampai 20 ribu per liter.

“Tegantung merek juga. Kalau untuk di toko modern, harga minyak goreng sudah Rp 14 ribu perliternya. Dan satu struknya, pembeli hanya bisa membeli 1 liter minyak goreng saja, tidak boleh lebih,” tuturnya.

 

Namun pantauan radarbali.id di sejumlah toko modern di Karangasen, tidak ada yang menyediakan minyak goreng satu liter. Sebagian besar hanya menyediakan minyak ukuran 2 liter dengan harga Rp28 ribu.

 

Santika mengungkapkan, dari hasil pemantauan yang dilakukan dan mendapati harga minyak goreng masih tinggi, pihaknya akan melalukan sosialisasi kepada pedagang supaya mereka segera dapat menyesuaikan harga sebesar Rp 14 ribu rupiah per liternya.

Baca Juga:  Istri Tim Ahli Bupati Gianyar Negatif Covid, Tapi Sang Anak Positif

“Kamu minta pedagang segera dapat menyesuiakan harga minyak lewat sosialisasi-sosialisasi oleh petugas ke pedagang. Dan ini terus akan kami lakukan,” jelas dia.

“Kalau setelah sosialisasi, harga minyak masih juga mahal, maka kami akan tegur para pedagang untuk menurunkan harga minyak. Kami tidak ingin situasi ini dimanfaatkan pedagang untuk mencari keuntungan besar dari pembeli,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/