alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Optimis Vaksinasi Zona Hijau Bisa Percepat Pemulihan Pariwisata Bali

BADUNG-Sejumlah pelaku pelaku pariwisata optimistis, program vaksinasi tahap II yang diselenggarakan pemerintah pusat di zona hijau (green zone) bisa mempercepat pemulihan pariwisata Bali.

 

Seperti diketahui, Setelah di kawasan Pariwisata Ubud dan Sanur, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung, serta para stakeholder.melaksanakan program vaksinasi tahap II di kawasan The Nusa Dua, Badung, Bali.

 

Melalui program vaksinasi yang berlangsung mulai 20-28 Mei 2021 mendatang itu, pemerintah mentargetkan pemberian dosis vaksin mampu menyasar sekitar 8.000 pelaku pariwisata (karyawan hotel, petugas keamanan dan kebersihan, pegawai, paguyuban pedagang pantai, dan tenaga transportasi) di kawasan Nusa Dua.

 

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi tahap II bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan The Nusa Dua.

 

“Pemberian vaksinasi ini merupakan satu dari dua pola pendekatan yang kami gunakan untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai Green Zone Destination.

Pola pendekatan pertama adalah tata kelola kawasan berupa penyiapan infrastruktur, penyusunan dan implementasi SOP, dan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE),”terangnya.

Baca Juga:  NGERI! Ngamuk, Dua Anjing Rabies Gigit 9 Warga Bumi Serombotan

 

Sedangkan pola kedua, imbuh Ardita, yakni dengan pemberian vaksinasi bagi pekerja pariwisata di kawasan The Nusa Dua.

 

“Kedua pola ini kami yakini dapat menekan penularan COVID-19 di dalam kawasan dan sekitarnya, sehingga baik pekerja maupun wisatawan dapat berkegiatan dengan aman dan nyaman di The Nusa Dua,” papar Ardita, pada Jumat kemarin (21/5).

 

Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan kawasan The Nusa Dua (Badung), Ubud (Gianyar), dan Sanur (Denpasar) sebagai green zone atau kawasan bebas COVID-19 dalam upaya mempercepat pemulihan pariwisata Bali dengan memprioritaskan pada kedatangan wisatawan domestik.

 

Melalui green zone ini diharapkan wisatawan khususnya wisatawan domestik, merasa aman dan nyaman saat berwisata baik karena penerapan protokol kesehatan yang ketat maupun vaksinasi menyeluruh terhadap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di zona atau kawasan tersebut berikut desa-desa penyangganya.

 

Dengan penetapan The Nusa Dua sebagai Green Zone Destination, diharapkan dapat meningkatkan minat dan kepercayaan diri wisatawan domestik untuk berkunjung mengingat kawasan terintegrasi ini memiliki kelengkapan akomodasi, fasilitas, dan atraksi sehingga akan memudahkan wisatawan untuk berkegiatan atau berlibur tanpa perlu meninggalkan kawasan.

Baca Juga:  Amdal Belum Kelar, Proyek Underpass Sudah Dikebut

 

Selain itu, kesiapan The Nusa Dua sebagai s destinasi wisata bersertifikasi CHSE yang siap menerima kunjungan wisatawan khususnya domestik, juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga.

 

Dukungan ini terlihat dari ditandatanganinya Dukungan Penyediaan Akomodasi Untuk Peningkatan Pariwisata The Nusa Dua Bali antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves) dan ITDC dalam upaya meningkatkan kunjungan dan okupansi kawasan The Nusa Dua melalui program Work From Bali.

 

“Dengan meningkatnya kunjungan ke The Nusa Dua melalui program Green Zone Destination dan Work From Bali, kami optimistis The Nusa Dua dapat menjadi lokomotif pemulihan pariwisata Bali. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah dan seluruh stakeholders terhadap kawasan yang kami kelola ini.” pungkasnya.


BADUNG-Sejumlah pelaku pelaku pariwisata optimistis, program vaksinasi tahap II yang diselenggarakan pemerintah pusat di zona hijau (green zone) bisa mempercepat pemulihan pariwisata Bali.

 

Seperti diketahui, Setelah di kawasan Pariwisata Ubud dan Sanur, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung, serta para stakeholder.melaksanakan program vaksinasi tahap II di kawasan The Nusa Dua, Badung, Bali.

 

Melalui program vaksinasi yang berlangsung mulai 20-28 Mei 2021 mendatang itu, pemerintah mentargetkan pemberian dosis vaksin mampu menyasar sekitar 8.000 pelaku pariwisata (karyawan hotel, petugas keamanan dan kebersihan, pegawai, paguyuban pedagang pantai, dan tenaga transportasi) di kawasan Nusa Dua.

 

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi tahap II bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan The Nusa Dua.

 

“Pemberian vaksinasi ini merupakan satu dari dua pola pendekatan yang kami gunakan untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai Green Zone Destination.

Pola pendekatan pertama adalah tata kelola kawasan berupa penyiapan infrastruktur, penyusunan dan implementasi SOP, dan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE),”terangnya.

Baca Juga:  Libur Sekolah Tetap Absen ke Sekolah, Guru-guru di Badung Ngedumel

 

Sedangkan pola kedua, imbuh Ardita, yakni dengan pemberian vaksinasi bagi pekerja pariwisata di kawasan The Nusa Dua.

 

“Kedua pola ini kami yakini dapat menekan penularan COVID-19 di dalam kawasan dan sekitarnya, sehingga baik pekerja maupun wisatawan dapat berkegiatan dengan aman dan nyaman di The Nusa Dua,” papar Ardita, pada Jumat kemarin (21/5).

 

Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan kawasan The Nusa Dua (Badung), Ubud (Gianyar), dan Sanur (Denpasar) sebagai green zone atau kawasan bebas COVID-19 dalam upaya mempercepat pemulihan pariwisata Bali dengan memprioritaskan pada kedatangan wisatawan domestik.

 

Melalui green zone ini diharapkan wisatawan khususnya wisatawan domestik, merasa aman dan nyaman saat berwisata baik karena penerapan protokol kesehatan yang ketat maupun vaksinasi menyeluruh terhadap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di zona atau kawasan tersebut berikut desa-desa penyangganya.

 

Dengan penetapan The Nusa Dua sebagai Green Zone Destination, diharapkan dapat meningkatkan minat dan kepercayaan diri wisatawan domestik untuk berkunjung mengingat kawasan terintegrasi ini memiliki kelengkapan akomodasi, fasilitas, dan atraksi sehingga akan memudahkan wisatawan untuk berkegiatan atau berlibur tanpa perlu meninggalkan kawasan.

Baca Juga:  Astungkara…Dana untuk Para Lansia dari Kemensos Akhirnya Cair

 

Selain itu, kesiapan The Nusa Dua sebagai s destinasi wisata bersertifikasi CHSE yang siap menerima kunjungan wisatawan khususnya domestik, juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga.

 

Dukungan ini terlihat dari ditandatanganinya Dukungan Penyediaan Akomodasi Untuk Peningkatan Pariwisata The Nusa Dua Bali antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves) dan ITDC dalam upaya meningkatkan kunjungan dan okupansi kawasan The Nusa Dua melalui program Work From Bali.

 

“Dengan meningkatnya kunjungan ke The Nusa Dua melalui program Green Zone Destination dan Work From Bali, kami optimistis The Nusa Dua dapat menjadi lokomotif pemulihan pariwisata Bali. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah dan seluruh stakeholders terhadap kawasan yang kami kelola ini.” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/