alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Aduh, Pemanfaatan Aplikasi PeduliLindungi Mulai Kendor

SINGARAJA – Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu langkah skrining, ternyata mulai kendor. Tak hanya di ruang-ruang publik, hal serupa juga terjadi pada instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan.

Temuan itu terungkap saat Tim Yustisi Covid-19 Buleleng melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan dan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Monitoring dan evaluasi itu dilakukan di sejumlah lokasi sejak Senin (20/12) hingga Selasa (21/12).

Pada Senin lalu, tim melakukan monitoring pada institusi pemerintahan. Saat melakukan monitoring, tim mendapati pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi kurang optimal. Jumlah pegawai yang berada di dalam ruangan lebih banyak ketimbang yang melakukan check-in di dalam aplikasi.

Sedangkan Selasa (21/12), tim melakukan evaluasi pada sejumlah ruang terbuka hijau dan objek wisata yang ada di Buleleng. Hasilnya pun sama. Tim bahkan mendapati di beberapa lokasi, tidak ada yang melakukan check in.

Baca Juga:  PeduliLindungi Cuma Jadi Pajangan, Satgas Tegur Sejumah Hotel

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, secara umum masyarakat sebenarnya telah disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Hanya saja masyarakat juga harus aktif melakukan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi. Sebagai salah satu upaya skrining covid-19.

Suwarmawan pun meminta kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi tersebut.

“Aplikasi ini penting sebagai langkah monitoring dan pencegahan. Jadi kalau ada yang terkonfirmasi positif tapi tidak melakukan karantina, itu akan terpantau. Atau kalau kita sempat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif di fasum yang sama, satgas bisa lebih mudah melacak,” kata Suwarmawan.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA – Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu langkah skrining, ternyata mulai kendor. Tak hanya di ruang-ruang publik, hal serupa juga terjadi pada instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan.

Temuan itu terungkap saat Tim Yustisi Covid-19 Buleleng melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan dan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Monitoring dan evaluasi itu dilakukan di sejumlah lokasi sejak Senin (20/12) hingga Selasa (21/12).

Pada Senin lalu, tim melakukan monitoring pada institusi pemerintahan. Saat melakukan monitoring, tim mendapati pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi kurang optimal. Jumlah pegawai yang berada di dalam ruangan lebih banyak ketimbang yang melakukan check-in di dalam aplikasi.


Sedangkan Selasa (21/12), tim melakukan evaluasi pada sejumlah ruang terbuka hijau dan objek wisata yang ada di Buleleng. Hasilnya pun sama. Tim bahkan mendapati di beberapa lokasi, tidak ada yang melakukan check in.

Baca Juga:  Tambah 362 Kasus, Jubir Covid-19 Denpasar Minta Warga Waspada

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, secara umum masyarakat sebenarnya telah disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Hanya saja masyarakat juga harus aktif melakukan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi. Sebagai salah satu upaya skrining covid-19.

Suwarmawan pun meminta kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi tersebut.

“Aplikasi ini penting sebagai langkah monitoring dan pencegahan. Jadi kalau ada yang terkonfirmasi positif tapi tidak melakukan karantina, itu akan terpantau. Atau kalau kita sempat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif di fasum yang sama, satgas bisa lebih mudah melacak,” kata Suwarmawan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/