alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Anak Kuli Panggul Pasar Kidul Positif Corona, Petugas Rapid Test Pacar

BANGLI- Diduga tertular dari sang ibu, putri atau anak dari tukang suwun (kuli panggul) di Pasar Kidul, Bangli dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

 

Selanjutnya, dengan hasil swab positif, kedua pasien yang berstatus ibu dan anak ini langsung dirujuk dan dirawat ke RS PTN Unud di Jimbaran.

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Bangli, Nengah Nadi, Rabu (22/4) mengatakan, dengan temuan kasus baru di Bangli, pihaknya langsung menggelar rapid test di lingkungan tempat tinggal tukang suwun.

 

Setidaknya ada 23 orang atau kerabat yang di-rapid test karena diduga sempat melakukan kontak erat dengan pasien

 

Selain kerabat pasien, rapid test juga menyasar pacar dari putri tukang suwun yang berasal dari Kecamatan Tembuku, serta pedangan, tukang suwun, tukang pungut retribusi, maupun tukang ojek di Pasar Kidul.

Baca Juga:  Tabrak Supra saat Putar Haluan Mendadak, Anggota Polres Jembrana Tewas

 

Ada 17 orang di Pasar Kidul yang di-rapid test.

 

 “Hasil rapid tes, baik keluarga maupun pacarnya termasuk orang-orang yang diduga kontak erat di Pasar sementara negatif,” ungkapnya.

Namun, kata Nengah Nadi, meski hasil rapid test negatif, masyarakat yang sudah di-rapid tes diminta menjalani isolasi selama 14 hari secara mandiri di rumah masing-masing.

 

“Untuk isolasi warga, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk kebutuhan logistik selama isolasi mandiri,”imbuhnya.

 

 

Sementara di bagian lain, seorang pasien RSU Bangli yang meninggal pada Rabu pagi dikremasi sesuai standar penanganan Covid.

 

Pasien asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, sempat dinyatakan positif saat di-rapid tes. Namun, hasil swab tes menunjukkan hasil negatif.

Baca Juga:  Covid Landai, Umat Buddha di Buleleng Lega Bisa Beribadah Normal saat Waisak

 

Pasien dinyatakan menderita syock septic, pneumonia, diabetes tipe II.

 

“Swab dilakukan dua kali, dan kedua hasilnya negatif Covid-19,” ungkapnya.

 

Terkait hasil rapid test yang menunjukan positif, kata Wayan Dirgayusa bahwa positif virus lain dan bukan Corona.

 

Sesuai dengan ketentuan, warga yang meninggal meski bukan diakibatkan virus Corona, penangan jenazah tetap sesuai penangan pasien Covid-19.

 

“Hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit, jenazah ditangani sesuai SOP Covid-19. Jenazah yang bersangkutan dijemput oleh Satgas Desa, dan langsung dibawa ke setra (kuburan) adat setempat,” pungkasnya.



BANGLI- Diduga tertular dari sang ibu, putri atau anak dari tukang suwun (kuli panggul) di Pasar Kidul, Bangli dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

 

Selanjutnya, dengan hasil swab positif, kedua pasien yang berstatus ibu dan anak ini langsung dirujuk dan dirawat ke RS PTN Unud di Jimbaran.

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Bangli, Nengah Nadi, Rabu (22/4) mengatakan, dengan temuan kasus baru di Bangli, pihaknya langsung menggelar rapid test di lingkungan tempat tinggal tukang suwun.

 

Setidaknya ada 23 orang atau kerabat yang di-rapid test karena diduga sempat melakukan kontak erat dengan pasien

 

Selain kerabat pasien, rapid test juga menyasar pacar dari putri tukang suwun yang berasal dari Kecamatan Tembuku, serta pedangan, tukang suwun, tukang pungut retribusi, maupun tukang ojek di Pasar Kidul.

Baca Juga:  Warga yang Terjaring Razia Masker di Jembrana Langsung Rapid Test

 

Ada 17 orang di Pasar Kidul yang di-rapid test.

 

 “Hasil rapid tes, baik keluarga maupun pacarnya termasuk orang-orang yang diduga kontak erat di Pasar sementara negatif,” ungkapnya.

Namun, kata Nengah Nadi, meski hasil rapid test negatif, masyarakat yang sudah di-rapid tes diminta menjalani isolasi selama 14 hari secara mandiri di rumah masing-masing.

 

“Untuk isolasi warga, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk kebutuhan logistik selama isolasi mandiri,”imbuhnya.

 

 

Sementara di bagian lain, seorang pasien RSU Bangli yang meninggal pada Rabu pagi dikremasi sesuai standar penanganan Covid.

 

Pasien asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, sempat dinyatakan positif saat di-rapid tes. Namun, hasil swab tes menunjukkan hasil negatif.

Baca Juga:  TPA Butus Overload, Akhir 2022 Diprediksi Tak Bisa Tampung Sampah

 

Pasien dinyatakan menderita syock septic, pneumonia, diabetes tipe II.

 

“Swab dilakukan dua kali, dan kedua hasilnya negatif Covid-19,” ungkapnya.

 

Terkait hasil rapid test yang menunjukan positif, kata Wayan Dirgayusa bahwa positif virus lain dan bukan Corona.

 

Sesuai dengan ketentuan, warga yang meninggal meski bukan diakibatkan virus Corona, penangan jenazah tetap sesuai penangan pasien Covid-19.

 

“Hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit, jenazah ditangani sesuai SOP Covid-19. Jenazah yang bersangkutan dijemput oleh Satgas Desa, dan langsung dibawa ke setra (kuburan) adat setempat,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/