alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Tingkat Kesembuhan Pasien Membaik, Dua Hari 37 Pasien Sembuh

SINGARAJA – Trend kesembuhan pasien terkonfirmasi positif covid semakin membaik. Sempat berada pada angka 60 persen, kini berada pada angka 78 persen. Pasien yang dinyatakan sembuh makin banyak.

Data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, dalam kurun waktu dua hari terakhir, ada 37 orang pasien yang berhasil dinyatakan sembuh.

Sebanyak 20 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh pada Kamis (20/8) lalu. Sedangkan 17 orang lainnya dinyatakan sembuh kemarin (21/8).

“Mayoritas itu pasien asimtomatik (tanpa gejala) dan simtomatik (gejala) ringan. Mereka selama ini isolasi mandiri. Kami nyatakan sembuh setelah 14 hari menjalani masa isolasi,” kata Sekretaris GTPP Buleleng Gede Suyasa.

Suyasa mengatakan, para pasien yang menjalani isolasi mandiri, sebenarnya bisa saja dinyatakan sembuh lebih awal.

Sebelum protokol kesehatan revisi kelima diterapkan, beberapa pasien dinyatakan sembuh dalam waktu singkat.

Baca Juga:  UPDATE! Kasus Baru Covid di Jembrana Sebagian Besar dari Kontak Erat

Rekor perawatan paling singkat, ialah selama 3 hari. Banyak pula pasien yang berhasil dinyatakan sembuh dalam waktu kurang dari 7 hari.

Dengan penerapan protokol kesehatan revisi kelima, gugus tugas pun tak bisa mendeklarasikan kesembuhan pasien dalam waktu singkat. Sebab pasien hanya menjalani swab sekali. Yakni pada hari ketiga isolasi mandiri.

“Setelah itu harus menunggu 14 hari. Kalau tetap tidak ada gejala, dinyatakan sembuh. Tapi kalau ada gejala ke arah memburuk,

akan diantar ke rumah sakit rujukan. Tapi sejauh ini pasien isolasi mandiri kondisinya tidak ada yang memburuk,” ungkapnya.

Apakah ada terapi khusus yang diberikan pada pasien isolasi mandiri? Menurut Suyasa, terapi yang diberikan relatif sama dengan pasien lainnya.

Sebelum menjalani isolasi mandiri, para pasien diberikan edukasi. Para pasien juga dibekali dengan vitamin C untuk menjaga kondisi imun tubuhnya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Bali Melonjak, 829 Pasien Positif, 542 Pasien Sembuh

Suyasa meyakini, pasien bisa sembuh dalam waktu lebih cepat, karena kondisi psikisnya yang cukup baik.

“Pasti berbeda antara yang dikarantina di rumah sakit dengan yang karantina di rumah. Saat isolasi mandiri, secara psikis mereka lebih enjoy. Ini memberikan dampak positif bagi kesembuhan mereka,” demikian Suyasa.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 282 kasus.

Dari 282 kasus itu, sebanyak 221 orang telah dinyatakan sembuh dan 3 orang lainnya meninggal dunia. Kini masih ada 58 orang yang masih menjalani perawatan.

Dari 58 orang yang dirawat, sebanyak 21 orang dirawat di RSUD Buleleng dan 37 orang lainnya diizinkan menjalani isolasi mandiri.

Dengan angka kasus itu, Buleleng kini dinyatakan berada dalam zona oranye atau daerah penularan resiko sedang. 



SINGARAJA – Trend kesembuhan pasien terkonfirmasi positif covid semakin membaik. Sempat berada pada angka 60 persen, kini berada pada angka 78 persen. Pasien yang dinyatakan sembuh makin banyak.

Data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, dalam kurun waktu dua hari terakhir, ada 37 orang pasien yang berhasil dinyatakan sembuh.

Sebanyak 20 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh pada Kamis (20/8) lalu. Sedangkan 17 orang lainnya dinyatakan sembuh kemarin (21/8).

“Mayoritas itu pasien asimtomatik (tanpa gejala) dan simtomatik (gejala) ringan. Mereka selama ini isolasi mandiri. Kami nyatakan sembuh setelah 14 hari menjalani masa isolasi,” kata Sekretaris GTPP Buleleng Gede Suyasa.

Suyasa mengatakan, para pasien yang menjalani isolasi mandiri, sebenarnya bisa saja dinyatakan sembuh lebih awal.

Sebelum protokol kesehatan revisi kelima diterapkan, beberapa pasien dinyatakan sembuh dalam waktu singkat.

Baca Juga:  PPKM Level 3 Batal dan Ganti Nama, Virolog Tuding Pemerintah Bingung

Rekor perawatan paling singkat, ialah selama 3 hari. Banyak pula pasien yang berhasil dinyatakan sembuh dalam waktu kurang dari 7 hari.

Dengan penerapan protokol kesehatan revisi kelima, gugus tugas pun tak bisa mendeklarasikan kesembuhan pasien dalam waktu singkat. Sebab pasien hanya menjalani swab sekali. Yakni pada hari ketiga isolasi mandiri.

“Setelah itu harus menunggu 14 hari. Kalau tetap tidak ada gejala, dinyatakan sembuh. Tapi kalau ada gejala ke arah memburuk,

akan diantar ke rumah sakit rujukan. Tapi sejauh ini pasien isolasi mandiri kondisinya tidak ada yang memburuk,” ungkapnya.

Apakah ada terapi khusus yang diberikan pada pasien isolasi mandiri? Menurut Suyasa, terapi yang diberikan relatif sama dengan pasien lainnya.

Sebelum menjalani isolasi mandiri, para pasien diberikan edukasi. Para pasien juga dibekali dengan vitamin C untuk menjaga kondisi imun tubuhnya.

Baca Juga:  Survive di Tengah Pandemi, Belasan Perupa Gelar Pameran So-So di Sanur

Suyasa meyakini, pasien bisa sembuh dalam waktu lebih cepat, karena kondisi psikisnya yang cukup baik.

“Pasti berbeda antara yang dikarantina di rumah sakit dengan yang karantina di rumah. Saat isolasi mandiri, secara psikis mereka lebih enjoy. Ini memberikan dampak positif bagi kesembuhan mereka,” demikian Suyasa.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 282 kasus.

Dari 282 kasus itu, sebanyak 221 orang telah dinyatakan sembuh dan 3 orang lainnya meninggal dunia. Kini masih ada 58 orang yang masih menjalani perawatan.

Dari 58 orang yang dirawat, sebanyak 21 orang dirawat di RSUD Buleleng dan 37 orang lainnya diizinkan menjalani isolasi mandiri.

Dengan angka kasus itu, Buleleng kini dinyatakan berada dalam zona oranye atau daerah penularan resiko sedang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/