alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Cegah Covid, Suwirta Tutup Monumen & Lapangan Puputan Klungkung 5 Hari

SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memutuskan untuk menutup Monumen Puputan Klungkung,

dan Lapangan Puputan Klungkung mulai dua hari menjelang Tahun Baru tanggal 29 Desember dan dua hari pasca malam perayaan Tahun Baru 2021 tanggal 2 Januari 2021.

Tidak hanya dua lokasi tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu berharap pihak desa adat juga bisa melakukan hal serupa terhadap pantai-pantai yang menjadi pusat kunjungan.

Bupati Suwirta yang ditemui di ruang rapatnya, Senin (21/12) mengaku mengambil keputusan itu sebagai upaya penanganan penyebaran virus corona.

Sebab ia melihat tempat-tempat tersebut ternyata ramai dikunjungi masyarakat meski di tengah pandemi Covid-19.

Seperti Minggu (20/12) lalu, ia mengaku melihat banyak masyarakat berkerumun di Monumen Puputan Klungkung.

“Kemarin saja di Monumen, itu ramai sekali sebenarnya masyarakat. Kami tidak menyalahkan masyarakat yang rindu berkumpul dan menikmati alam bebas.

Kadang-kadang mereka lebih berpikir bagaimana bisa bahagia bersama anak-anak dibandingkan mereka berpikir bagaimana kalau ada Covid-19,” ujarnya.

Tidak mau mengambil risiko, ia yang awalnya berencana untuk membatasi kunjungan ke Monumen Puputan Klungkung dan Lapangan Puputan Klungkung, akhirnya memutuskan untuk menutup dua tempat itu selama 5 hari.

Yakni mulai dua hari menjelang (29/12) dan dua hari pasca malam perayaan Tahun Baru 2021 (2/1).

“Jangan sampai nanti saat ramai baru membubarkan masyarakat. Tentu akan menjadi kontak fisik nanti dengan masyarakat sendiri,” terangnya.

Tidak hanya dua lokasi itu, ia berharap pihak desa adat juga mengambil keputusan serupa terhadap pantai-pantai yang menjadi pusat kunjungan.

Mengingat selain dua lokasi itu, panti juga menjadi tujuan masyarakat untuk menikmati libur tahun baru.

“Untuk pantai (penutupan), sama juga H-2 hingga H+2 kami pakai. Tetapi tergantung di desa. Kemungkinan saat hari H (malam tahun baru).

Pantai yang menjadi pusat kunjungan, misalnya di Pantai Kusamba, Goa Lawah, Lepang. Semuanya,” bebernya.

Terkait keputusan yang ia ambil itu, pihaknya memohon pengertian masyarakat untuk mengikuti ketentuan yang ada. Mengingat kesehatan merupakan hal yang sangat penting.

“Apa yang kami lakukan ini untuk kesehatan bersama. Secara pribadi saya juga rindu ingin menikmati udara segar dan kumpul-kumpul.

Tapi, situasi ini membuat kita harus taat dengan semua ketentuan. Dengan adanya Covid-19 ini, kesehatan jauh lebih penting,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memutuskan untuk menutup Monumen Puputan Klungkung,

dan Lapangan Puputan Klungkung mulai dua hari menjelang Tahun Baru tanggal 29 Desember dan dua hari pasca malam perayaan Tahun Baru 2021 tanggal 2 Januari 2021.

Tidak hanya dua lokasi tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu berharap pihak desa adat juga bisa melakukan hal serupa terhadap pantai-pantai yang menjadi pusat kunjungan.

Bupati Suwirta yang ditemui di ruang rapatnya, Senin (21/12) mengaku mengambil keputusan itu sebagai upaya penanganan penyebaran virus corona.

Sebab ia melihat tempat-tempat tersebut ternyata ramai dikunjungi masyarakat meski di tengah pandemi Covid-19.

Seperti Minggu (20/12) lalu, ia mengaku melihat banyak masyarakat berkerumun di Monumen Puputan Klungkung.

“Kemarin saja di Monumen, itu ramai sekali sebenarnya masyarakat. Kami tidak menyalahkan masyarakat yang rindu berkumpul dan menikmati alam bebas.

Kadang-kadang mereka lebih berpikir bagaimana bisa bahagia bersama anak-anak dibandingkan mereka berpikir bagaimana kalau ada Covid-19,” ujarnya.

Tidak mau mengambil risiko, ia yang awalnya berencana untuk membatasi kunjungan ke Monumen Puputan Klungkung dan Lapangan Puputan Klungkung, akhirnya memutuskan untuk menutup dua tempat itu selama 5 hari.

Yakni mulai dua hari menjelang (29/12) dan dua hari pasca malam perayaan Tahun Baru 2021 (2/1).

“Jangan sampai nanti saat ramai baru membubarkan masyarakat. Tentu akan menjadi kontak fisik nanti dengan masyarakat sendiri,” terangnya.

Tidak hanya dua lokasi itu, ia berharap pihak desa adat juga mengambil keputusan serupa terhadap pantai-pantai yang menjadi pusat kunjungan.

Mengingat selain dua lokasi itu, panti juga menjadi tujuan masyarakat untuk menikmati libur tahun baru.

“Untuk pantai (penutupan), sama juga H-2 hingga H+2 kami pakai. Tetapi tergantung di desa. Kemungkinan saat hari H (malam tahun baru).

Pantai yang menjadi pusat kunjungan, misalnya di Pantai Kusamba, Goa Lawah, Lepang. Semuanya,” bebernya.

Terkait keputusan yang ia ambil itu, pihaknya memohon pengertian masyarakat untuk mengikuti ketentuan yang ada. Mengingat kesehatan merupakan hal yang sangat penting.

“Apa yang kami lakukan ini untuk kesehatan bersama. Secara pribadi saya juga rindu ingin menikmati udara segar dan kumpul-kumpul.

Tapi, situasi ini membuat kita harus taat dengan semua ketentuan. Dengan adanya Covid-19 ini, kesehatan jauh lebih penting,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/