alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Ambruk karena Bangunan LPSE Sudah Tua dan Baru Sekali Direnovasi

TABANAN – Ambruknya atap bangunan kantor layanan pengadaaan secara elektronik (LPSE) Tabanan sempat membuat heboh, Minggu (21/11). Suara gemuruh dan ledakan itu dikira adanya sejumlah peralatan di LPSE yang meledak.

 

Kabag Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tabanan I Gusti Winiantara yang turun ke lokasi bersama dengan asisten II dan asisten III Pemkab Tabanan menyatakan, atap bangunan LPSE itu roboh karena musibah bencana alam.

 

“Kita sudah tahu Tabanan telah diguyur hujan lebat beberapa hari ini. Ditambah lagi kondisi bangunan gedung LPSE sudah tua. Itu juga jadi pemicu ambruknya atap,” kata Anom, sapaan Winiantara ketika ditemui di Pemkab Tabanan.

 

Untuk tindak lanjut dari kejadian ini. Evakuasi pembersihan bangunan yang roboh belum bisa dilakukan, baru sebatas evakuasi barang-barang yang dapat diselamatkan. Seperti barang elektronik komputer, laptop dan berkas-berkas lainnya.

Baca Juga:  Serukan Damai dan Ajak Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

 

“Masih ada sisa barang berharga lainnya, namun evakuasi belum dapat dilakukan, khawatirnya adanya reruntuhan menyusul kembali,” ucapnya.   

 

Disinggung perihal usia bangunan gedung LPSE yang ambruk. Pria yang akrab disapa Anom mengaku usia sudah mencapai puluhan tahun. Untuk kondisi atap bangunan masih terbuat dari kayu bukan dari baja. Bahkan bangunan atap baru sekali dilakukan renovasi.

 

“Jadi bangunan kayu sudah tua dan lapuk. Maka ketika diguyur hujan lebat tak kuat menahan sehingga ambruk,” ungkapnya.

 

Diketahui, saat peristiwa tersebut berlangsung, dua petugas satpam yang sedang berjaga dibuat terkejut. Salah seorang petugas satpam menyebut peristiwa ambruk atap bangunan kantor LPSE terjadi sekitar pukul 12.00 WITA disaat hujan lebat terjadi.

Baca Juga:  Nihil Anggaran, Renovasi Pasar Baturiti Macet

 

“Saya kira ledakan, namun roboh atap bangunan,” kata Satpam yang bertugas Minggu kemarin.

 

Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke pejabat Pemkab Tabanan serta BPBD Tabanan. Beruntung kejadian itu berlangsung hari Minggu, sehingga tidak ada yang bekerja di bangunan tersebut. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

 

Dari pantauan di lapangan, seluruh atap bangunan hancur menimpa sejumlah peralatan komputer dan berkas yang didalam ruangan LPSE. Hanya beberapa barang elektronik yang bisa diselamatkan, sisa masih tertimbun didalam reruntuhan. Diperkirakan kerugian ditaksir jutaan rupiah.

 

Sementara untuk kerugian masih dalam proses perhitungan, namun yang jelas nilai mencapai ratusan juta rupiah.

 

“Lalu kapan proses perbaikan akan dilakukan. Kalau untuk hal itu kebijakan pimpinan yang tahu,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

TABANAN – Ambruknya atap bangunan kantor layanan pengadaaan secara elektronik (LPSE) Tabanan sempat membuat heboh, Minggu (21/11). Suara gemuruh dan ledakan itu dikira adanya sejumlah peralatan di LPSE yang meledak.

 

Kabag Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tabanan I Gusti Winiantara yang turun ke lokasi bersama dengan asisten II dan asisten III Pemkab Tabanan menyatakan, atap bangunan LPSE itu roboh karena musibah bencana alam.


 

“Kita sudah tahu Tabanan telah diguyur hujan lebat beberapa hari ini. Ditambah lagi kondisi bangunan gedung LPSE sudah tua. Itu juga jadi pemicu ambruknya atap,” kata Anom, sapaan Winiantara ketika ditemui di Pemkab Tabanan.

 

Untuk tindak lanjut dari kejadian ini. Evakuasi pembersihan bangunan yang roboh belum bisa dilakukan, baru sebatas evakuasi barang-barang yang dapat diselamatkan. Seperti barang elektronik komputer, laptop dan berkas-berkas lainnya.

Baca Juga:  Virolog Unud Minta Waspadai Gelombang Ketiga dan Varian Delta Plus

 

“Masih ada sisa barang berharga lainnya, namun evakuasi belum dapat dilakukan, khawatirnya adanya reruntuhan menyusul kembali,” ucapnya.   

 

Disinggung perihal usia bangunan gedung LPSE yang ambruk. Pria yang akrab disapa Anom mengaku usia sudah mencapai puluhan tahun. Untuk kondisi atap bangunan masih terbuat dari kayu bukan dari baja. Bahkan bangunan atap baru sekali dilakukan renovasi.

 

“Jadi bangunan kayu sudah tua dan lapuk. Maka ketika diguyur hujan lebat tak kuat menahan sehingga ambruk,” ungkapnya.

 

Diketahui, saat peristiwa tersebut berlangsung, dua petugas satpam yang sedang berjaga dibuat terkejut. Salah seorang petugas satpam menyebut peristiwa ambruk atap bangunan kantor LPSE terjadi sekitar pukul 12.00 WITA disaat hujan lebat terjadi.

Baca Juga:  Pantai Kotor & Jorok, Pemuda Desa Ramai-ramai Kumpulkan Sampah

 

“Saya kira ledakan, namun roboh atap bangunan,” kata Satpam yang bertugas Minggu kemarin.

 

Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke pejabat Pemkab Tabanan serta BPBD Tabanan. Beruntung kejadian itu berlangsung hari Minggu, sehingga tidak ada yang bekerja di bangunan tersebut. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

 

Dari pantauan di lapangan, seluruh atap bangunan hancur menimpa sejumlah peralatan komputer dan berkas yang didalam ruangan LPSE. Hanya beberapa barang elektronik yang bisa diselamatkan, sisa masih tertimbun didalam reruntuhan. Diperkirakan kerugian ditaksir jutaan rupiah.

 

Sementara untuk kerugian masih dalam proses perhitungan, namun yang jelas nilai mencapai ratusan juta rupiah.

 

“Lalu kapan proses perbaikan akan dilakukan. Kalau untuk hal itu kebijakan pimpinan yang tahu,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/