alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Kontak dengan Pasien Positif, 42 Tenaga Medis di Buleleng Dikarantina

SINGARAJA-Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19  Buleleng mencatat, ada 42 orang tenaga medis yang dikarantina.

Puluhan tenaga medis ini menjalani karantina mandiri setelah diduga kuat sempat melakukan kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)-15.

Pasien ini diketahui berprofesi sebagai pedagang. Sebelum dinyatakan positif covid, ia sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Buleleng.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, tim sudah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan PDP-15.

Tercatat ada 64 orang yang sempat melakukan kontak erat dengan PDP-15. Dari 64 orang itu, sebanyak 42 orang diantaranya ternyata tenaga medis.

Terinci, dari total 42 orang tenaga medis yang sempat melakukan kontak, seorang diantaranya bertugas di puskesmas. Sedangkan  41 orang lainnya bertugas di rumah sakit.

Seluruhnya dinyatakan tak mengalami gejala tertentu, sehingga masuk dalam kelompok OTG. Meski OTG, hingga kini GTPP belum dapat melakukan rapid test terhadap para tenaga medis tersebut. Pemerintah masih menanti kiriman alat rapid test dari provinsi.

“Semua statusnya OTG. Mudah-mudahan tidak naik lagi jumlahnya, dan statusnya juga tidak naik. Semuanya sudah kami minta karantina mandiri. Sementara ini belum kami lakukan rapid test, mudah-mudahan besok sudah bisa dilakukan,” tukas Suyasa. 



SINGARAJA-Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19  Buleleng mencatat, ada 42 orang tenaga medis yang dikarantina.

Puluhan tenaga medis ini menjalani karantina mandiri setelah diduga kuat sempat melakukan kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)-15.

Pasien ini diketahui berprofesi sebagai pedagang. Sebelum dinyatakan positif covid, ia sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Buleleng.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, tim sudah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan PDP-15.

Tercatat ada 64 orang yang sempat melakukan kontak erat dengan PDP-15. Dari 64 orang itu, sebanyak 42 orang diantaranya ternyata tenaga medis.

Terinci, dari total 42 orang tenaga medis yang sempat melakukan kontak, seorang diantaranya bertugas di puskesmas. Sedangkan  41 orang lainnya bertugas di rumah sakit.

Seluruhnya dinyatakan tak mengalami gejala tertentu, sehingga masuk dalam kelompok OTG. Meski OTG, hingga kini GTPP belum dapat melakukan rapid test terhadap para tenaga medis tersebut. Pemerintah masih menanti kiriman alat rapid test dari provinsi.

“Semua statusnya OTG. Mudah-mudahan tidak naik lagi jumlahnya, dan statusnya juga tidak naik. Semuanya sudah kami minta karantina mandiri. Sementara ini belum kami lakukan rapid test, mudah-mudahan besok sudah bisa dilakukan,” tukas Suyasa. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/