alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Setelah Diprotes Warga, Balai Jalan Janji Buatkan Akses Warga Pesaban

AMLAPURA – Setelah diprotes warga Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem terkait proyek drainase yang memutus akses jalan menuju rumah mereka, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali akan membangun fasilitas jalan untuk warga menuju rumah pribadinya.

 

Hal itu disampaikan I Made Budiana, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Bali di bawah naungan Satker pelaksana jalan nasional wialyah 2 provinsi Bali.


Budiana mengungkapkan, setelah adanya keluhan warga desa Pesaban itu pihaknya telah mengusulkan pembangunan akses jalan ke rumah-rumah warga yang terdampak proyek draines tersebut.

 

“Sebelumnya kami minta warga Desa Pesaban mengajukan surat permohonan pembuatan akses jalan. Setelah itu kami telah mengusulkan ke B2PJN Jatim-Bali,” tuturnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/6).

- Advertisement -

Surat permohonan ini, kata dia, dijadikan acuan agar diizinkan untuk melakukan optimalisasi anggaran, untuk bisa mengakomodir keinginan warga agar bisa dibuatkan akses jalan masuk.

Baca Juga:  Data Pemegang KIS – PBI Daerah Tidak Valid di Buleleng Terus Bertambah

 

“Dari awal, desainnya hanya proyek drainase. Tidak ada biaya tanggungan untuk pembangunan akses jalan masuk ke rumah. Hanya ke fasilitas umum yang dibuatkan,” terangnya.

Hasil kajian PPK dari rencana pengerjaan akses jalan ke rumah warga itu kata Budiana, tidak bisa memenuhi keinginan masyarakat 100 persen. Hanya mengupayakan agar warga sekadar memiliki akses menuju rumah.

 

“Seharusnyanya lan desainnya itu 2 meter. Tapi karena keterbatasan anggaran kami hanya bisa penuhi 1,2 meter. Mohon agar masyarakat maklum. Dengan desain 1,2 meter bisa dilewati kendaraan sepeda motor,” kata Budiana.

Disinggung soal aturan, apakah pembangunan kembali akses jalan itu adalah tanggungan dari pemilik proyek, Budiana menjelaskan, kalau anggaran memadai pembangunan jalan ke rumah warga itu bisa ditanggulangi. Namun karena keterbatasan anggaran, tujuan proyek menjadi yang utama.

Baca Juga:  Pelecehan! Siswi SMP Dipaksa Telanjang lalu Difoto dan Diviralkan

“Tujuan utama pembangunan drainase ini untuk mengatasi banjir. Kalau diperkotaan proyek semacam ini kan dibangun trotoar, tapi karena di pedesaan ini murni proyek drainase. Yang penting tujua utama mengatasi banjir itu bisa tercapai. Tapi kalau untuk fasum kami tangani full,” jelasnya.

Pihaknya sadar, di tengah kondisi sulit seperti ini akan sangat memberatkan masyarat ketika dibebankan untuk membuat akses jalan secara mandiri.

 

“Kami sangat memaklumi itu. Makanya diupayakan untuk ditangani meski tidak 100 persen seperti keinginan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Warga Desa Pesaban melayangkan keluhan dengan adanya proyek pembangunan drainase ini. Kondisi ini justru dianggap menyisakan masalah kepada warga lantaran akses masuk menuju rumah warga terputus. Untuk bisa melintas menuju rumah, warga yang terdampak harus membuat jembatan darurat dari bahan papan dan kayu untuk sekadar bisa dilalui kendaraan.

- Advertisement -

AMLAPURA – Setelah diprotes warga Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem terkait proyek drainase yang memutus akses jalan menuju rumah mereka, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali akan membangun fasilitas jalan untuk warga menuju rumah pribadinya.

 

Hal itu disampaikan I Made Budiana, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Bali di bawah naungan Satker pelaksana jalan nasional wialyah 2 provinsi Bali.


Budiana mengungkapkan, setelah adanya keluhan warga desa Pesaban itu pihaknya telah mengusulkan pembangunan akses jalan ke rumah-rumah warga yang terdampak proyek draines tersebut.

 

“Sebelumnya kami minta warga Desa Pesaban mengajukan surat permohonan pembuatan akses jalan. Setelah itu kami telah mengusulkan ke B2PJN Jatim-Bali,” tuturnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/6).

Surat permohonan ini, kata dia, dijadikan acuan agar diizinkan untuk melakukan optimalisasi anggaran, untuk bisa mengakomodir keinginan warga agar bisa dibuatkan akses jalan masuk.

Baca Juga:  Rumah Warga Selat, Karangasem, Bali Ludes Terbakar

 

“Dari awal, desainnya hanya proyek drainase. Tidak ada biaya tanggungan untuk pembangunan akses jalan masuk ke rumah. Hanya ke fasilitas umum yang dibuatkan,” terangnya.

Hasil kajian PPK dari rencana pengerjaan akses jalan ke rumah warga itu kata Budiana, tidak bisa memenuhi keinginan masyarakat 100 persen. Hanya mengupayakan agar warga sekadar memiliki akses menuju rumah.

 

“Seharusnyanya lan desainnya itu 2 meter. Tapi karena keterbatasan anggaran kami hanya bisa penuhi 1,2 meter. Mohon agar masyarakat maklum. Dengan desain 1,2 meter bisa dilewati kendaraan sepeda motor,” kata Budiana.

Disinggung soal aturan, apakah pembangunan kembali akses jalan itu adalah tanggungan dari pemilik proyek, Budiana menjelaskan, kalau anggaran memadai pembangunan jalan ke rumah warga itu bisa ditanggulangi. Namun karena keterbatasan anggaran, tujuan proyek menjadi yang utama.

Baca Juga:  Khawatir Gempa Susulan, Pemerintah Perpanjang Status Tanggap Darurat

“Tujuan utama pembangunan drainase ini untuk mengatasi banjir. Kalau diperkotaan proyek semacam ini kan dibangun trotoar, tapi karena di pedesaan ini murni proyek drainase. Yang penting tujua utama mengatasi banjir itu bisa tercapai. Tapi kalau untuk fasum kami tangani full,” jelasnya.

Pihaknya sadar, di tengah kondisi sulit seperti ini akan sangat memberatkan masyarat ketika dibebankan untuk membuat akses jalan secara mandiri.

 

“Kami sangat memaklumi itu. Makanya diupayakan untuk ditangani meski tidak 100 persen seperti keinginan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Warga Desa Pesaban melayangkan keluhan dengan adanya proyek pembangunan drainase ini. Kondisi ini justru dianggap menyisakan masalah kepada warga lantaran akses masuk menuju rumah warga terputus. Untuk bisa melintas menuju rumah, warga yang terdampak harus membuat jembatan darurat dari bahan papan dan kayu untuk sekadar bisa dilalui kendaraan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/