alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pengungsi Mengeluh Sakit Napas, Gubernur Bilang Bakal Dirawat

RadarBali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau agar warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III mengungsi demi meminimalisir adanya korban jiwa.

“Menghindari jatuhnya korban lebih utama dari apapu  juga,”  kata Gubernur Pastika. Untuk proses evakuasi, Gubernur Pastika meminta agar para lansia, ibu hamil, orang cacat, orang dengan gangguan jiwa, anak-anak atau balita, dievakuasi dievakuasi lebih dulu.

“Tempat evakuasinya nyaman kok, anak-anak sekolah kita titipkan di sekolah terdekat, yang sakit kita rawat, semua sudah siap. Kita optimis bisa meminimalisir sekecil mungkin kerusakan yang terjadi,” katanya.

Baca Juga:  Gunung Agung Erupsi, Siapkan Dana Recovery Rp 160 Miliar

Pernyataan Pastika sekaligus menjawab keraguan pengungsi di Desa Les, Tejakula, Buleleng, yang mengeluh mengalami sesak napas karena kondisi pengungsian yang berdebu.

Gubernur Pastika bersama Bupati Karangasem IGA Mas Sumantri juga sempat mengunjungi pengungsi di Wantilan Pura Puseh Banjar Tabola Desa Sidemen.

Menurut Bupati Karangasem Mas Sumantri, terdata pengungsi dari desa-desa pada radius 6 kilometer dari kawah Gunung Agung yang mengungsi di Kecamatan Sidemen mencapai 507 orang.

Merekaberada di Desa Tabola dan Desa Sangkan Gunung. Pada kesempatan tersebut Pastika memastikan ketersediaan matras, selimut, makanan bayi, MCK, air minum, dan tim kesehatan.

Pihaknya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melaksanakan Safari Kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian untuk memaksimalkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga:  Rata-Rata UMK di Bali Tahun 2022 Naik Seharga Beras 3 Kilogram


RadarBali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau agar warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III mengungsi demi meminimalisir adanya korban jiwa.

“Menghindari jatuhnya korban lebih utama dari apapu  juga,”  kata Gubernur Pastika. Untuk proses evakuasi, Gubernur Pastika meminta agar para lansia, ibu hamil, orang cacat, orang dengan gangguan jiwa, anak-anak atau balita, dievakuasi dievakuasi lebih dulu.

“Tempat evakuasinya nyaman kok, anak-anak sekolah kita titipkan di sekolah terdekat, yang sakit kita rawat, semua sudah siap. Kita optimis bisa meminimalisir sekecil mungkin kerusakan yang terjadi,” katanya.

Baca Juga:  Aktifitas Vulkanik Gunung Agung Meningkat, Sebulan Terjadi 99X Gempa

Pernyataan Pastika sekaligus menjawab keraguan pengungsi di Desa Les, Tejakula, Buleleng, yang mengeluh mengalami sesak napas karena kondisi pengungsian yang berdebu.

Gubernur Pastika bersama Bupati Karangasem IGA Mas Sumantri juga sempat mengunjungi pengungsi di Wantilan Pura Puseh Banjar Tabola Desa Sidemen.

Menurut Bupati Karangasem Mas Sumantri, terdata pengungsi dari desa-desa pada radius 6 kilometer dari kawah Gunung Agung yang mengungsi di Kecamatan Sidemen mencapai 507 orang.

Merekaberada di Desa Tabola dan Desa Sangkan Gunung. Pada kesempatan tersebut Pastika memastikan ketersediaan matras, selimut, makanan bayi, MCK, air minum, dan tim kesehatan.

Pihaknya juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melaksanakan Safari Kesehatan di lokasi-lokasi pengungsian untuk memaksimalkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga:  Rata-Rata UMK di Bali Tahun 2022 Naik Seharga Beras 3 Kilogram

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/