alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Pendidikan Karakter Cara Tepat Cegah Kekerasan Seksual Peserta Didik

SINGARAJA – Pramuka diminta berperan lebih aktif lagi dalam menumbuhkan pendidikan karakter pada peserta didik.

Pendidikan karakter diyakini dapat menekan kasus kekerasan seksual yang menimpa peserta didik.

Lebih lagi di Buleleng dalam kurun waktu setahun terakhir, ditemukan dua kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai korban kekerasan seksual, maupun pelaku kekerasan seksual.

Hal itu terungkap saat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng melakukan Kursus Orientasi Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Kursus itu dilangsungkan secara virtual.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng Gede Suyasa mengatakan, orientasi itu sangat strategis. Sebab Kamabigus dijabat secara langsung oleh kepala sekolah.

Di lembaga pendidikan, kepala sekolah memegang kendali penuh terhadap tata manajerial dan pendidikan sekolah.

Baca Juga:  Korban Mengaku Ke Polisi Baru Disetubuhi Pelaku Sekali

Menurut Suyasa tuntutan dunia pendidikan saat ini berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Para pendidik perlu melakukan penanaman karakter dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Idealnya dalam setiap interaksi para pendidik harus menyelipkan pesan moral, pesan kebangsaan, dan pesan-pesan lain untuk menanamkan pemahaman karakter pada peserta didik.

Hal itu diangkap relevan dengan perkembangan yang terjadi. “Ada kasus pelecehan seksual yang menimpa anak di bawah umur, pelakunya pun di bawah umur. Ini harus menjadi tanggungjawab bersama,” kata Suyasa.

Ia mengingatkan agar para kamabigus dapat memberikan penekanan dan pemahaman pada para peserta didik tentang bahaya kejahatan seksual.

Sehingga mereka dapat terhindar dari tindak pidana tersebut. Baik itu sebagai korban, maupun pelaku.

Baca Juga:  Sudahkah Anak Kita Mendapatkan Pendidikan Karakter yang Baik?

“Pemanfaatan media sosial juga harus diawasi dengan ketat. Sebab informasi yang muncul sangat bebas, tidak tersaring dengan baik.

Sehingga sangat besar pengaruhnya pada perilaku sehari-hari. Ini juga harus dipantau, bukan hanya oleh para pendidik, namun juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya,” papar Suyasa. 

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA – Pramuka diminta berperan lebih aktif lagi dalam menumbuhkan pendidikan karakter pada peserta didik.

Pendidikan karakter diyakini dapat menekan kasus kekerasan seksual yang menimpa peserta didik.

Lebih lagi di Buleleng dalam kurun waktu setahun terakhir, ditemukan dua kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai korban kekerasan seksual, maupun pelaku kekerasan seksual.


Hal itu terungkap saat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng melakukan Kursus Orientasi Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Kursus itu dilangsungkan secara virtual.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng Gede Suyasa mengatakan, orientasi itu sangat strategis. Sebab Kamabigus dijabat secara langsung oleh kepala sekolah.

Di lembaga pendidikan, kepala sekolah memegang kendali penuh terhadap tata manajerial dan pendidikan sekolah.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Karangasem Mulai Melandai, Dua Pasien Positif Sembuh

Menurut Suyasa tuntutan dunia pendidikan saat ini berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Para pendidik perlu melakukan penanaman karakter dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Idealnya dalam setiap interaksi para pendidik harus menyelipkan pesan moral, pesan kebangsaan, dan pesan-pesan lain untuk menanamkan pemahaman karakter pada peserta didik.

Hal itu diangkap relevan dengan perkembangan yang terjadi. “Ada kasus pelecehan seksual yang menimpa anak di bawah umur, pelakunya pun di bawah umur. Ini harus menjadi tanggungjawab bersama,” kata Suyasa.

Ia mengingatkan agar para kamabigus dapat memberikan penekanan dan pemahaman pada para peserta didik tentang bahaya kejahatan seksual.

Sehingga mereka dapat terhindar dari tindak pidana tersebut. Baik itu sebagai korban, maupun pelaku.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Bukan Penderita HIV, Bupati PAS Minta Buka Identitas

“Pemanfaatan media sosial juga harus diawasi dengan ketat. Sebab informasi yang muncul sangat bebas, tidak tersaring dengan baik.

Sehingga sangat besar pengaruhnya pada perilaku sehari-hari. Ini juga harus dipantau, bukan hanya oleh para pendidik, namun juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya,” papar Suyasa. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/