alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Sopir Luar Bali Masuk Buleleng Wajib Bayar Ongkos Rapid Test

SINGARAJA – Terbitnya Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor: 257/GugusCovid-19/VI/2020 tentang Penghentian Rapid Test Gratis di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai

membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng mulai bersiap memberlakukan rapid test berbayar pada pos-pos penyekatan perjalanan orang luar yang masuk wilayah Buleleng.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, rapid test berbayar ini akan diputusan Senin hari ini.

Terutama untuk menentukan berapa biaya rapid test tersebut. “Kami punya waktu sekitar satu hari untuk memutuskan berapa besaran nilainya,” ucap Gede Suyasa.  

Menurutnya, rapid test khusus ini berlaku bagi orang dan sopir luar Bali yang mengangkut barang yang lolos dari pemeriksaan di Gilimanuk dan tidak mengantongi surat keterangan rapid test.

Baca Juga:  Pesta Miras di Komplek Perumahan saat Covid-19, Empat Duktang Diciduk

“Mudah-mudah penyekatan di Pelabuhan Gilimanuk ketat. Sehingga kami nantinya hanya memperketat pengawasan orang yang masuk ke Buleleng di pos Labuan Lalang, Sumber Klampok, Gerokgak,” ungkapnya.

Suyasa menambahkan, GTPP Covid-19 Buleleng baru membentuk dua pos membentuk penyekatan. Yakni berada di daerah Cekik Buleleng barat dan Tembok, Tejakula.

Pembentukan pos penyekatan bisa saja bertambah. Karena dari hasil diskusi dengan Bupati Buleleng melihat perkembangan jalur-jalur perjalanan orang, bisa saja pos penyekatan dibentuk di daerah Pancasari, Sukasada.

Mengingat jalur bus yang datang dari Jawa biasanya akan melewati daerah Jembrana terlebih dahulu kemudian ke Denpasar dan baru akan pulang melalui Buleleng.

“Jadi tidak menutup kemungkinan kami pasang lagi pos penyekatan,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Pasien Sembuh Terus Bertambah, Klungkung Catat Angka Kesembuhan Baru


SINGARAJA – Terbitnya Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor: 257/GugusCovid-19/VI/2020 tentang Penghentian Rapid Test Gratis di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai

membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng mulai bersiap memberlakukan rapid test berbayar pada pos-pos penyekatan perjalanan orang luar yang masuk wilayah Buleleng.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, rapid test berbayar ini akan diputusan Senin hari ini.

Terutama untuk menentukan berapa biaya rapid test tersebut. “Kami punya waktu sekitar satu hari untuk memutuskan berapa besaran nilainya,” ucap Gede Suyasa.  

Menurutnya, rapid test khusus ini berlaku bagi orang dan sopir luar Bali yang mengangkut barang yang lolos dari pemeriksaan di Gilimanuk dan tidak mengantongi surat keterangan rapid test.

Baca Juga:  Cuaca Tak Menentu, Satpol Air Polres Karangasem Minta Nelayan Waspada

“Mudah-mudah penyekatan di Pelabuhan Gilimanuk ketat. Sehingga kami nantinya hanya memperketat pengawasan orang yang masuk ke Buleleng di pos Labuan Lalang, Sumber Klampok, Gerokgak,” ungkapnya.

Suyasa menambahkan, GTPP Covid-19 Buleleng baru membentuk dua pos membentuk penyekatan. Yakni berada di daerah Cekik Buleleng barat dan Tembok, Tejakula.

Pembentukan pos penyekatan bisa saja bertambah. Karena dari hasil diskusi dengan Bupati Buleleng melihat perkembangan jalur-jalur perjalanan orang, bisa saja pos penyekatan dibentuk di daerah Pancasari, Sukasada.

Mengingat jalur bus yang datang dari Jawa biasanya akan melewati daerah Jembrana terlebih dahulu kemudian ke Denpasar dan baru akan pulang melalui Buleleng.

“Jadi tidak menutup kemungkinan kami pasang lagi pos penyekatan,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Penyengker Pura Dukuh Bujangga di Karangasem Jebol

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/