alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Diburu Nasabah Koperasi, Jaya Antara Nyaris Berhenti Ngayahang

GIANYAR – Koperasi Dana Asih di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati terus dipantau oleh Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Gianyar.

Sementara pemilik koperasi, I Made Jaya Antara masih tak jelas rimbanya. Saat didatangi rumahnya, hanya ada anaknya, Anik.

Anik mengatakan, ayahnya sejak beberapa bulan terakhir tidak ada di rumah. “Sempat pulang, pas odalan sembahyang. Lalu pergi lagi, tidak tahu dimana. Bapak sedang berupaya nyari uang untuk mengganti,” ujar Anik.

Sementara itu, Bendesa Pakraman Negari, I Wayan Latra mengatakan selama kabur, I Made Jaya Antara nyaris berhenti ngayahang adat secara fisik.

Sementara urunan adat, tetap dibayar sesuai ketentuan yang berlaku. “Walaupun tidak di rumah, urunan adat dia tetap aktif membayar.

Baca Juga:  Bertemu Warga, Korban Percobaan Bunuh Diri Mengaku Dikejar Orang

Cuma ayah-ayahan fisik tidak pernah hadir. Seperti waktu odalan pas Tumpek Uduh, dia tidak ngayah tapi tetap urunan,” jelasnya.

Bendesa Latra pun mengaku tidak menyangka salah satu kramanya ini bermasalah. Sebab dari penampilan luar, Made Jaya Antara dikenal baik.

“Dulu pernah sebagai pegawai LPD Negari,” ujarnya. Kemudian, dia percaya menjadi pengawas LPD. Lalu mengelola koperasi,” pungkasnya. 



GIANYAR – Koperasi Dana Asih di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati terus dipantau oleh Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Gianyar.

Sementara pemilik koperasi, I Made Jaya Antara masih tak jelas rimbanya. Saat didatangi rumahnya, hanya ada anaknya, Anik.

Anik mengatakan, ayahnya sejak beberapa bulan terakhir tidak ada di rumah. “Sempat pulang, pas odalan sembahyang. Lalu pergi lagi, tidak tahu dimana. Bapak sedang berupaya nyari uang untuk mengganti,” ujar Anik.

Sementara itu, Bendesa Pakraman Negari, I Wayan Latra mengatakan selama kabur, I Made Jaya Antara nyaris berhenti ngayahang adat secara fisik.

Sementara urunan adat, tetap dibayar sesuai ketentuan yang berlaku. “Walaupun tidak di rumah, urunan adat dia tetap aktif membayar.

Baca Juga:  Tunggu Jasad Hingga Dini Hari, Ada Keyakinan Korban Tewas Hidup Lagi

Cuma ayah-ayahan fisik tidak pernah hadir. Seperti waktu odalan pas Tumpek Uduh, dia tidak ngayah tapi tetap urunan,” jelasnya.

Bendesa Latra pun mengaku tidak menyangka salah satu kramanya ini bermasalah. Sebab dari penampilan luar, Made Jaya Antara dikenal baik.

“Dulu pernah sebagai pegawai LPD Negari,” ujarnya. Kemudian, dia percaya menjadi pengawas LPD. Lalu mengelola koperasi,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/