alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Bayi Kembar Siam Dempet Dada dan Perut Lahir Prematur di Buleleng

RadarBali.com – Kelahiran bayi kembar siam terjadi di Kabupaten Buleleng. Dua bayi yang mengalami dempet pada bagian dada dan perut, lahir di RSUD Buleleng, sekitar pukul 17.00 Jumat (20/10) lalu.

Kedua bayi berjenis kelamin perempuan itu merupakan buah hati dari pasangan Syamsudin, 48, dan Asyini, 38, warga Banjar Dinas Alassari, Desa Pacung, Tejakula.

Bayi kembar siam itu lahir dalam kondisi prematur. Usia kandungan ibunya diperkirakan baru berjalan 31 minggu, saat tanda-tanda persalinan terjadi.

Tim medis terpaksa melakukan operasi caesar, karena sang ibu sudah pecah ketuban dan tanda-tanda jalan lahir juga telah terbentuk.

Setelah operasi dilakukan, ternyata bayi yang dilahirkan dalam kondisi dempet pada bagian dada dan perut. Ketika ditimbang, berat kedua bayi hanya 1.900 gram.

Tim medis langsung memberikan perawatan di Ruang NICU, karena kondisi bayi yang membutuhkan dukungan medis. Sekaligus mengantisipasi potensi infeksi yang mungkin terjadi.

Orang tua bayi, Syamsudin mengungkapkan, bayi itu merupakan anak kelima. Anak pertamanya kini berusia 23 tahun, dan anak kedua berusia 19 tahun.

Sedangkan anak ketiganya meninggal dunia karena kecelakaan pada usia 15 tahun. “Karena saya merasa sepi, sehingga kami program agar istri hamil lagi,” bebernya.

“Nah yang keempat keguguran usia kandungan 3,5 bulan,” cerita Syamsudin saat ditemui di Ruang NICU RSUD Buleleng, pagi kemarin (21/5).



RadarBali.com – Kelahiran bayi kembar siam terjadi di Kabupaten Buleleng. Dua bayi yang mengalami dempet pada bagian dada dan perut, lahir di RSUD Buleleng, sekitar pukul 17.00 Jumat (20/10) lalu.

Kedua bayi berjenis kelamin perempuan itu merupakan buah hati dari pasangan Syamsudin, 48, dan Asyini, 38, warga Banjar Dinas Alassari, Desa Pacung, Tejakula.

Bayi kembar siam itu lahir dalam kondisi prematur. Usia kandungan ibunya diperkirakan baru berjalan 31 minggu, saat tanda-tanda persalinan terjadi.

Tim medis terpaksa melakukan operasi caesar, karena sang ibu sudah pecah ketuban dan tanda-tanda jalan lahir juga telah terbentuk.

Setelah operasi dilakukan, ternyata bayi yang dilahirkan dalam kondisi dempet pada bagian dada dan perut. Ketika ditimbang, berat kedua bayi hanya 1.900 gram.

Tim medis langsung memberikan perawatan di Ruang NICU, karena kondisi bayi yang membutuhkan dukungan medis. Sekaligus mengantisipasi potensi infeksi yang mungkin terjadi.

Orang tua bayi, Syamsudin mengungkapkan, bayi itu merupakan anak kelima. Anak pertamanya kini berusia 23 tahun, dan anak kedua berusia 19 tahun.

Sedangkan anak ketiganya meninggal dunia karena kecelakaan pada usia 15 tahun. “Karena saya merasa sepi, sehingga kami program agar istri hamil lagi,” bebernya.

“Nah yang keempat keguguran usia kandungan 3,5 bulan,” cerita Syamsudin saat ditemui di Ruang NICU RSUD Buleleng, pagi kemarin (21/5).



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/