alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Protes Mutasi ASN Dicueki Bupati Tamba, Wabup Ipat Bilang Begini…

NEGARA – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna merasa keberadaannya sebagai wakil bupati sudah tak dianggap Bupati I Nengah Tamba. Dalam mutasi 66 ASN, protes Patriana Krisna dicueki Bupati Tamba. 

 

Saat pelantikan yang digelar di ruang rapat Jimbarwana lantai II area kantor Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna tidak hadir.

Ketika dihubungi, Patriana Krisna mengaku sedang berada di luar kota. Saat ditanya soal ketidakhadirannya dalam pelantikan, dia justru bertanya balik. “Ada mutasi?,” kata Ipat, bertanya balik seakan tidak mengetahui adanya mutasi ASN.

 

Ipat, sapaan Patriana Krisna mengaku dia tidak dilibatkan dalam mutasi 66 ASN Jumat, 21 Januari 2022. Ketika mendengar akan ada mutasi, Ipat mengaku sudah menghubungi Bupati Tamba agar menunda dan dibahas lagi mengenai mutasi dan promosi.

Baca Juga:  Seru, Enam Camat di Badung Head To Head Berebut Jabatan Eselon IIB

“Kemarin saya minta pada bupati untuk ditunda untuk dibahas bersama,” jelas Ipat.

 

Ipat menyayangkan pelantikan yang sudah dilaksanakan. Karena dengan pelantikan tersebut, Ipat menilai bupati tidak lagi memandang perlu saran masukan dari wakil bupati. Bahkan menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama kalinya Ipat tidak dilibatkan.

“Harusnya tanpa minta kita harus selalu diskusi, kita itu sepaket. Bukan masing-masing,” tegasnya.

 

Sekalipun ada protes dari Wabup Ipat, Bupati Tamba tetap melangsungkan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Jumat, 21 Januari 2022 kemarin. 

Terkait sudah adanya pelantikan, Ipat pun tak bisa berbuat apa-apa. Karena sudah dilaksanakan pelantikan, meski tidak ada pembahasan bersama wakil bupati, Ipat tetap menghormati keputusan bupati.

Baca Juga:  Keren! Bupati Gianyar Akan Sulap TPA Temesi Jadi Wisata Edukasi

“Saya tetap menghormati keputusan bupati,” tegasnya.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pejabat yang dilantiknya itu didasarkan atas prestasi sesuai bidangnya masing-masing. Dia juga menyanggah mutasi kali ini ada muatan politik. Katanya, mutasi ini murni berdasarkan kinerja.

“Saya tidak ada beban. Saya tidak punya saudara disini, tidak ada keluarga saya jadi pegawai. Keluarga saya semua buruh dan tani. Semua murni untuk kepentingan kabupaten Jembrana,” tegasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

NEGARA – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna merasa keberadaannya sebagai wakil bupati sudah tak dianggap Bupati I Nengah Tamba. Dalam mutasi 66 ASN, protes Patriana Krisna dicueki Bupati Tamba. 

 

Saat pelantikan yang digelar di ruang rapat Jimbarwana lantai II area kantor Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna tidak hadir.


Ketika dihubungi, Patriana Krisna mengaku sedang berada di luar kota. Saat ditanya soal ketidakhadirannya dalam pelantikan, dia justru bertanya balik. “Ada mutasi?,” kata Ipat, bertanya balik seakan tidak mengetahui adanya mutasi ASN.

 

Ipat, sapaan Patriana Krisna mengaku dia tidak dilibatkan dalam mutasi 66 ASN Jumat, 21 Januari 2022. Ketika mendengar akan ada mutasi, Ipat mengaku sudah menghubungi Bupati Tamba agar menunda dan dibahas lagi mengenai mutasi dan promosi.

Baca Juga:  Desain BBPJN Ngadat, Pengadaan Lahan Shortcut Tertunda

“Kemarin saya minta pada bupati untuk ditunda untuk dibahas bersama,” jelas Ipat.

 

Ipat menyayangkan pelantikan yang sudah dilaksanakan. Karena dengan pelantikan tersebut, Ipat menilai bupati tidak lagi memandang perlu saran masukan dari wakil bupati. Bahkan menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama kalinya Ipat tidak dilibatkan.

“Harusnya tanpa minta kita harus selalu diskusi, kita itu sepaket. Bukan masing-masing,” tegasnya.

 

Sekalipun ada protes dari Wabup Ipat, Bupati Tamba tetap melangsungkan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Jumat, 21 Januari 2022 kemarin. 

Terkait sudah adanya pelantikan, Ipat pun tak bisa berbuat apa-apa. Karena sudah dilaksanakan pelantikan, meski tidak ada pembahasan bersama wakil bupati, Ipat tetap menghormati keputusan bupati.

Baca Juga:  Puting Beliung Dampak La Nina, Korban Digelontor Paket Sembako

“Saya tetap menghormati keputusan bupati,” tegasnya.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pejabat yang dilantiknya itu didasarkan atas prestasi sesuai bidangnya masing-masing. Dia juga menyanggah mutasi kali ini ada muatan politik. Katanya, mutasi ini murni berdasarkan kinerja.

“Saya tidak ada beban. Saya tidak punya saudara disini, tidak ada keluarga saya jadi pegawai. Keluarga saya semua buruh dan tani. Semua murni untuk kepentingan kabupaten Jembrana,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/