alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Kosong Ditinggal Penghuni Ngayah, Rumah Warga Kelodan Ludes Terbakar

SINGARAJA – Musibah kebakaran kembali terjadi, Rabu (21/11) malam.

 

Kali ini, rumah milik warga Banjar Dinas Kelodan, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, ludes dilahap api.

 

Api melahap rumah, saat ditinggal ngayah oleh pemilik rumah. Tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

 

Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada dikonfirmasi, Kamis (22/11) mengatakan, saat kejadian, rumah korban dalam keadaan kosong.

 

Pemilik rumah Wayan Sandi, 65,dikabarkan sedang pergi ke rumah salah seorang kerabat, yang memiliki acara melaspas sanggah.

 

Sementara musibah baru diketahui pertama kali oleh saksi Nyoman Sudiarta, 31, yang juga anak kandung Wayan Sandi.

 

Saat itu Sudiarta tengah berada di rumah pamannya, Wayan Kantun. Jarak antara rumah korban dengan rumah pamannya pun hanya sekitar 100 meter.

 

Sekitar pukul 20.30 malam, tiba-tiba Sudiarta melihat ada percikan api membumbung dekat rumahnya.

 

Ia pun bergegas pulang dan mendapati rumahnya telah dilahap api.

Korban pun menghubungi perangkat desa setempat dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Selama hampir satu jam, api kemudian berhaisl dipadamkan.

 

“Tidak ada korban jiwa, tetapi seluruh harta benda korban ludes terbakar.

Mulai dari peralatan rumah tangga, perhiasan, hingga uang tunai sebanyak Rp 3,5 juta. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 265 juta,”tukasnya.

 



SINGARAJA – Musibah kebakaran kembali terjadi, Rabu (21/11) malam.

 

Kali ini, rumah milik warga Banjar Dinas Kelodan, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, ludes dilahap api.

 

Api melahap rumah, saat ditinggal ngayah oleh pemilik rumah. Tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

 

Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada dikonfirmasi, Kamis (22/11) mengatakan, saat kejadian, rumah korban dalam keadaan kosong.

 

Pemilik rumah Wayan Sandi, 65,dikabarkan sedang pergi ke rumah salah seorang kerabat, yang memiliki acara melaspas sanggah.

 

Sementara musibah baru diketahui pertama kali oleh saksi Nyoman Sudiarta, 31, yang juga anak kandung Wayan Sandi.

 

Saat itu Sudiarta tengah berada di rumah pamannya, Wayan Kantun. Jarak antara rumah korban dengan rumah pamannya pun hanya sekitar 100 meter.

 

Sekitar pukul 20.30 malam, tiba-tiba Sudiarta melihat ada percikan api membumbung dekat rumahnya.

 

Ia pun bergegas pulang dan mendapati rumahnya telah dilahap api.

Korban pun menghubungi perangkat desa setempat dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Selama hampir satu jam, api kemudian berhaisl dipadamkan.

 

“Tidak ada korban jiwa, tetapi seluruh harta benda korban ludes terbakar.

Mulai dari peralatan rumah tangga, perhiasan, hingga uang tunai sebanyak Rp 3,5 juta. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 265 juta,”tukasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/