alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Yess….Preman, Mucikari, dan PSK Digulung Ramai-ramai, Ini Hasilnya…

NEGARA – Operasi penyakit masyarakat (pekat) agung 2018 yang digelar Polres Jembrana selama hampir sebulan, yakni 27 April -17 Mei, mengungkap 24 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 31 orang.

Namun hanya 8 orang yang ditahan, sisanya sebanyak 23 orang tidak ditahan. Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiartha mengatakan,

kasus yang terungkap selama operasi pekat tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan, ada juga yang melanggar peraturan daerah (perda).

Karena itu, tidak semua tersangka ditahan. Dari 31 orang hanya 8 orang yang ditahan, karena kasus pencurian dan judi.

“Sisanya (23 orang) wajib lapor,” jelasnya, didampingi Kabagops Polres Jembrana Kompol Mahfud Didik Wiratmoko, Senin (21/5) kemarin.

Perwira menengah asal Kelurahan Lelateng ini merinci, untuk tersangka yang melanggar Perda sebanyak 14 orang karena kasus minuman keras, satu orang sebagai mucikari beserta dua orang pekerja seks komersial (PSK).

Baca Juga:  TEGAS! Jadi TSK, Bupati PAS Hentikan Sementara Status 8 Pejabat Dispar

Sedangkan tersangka yang melanggar 492 KUHP atau premanisme sebanyak 6 orang. Kabagops Kompol Mahfud menambahkan, 23 tersangka yang tidak ditahan kasusnya tetap diproses hukum dengan tindak pidana ringan.

”Para tersangka tetap akan diproses hukum dengan tindak pidana ringan,” ungkapnya



NEGARA – Operasi penyakit masyarakat (pekat) agung 2018 yang digelar Polres Jembrana selama hampir sebulan, yakni 27 April -17 Mei, mengungkap 24 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 31 orang.

Namun hanya 8 orang yang ditahan, sisanya sebanyak 23 orang tidak ditahan. Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiartha mengatakan,

kasus yang terungkap selama operasi pekat tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan, ada juga yang melanggar peraturan daerah (perda).

Karena itu, tidak semua tersangka ditahan. Dari 31 orang hanya 8 orang yang ditahan, karena kasus pencurian dan judi.

“Sisanya (23 orang) wajib lapor,” jelasnya, didampingi Kabagops Polres Jembrana Kompol Mahfud Didik Wiratmoko, Senin (21/5) kemarin.

Perwira menengah asal Kelurahan Lelateng ini merinci, untuk tersangka yang melanggar Perda sebanyak 14 orang karena kasus minuman keras, satu orang sebagai mucikari beserta dua orang pekerja seks komersial (PSK).

Baca Juga:  Antisipasi Kejahatan Jalanan, Polsek Melaya Gelar Patroli Dialogis

Sedangkan tersangka yang melanggar 492 KUHP atau premanisme sebanyak 6 orang. Kabagops Kompol Mahfud menambahkan, 23 tersangka yang tidak ditahan kasusnya tetap diproses hukum dengan tindak pidana ringan.

”Para tersangka tetap akan diproses hukum dengan tindak pidana ringan,” ungkapnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/