alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Nekat, Status Level II, Pendaki Liar Nekat Turun ke Kawah Gunung Agung

AMLAPURA – Gunung Agung turun status ke level II. Itu artinya masih ada potensi Gunung Agung erupsi seperti pada tahun 2017 lalu.

Namun, kondisi tersebut dianggap angina lalu oleh pendaki liar. Berdasar rekaman video yang beredar, ada pendaki nekat turun ke kawah Gunung Agung.

Padahal, aktivitas itu sangat dilarang. Bukan hanya turun ke kawah, naik ke puncak gunung juga masih belum diperbolehkan.

Sesuai rekomendasi PVMBG, zona aman adalah 2 Km dari puncak gunung. Yang bikin geleng-geleng kepala, pendaki liar itu malah merekam aksinya.

Pada video berdurasi 1,11 detik tersebut, pendaki ini menjelaskan aksi pendakiannya ke Gunung Agung. Setelah itu turun ke kawah gunung.

Baca Juga:  Panca Wali Krama, Gunung Agung Makin Sering Erupsi, Abu Berguguran

Pada saat menjalankan aksinya, dia melakukan sendiri. Saat itu, kata dia, angin dalam kondisi bertiup kencang.

Hanya saja pendaki tersebut gagal turun sampai ke dasar kawah. Ini karena bau belerang yang menyengat sehingga membuat pendaki tersebut mengaku sesak.

“Bau belerang sangat menyengat,” ujar pendaki tersebut. Sementara rekan pendaki lain menunggu di puncak. Karena takut terjadi sesuatu pendaki tersebut langsung naik.

Diperkirakan kalau video tersebut diambil 17 Agustus lalu. Pandaki tersebut nampaknya ingin mencari sensasi merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan turun ke kawah Gunung Agung.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa saat dikonfermasi mengaku belum mendapat informasi. “Kita belum terima laporan tersebut,” ujar Arimbawa.

Baca Juga:  Senderan Sungai Jebol, Tiga Rumah Warga Rusak Diterjang Banjir

Hanya saja Arimbawa mengaku menyayangkan aksi nekad pendaki tersebut. Karena apa yang mereka lakukan tersebut membahayakan diri sendiri, juga akan merepotkan orang lain kalau terjadi sesuatu.

 Saat ini Gunung Agung ada pada leval II dan masih potensi terjadi erupsi. “Pendaki tersebut jelas telah melanggar rekomendasi PVMBG yakni zonasi behaya 2 km,”  katanya.

Pihaknya sendiri tidak akan bisa melakukan pengawasan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Termasuk kesadaran para pendaki. 



AMLAPURA – Gunung Agung turun status ke level II. Itu artinya masih ada potensi Gunung Agung erupsi seperti pada tahun 2017 lalu.

Namun, kondisi tersebut dianggap angina lalu oleh pendaki liar. Berdasar rekaman video yang beredar, ada pendaki nekat turun ke kawah Gunung Agung.

Padahal, aktivitas itu sangat dilarang. Bukan hanya turun ke kawah, naik ke puncak gunung juga masih belum diperbolehkan.

Sesuai rekomendasi PVMBG, zona aman adalah 2 Km dari puncak gunung. Yang bikin geleng-geleng kepala, pendaki liar itu malah merekam aksinya.

Pada video berdurasi 1,11 detik tersebut, pendaki ini menjelaskan aksi pendakiannya ke Gunung Agung. Setelah itu turun ke kawah gunung.

Baca Juga:  Senderan Sungai Jebol, Tiga Rumah Warga Rusak Diterjang Banjir

Pada saat menjalankan aksinya, dia melakukan sendiri. Saat itu, kata dia, angin dalam kondisi bertiup kencang.

Hanya saja pendaki tersebut gagal turun sampai ke dasar kawah. Ini karena bau belerang yang menyengat sehingga membuat pendaki tersebut mengaku sesak.

“Bau belerang sangat menyengat,” ujar pendaki tersebut. Sementara rekan pendaki lain menunggu di puncak. Karena takut terjadi sesuatu pendaki tersebut langsung naik.

Diperkirakan kalau video tersebut diambil 17 Agustus lalu. Pandaki tersebut nampaknya ingin mencari sensasi merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan turun ke kawah Gunung Agung.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa saat dikonfermasi mengaku belum mendapat informasi. “Kita belum terima laporan tersebut,” ujar Arimbawa.

Baca Juga:  Selain Tak Ada Wasiat, Korban juga Tak Ada Keluhan Sakit Sebelum Ajal

Hanya saja Arimbawa mengaku menyayangkan aksi nekad pendaki tersebut. Karena apa yang mereka lakukan tersebut membahayakan diri sendiri, juga akan merepotkan orang lain kalau terjadi sesuatu.

 Saat ini Gunung Agung ada pada leval II dan masih potensi terjadi erupsi. “Pendaki tersebut jelas telah melanggar rekomendasi PVMBG yakni zonasi behaya 2 km,”  katanya.

Pihaknya sendiri tidak akan bisa melakukan pengawasan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Termasuk kesadaran para pendaki. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/