alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Nekat Naik Puncak Gunung Agung, Ini yang Dicari Pria Nekat Ini

RadarBali.com – Status awas Gunung Agung, dan munculnya tanda-tanda kemerahan di kawah dan hilangnya cairan kuning secara mendadak, tidak menyurutkan “pendaki gila” menaiki gunung tertinggi di Bali ini.

Dikutip dari akun Facebook, seorang pendaki yang bernama Nengah Suiji nekat mendaki gunung Agung, Kamis (19/10) lalu.

“Niki tiang naik gunung agung mande semetone eling watu tgl 19 -10-2017 elingang titiang nangkil ke gunung agung mande ide dane uning, tiyang nunas di bagikan vidiyo puniki?,” tulis Suiji di akun facebooknya.

Sampai berita ini diturunkan, video pendakian “gila” itu ditonton lebih dari 6700 kali dan 89 kali dibagikan. Beragam komentar pun bermunculan.

Mayoritas menyayangkan pendakian saat Gunung Agung kian bergejolak. “Melihat dari bekas canang nya masih bnyk yg baru berarti banyak yg naik keatas sana.. ya ampuun tlg jgn bahayakan nyawa anda hanya utk eksistensi di medsos,” tulis akun Kadek Kristina Dewi.

“Sebenarnya apa maksud dari pengunggahan video ini,,? mau terkenal,,,?? hanya bikin resah masyarakat aja,,,” kata Wayan Danayasa.

Menanggapi kritik netizen, Nengah Suiji langsung memberikan klarifikasi. “Ke inginan irage hidup disekale makemule keamong ruebunede tanah dn langit mati dn hidup suke dn duke sugih dn lacur summer?,” tulis Suiji.

Apapun yang terjadi, apa yang dilakukan para pendaki mandiri ini sangat berbahaya. Meski cenderung fluktuatif, tak ada satupun yang bisa memprediksi kapan Gunung Agung meletus. Karena itu, lebih baik waspada. 



RadarBali.com – Status awas Gunung Agung, dan munculnya tanda-tanda kemerahan di kawah dan hilangnya cairan kuning secara mendadak, tidak menyurutkan “pendaki gila” menaiki gunung tertinggi di Bali ini.

Dikutip dari akun Facebook, seorang pendaki yang bernama Nengah Suiji nekat mendaki gunung Agung, Kamis (19/10) lalu.

“Niki tiang naik gunung agung mande semetone eling watu tgl 19 -10-2017 elingang titiang nangkil ke gunung agung mande ide dane uning, tiyang nunas di bagikan vidiyo puniki?,” tulis Suiji di akun facebooknya.

Sampai berita ini diturunkan, video pendakian “gila” itu ditonton lebih dari 6700 kali dan 89 kali dibagikan. Beragam komentar pun bermunculan.

Mayoritas menyayangkan pendakian saat Gunung Agung kian bergejolak. “Melihat dari bekas canang nya masih bnyk yg baru berarti banyak yg naik keatas sana.. ya ampuun tlg jgn bahayakan nyawa anda hanya utk eksistensi di medsos,” tulis akun Kadek Kristina Dewi.

“Sebenarnya apa maksud dari pengunggahan video ini,,? mau terkenal,,,?? hanya bikin resah masyarakat aja,,,” kata Wayan Danayasa.

Menanggapi kritik netizen, Nengah Suiji langsung memberikan klarifikasi. “Ke inginan irage hidup disekale makemule keamong ruebunede tanah dn langit mati dn hidup suke dn duke sugih dn lacur summer?,” tulis Suiji.

Apapun yang terjadi, apa yang dilakukan para pendaki mandiri ini sangat berbahaya. Meski cenderung fluktuatif, tak ada satupun yang bisa memprediksi kapan Gunung Agung meletus. Karena itu, lebih baik waspada. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/