alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Stafsus Jokowi Datang, Warkadea: Silakan, Asal Tidak Relokasi Pura

KUBUTAMBAHAN – Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Lenis Kogoya, melakukan kunjungan ke Bukit Teletubies Desa Kubutambahan, siang kemarin (21/2).

Bukit Teletubies selama ini disebut-sebut sebagai calon lokasi pembangunan bandara internasional di Bali Utara. Dalam kunjungan itu, Lenis berjanji memperjuangkan agar izin lokasi bandara segera terbit.

Lantas, bagaimana tanggapan masyarakat Desa Kubutambahan? Kelian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea berharap wacana pembangunan bandara bukan sekadar wacana.

Tapi, berharap proyek monumental itu benar-benar segera diwujudkan. Selain itu izin penetapan lokasi diharapkan benar-benar terbit dalam waktu dekat ini.

Sehingga tidak ada wacana dan kepentingan lain yang menyusup di masyarakat. “Kami ingin benar-benar berjalan.

Jangan masyarakat digoda-goda terus, nanti akan muncul pro kontra lagi. Lama-lama masyarakat kami bisa konflik horizontal,” kata Warkadea.

Ia mengaku tak mempermasalahkan apakah bandara akan dibangun di darat atau di laut. Selama tak merelokasi pura dan situs-situs sejarah, krama adat akan mendukung pembangunan pura.

“Di darat, kalau merelokasi pura, kami menolak. Di laut kalau merelokasi pura, juga kami tolak. Silakan berjuang di atas, tapi jangan masyarakat kami diadu-adu. Kami harap setelah ini izin penlok segera turun,” tandas Warkadea.

Sekadar mengingatkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat melakukan kunjungan ke Bukit Teletubbies pada 30 Desember lalu.

Saat itu Menhub berjanji akan menerbitkan izin penetapan lokasi dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan sejak melakukan kunjungan. “Tiga sampai empat bulan ke depan. Setelah hari ini,” ujarnya kala itu.

Setelah izin penlok terbit, Kementerian Perhubungan akan melakukan tender proyek melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Skema pembangunan ini sudah disepakati oleh komponen pemerintah, masyarakat, serta krama adat dalam forum konsultasi publik pada 19 Desember 2018 silam. 



KUBUTAMBAHAN – Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Lenis Kogoya, melakukan kunjungan ke Bukit Teletubies Desa Kubutambahan, siang kemarin (21/2).

Bukit Teletubies selama ini disebut-sebut sebagai calon lokasi pembangunan bandara internasional di Bali Utara. Dalam kunjungan itu, Lenis berjanji memperjuangkan agar izin lokasi bandara segera terbit.

Lantas, bagaimana tanggapan masyarakat Desa Kubutambahan? Kelian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea berharap wacana pembangunan bandara bukan sekadar wacana.

Tapi, berharap proyek monumental itu benar-benar segera diwujudkan. Selain itu izin penetapan lokasi diharapkan benar-benar terbit dalam waktu dekat ini.

Sehingga tidak ada wacana dan kepentingan lain yang menyusup di masyarakat. “Kami ingin benar-benar berjalan.

Jangan masyarakat digoda-goda terus, nanti akan muncul pro kontra lagi. Lama-lama masyarakat kami bisa konflik horizontal,” kata Warkadea.

Ia mengaku tak mempermasalahkan apakah bandara akan dibangun di darat atau di laut. Selama tak merelokasi pura dan situs-situs sejarah, krama adat akan mendukung pembangunan pura.

“Di darat, kalau merelokasi pura, kami menolak. Di laut kalau merelokasi pura, juga kami tolak. Silakan berjuang di atas, tapi jangan masyarakat kami diadu-adu. Kami harap setelah ini izin penlok segera turun,” tandas Warkadea.

Sekadar mengingatkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat melakukan kunjungan ke Bukit Teletubbies pada 30 Desember lalu.

Saat itu Menhub berjanji akan menerbitkan izin penetapan lokasi dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan sejak melakukan kunjungan. “Tiga sampai empat bulan ke depan. Setelah hari ini,” ujarnya kala itu.

Setelah izin penlok terbit, Kementerian Perhubungan akan melakukan tender proyek melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Skema pembangunan ini sudah disepakati oleh komponen pemerintah, masyarakat, serta krama adat dalam forum konsultasi publik pada 19 Desember 2018 silam. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/