alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Keuangan ‘Bangkrut’, Tiga Program Bantuan Sosial di Badung Dihentikan

MANGUPURA – Merosotnya pendapatan selama masa pandemic Covid-19 membuat kondisi keuangan di Pemkab Badung terganggu.

Bahkan, akibat terus menurunnya pendapatan, sejumlah program terancam dibatalkan.

Sejumlah program Pemkab Badung, itu diantaranya bantuan sosial berupa pemberian santunan lansia, santunan kematian, dan santunan penunggu pasien.

Ketiga program itu terancam tidak bisa direalisasikan. Pasalnya, Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kemendagri belum bisa mengakomodir program tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung Ni Luh Suryaniti tak menampik bahwa program bantuan sosial tersebut belum bisa dilanjutkan di tahun 2021 ini.

Selain disebabkan kondisi keuangan Badung yang merosot, sistem di SIPD belum bisa mengakomodir program santunan tersebut. Sehingga sampai saat ini belum bisa dianggarkan untuk merealisasikannya.

Baca Juga:  Atap Rangka Ambruk, Kejari Badung Ambil Sampel Proyek GMM

“Sementara SPID dari sisi penganggaran belum mengakomodir itu (program santunan lansia, kematian, dan penunggu pasien). Jadi belum ada penganggarannya,” beber Suryaniti saat dikonfirmasi perihal santunan usai menghadiri rapat kerja di DPRD Badung belum lama ini.

- Advertisement -

Disinggung  apakah program tersebut bisa dilaksanakan, Kepala Inspektorat Badung ini hanya memberikan jawaban normatif.

“Kalau santunan lansia itu tergantung keuangan daerah. Sementara untuk santunan kematian dan santunan penunggu pasien itu kami belum anggarkan karena SPID belum bisa diakomodir,  istilah lumrahnya belum ada rumahnya,” pungkasnya.

- Advertisement -

MANGUPURA – Merosotnya pendapatan selama masa pandemic Covid-19 membuat kondisi keuangan di Pemkab Badung terganggu.

Bahkan, akibat terus menurunnya pendapatan, sejumlah program terancam dibatalkan.

Sejumlah program Pemkab Badung, itu diantaranya bantuan sosial berupa pemberian santunan lansia, santunan kematian, dan santunan penunggu pasien.

Ketiga program itu terancam tidak bisa direalisasikan. Pasalnya, Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kemendagri belum bisa mengakomodir program tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung Ni Luh Suryaniti tak menampik bahwa program bantuan sosial tersebut belum bisa dilanjutkan di tahun 2021 ini.

Selain disebabkan kondisi keuangan Badung yang merosot, sistem di SIPD belum bisa mengakomodir program santunan tersebut. Sehingga sampai saat ini belum bisa dianggarkan untuk merealisasikannya.

Baca Juga:  Lagi Penyu Mati Terdampar di Pantai Perancak

“Sementara SPID dari sisi penganggaran belum mengakomodir itu (program santunan lansia, kematian, dan penunggu pasien). Jadi belum ada penganggarannya,” beber Suryaniti saat dikonfirmasi perihal santunan usai menghadiri rapat kerja di DPRD Badung belum lama ini.

Disinggung  apakah program tersebut bisa dilaksanakan, Kepala Inspektorat Badung ini hanya memberikan jawaban normatif.

“Kalau santunan lansia itu tergantung keuangan daerah. Sementara untuk santunan kematian dan santunan penunggu pasien itu kami belum anggarkan karena SPID belum bisa diakomodir,  istilah lumrahnya belum ada rumahnya,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/