alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Bupati Tamba Resmikan BUPDA Mart Banjar Creative Space

JEMBRANA – Untuk membangkitkan sektor perekonomian adat di Kabupaten Jembrana, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri penandatanganan perjanjian kerjasama Baga Utsaha Praduwen Desa Adat (BUPDA) di Desa Adat Tegalcangkring dengan PT Surya Sanjaya dan sekaligus Bupati Tamba meresmikan BUPDA Mart dan Banjar Creative Space, Sabtu (22/1).

 

Kali ini Kabupaten Jembrana mendapatkan dua jatah Banjar  yakni Banjar Adat Bilukpoh dan  Banjar Adat Yehbuah untuk mengembangkan BUPDA dari pusat dan mendapatkan langsung pembinaan Banjar Creative untuk para usaha. Nantinya akan menyebar di setiap banjar yang ada di Kabupaten Jembrana.

 

Sementara Bupati Tamba mengatakan, Dengan adanya BUPDA tersebut potensi yang akan digali oleh Desa Adat akan lebih luas dan leluasa. Selain itu, setiap Desa Adat juga akan mengembangkan potensi-potensi lainnya. ini merupakan menjadi payung hukum bagi desa adat  membangun sector-sektor usaha riil dimasyarakat.

Baca Juga:  APBD Seret, Bupati Buka Kran Investasi Kelola Sampah 

“Hari ini kita meresmikan BUPDA Mart banjar creative yang nantinya bisa mendidik para anak-anak muda untuk menjadi wirausaha”, terangnya.

 

Menurutnya Saat ini ada dua hal yang harus dilakukan pemerintah kabupaten jembrana untuk membangun prekonomian desa adat. selain mengembangkan banjar creative  bupda mart juga mengembangkan  Instalasi pengelolaan air limbah cair  (IPAL).

“Ini salah satu bentuk pemberdayaan kewirausahaan yang ada sekarang ini, tentunya ini semuanya barang bagus yang di butuhkan untuk jembrana kedepannya,” ucapnya.

 

Lanjut Tamba,  selama ini pasar yang dikembangkan hanya melalui  dunia maya saja. dengan adanya pelatihan usaha kreatif  bagi anak-anak muda desa adat  mendapatkan support langsung dari kementrian BUMN.

“Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah lama malang melintang didunia kreatif pada hari ini Kabupaten Jembrana mendapatkan dua banjar pembinaan sebagai banjar creative dan ini sebagai pilot project bagi banjar yang lainnya untuk menyongsong digitalisasi tahun emas 2026,” jelasnya.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Anggota DPRD Bali Nengah Tamba Berbagi ke Sesama

 

Ditempat yang sama, Ida Bagus Agung Gunar Thawa dari Bali Initiative Hub  mengatakan bahwa pihaknya sebagai kolabolator  yang paling penting adalah adanya gagasan yang luar biasa apa yang sudah dikatakan oleh Bupati Jembrana beserta para legeslatif yang sangat luar biasa konstruktif dan membumi.

“Tentu kami dari komunitas mensupport penuh dari tiga lembaga yang pertama adalah Indonesia Creative Space Network merupakan jaringan disuruh kabupaten kota kreatif indonesia, Bali Inisiatif, dan kampus STIMIK Primakara,”ujarnya

 

Gunar Thawa menambahkan, bahwa ini semua merupakan suatu  ekosistem yang tidak bisa dilepaskan salah satunya,  mulai dari sisi pendidikan, produk, masyarakat dan komunitas.

“Dan pastinya ini semua dengan endorsement dan support dari Bapak Bupati Jembrana,”pungkasnya. (Adi/humas)

- Advertisement -

- Advertisement -

JEMBRANA – Untuk membangkitkan sektor perekonomian adat di Kabupaten Jembrana, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri penandatanganan perjanjian kerjasama Baga Utsaha Praduwen Desa Adat (BUPDA) di Desa Adat Tegalcangkring dengan PT Surya Sanjaya dan sekaligus Bupati Tamba meresmikan BUPDA Mart dan Banjar Creative Space, Sabtu (22/1).

 

Kali ini Kabupaten Jembrana mendapatkan dua jatah Banjar  yakni Banjar Adat Bilukpoh dan  Banjar Adat Yehbuah untuk mengembangkan BUPDA dari pusat dan mendapatkan langsung pembinaan Banjar Creative untuk para usaha. Nantinya akan menyebar di setiap banjar yang ada di Kabupaten Jembrana.


 

Sementara Bupati Tamba mengatakan, Dengan adanya BUPDA tersebut potensi yang akan digali oleh Desa Adat akan lebih luas dan leluasa. Selain itu, setiap Desa Adat juga akan mengembangkan potensi-potensi lainnya. ini merupakan menjadi payung hukum bagi desa adat  membangun sector-sektor usaha riil dimasyarakat.

Baca Juga:  Catat! Ini Janji Bupati Tamba Soal Jembatan Putus di Yehembang Kangin

“Hari ini kita meresmikan BUPDA Mart banjar creative yang nantinya bisa mendidik para anak-anak muda untuk menjadi wirausaha”, terangnya.

 

Menurutnya Saat ini ada dua hal yang harus dilakukan pemerintah kabupaten jembrana untuk membangun prekonomian desa adat. selain mengembangkan banjar creative  bupda mart juga mengembangkan  Instalasi pengelolaan air limbah cair  (IPAL).

“Ini salah satu bentuk pemberdayaan kewirausahaan yang ada sekarang ini, tentunya ini semuanya barang bagus yang di butuhkan untuk jembrana kedepannya,” ucapnya.

 

Lanjut Tamba,  selama ini pasar yang dikembangkan hanya melalui  dunia maya saja. dengan adanya pelatihan usaha kreatif  bagi anak-anak muda desa adat  mendapatkan support langsung dari kementrian BUMN.

“Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah lama malang melintang didunia kreatif pada hari ini Kabupaten Jembrana mendapatkan dua banjar pembinaan sebagai banjar creative dan ini sebagai pilot project bagi banjar yang lainnya untuk menyongsong digitalisasi tahun emas 2026,” jelasnya.

Baca Juga:  Terkendala Ruang Udara, Pembahasan Bandara Bali Baru Buleleng Alot

 

Ditempat yang sama, Ida Bagus Agung Gunar Thawa dari Bali Initiative Hub  mengatakan bahwa pihaknya sebagai kolabolator  yang paling penting adalah adanya gagasan yang luar biasa apa yang sudah dikatakan oleh Bupati Jembrana beserta para legeslatif yang sangat luar biasa konstruktif dan membumi.

“Tentu kami dari komunitas mensupport penuh dari tiga lembaga yang pertama adalah Indonesia Creative Space Network merupakan jaringan disuruh kabupaten kota kreatif indonesia, Bali Inisiatif, dan kampus STIMIK Primakara,”ujarnya

 

Gunar Thawa menambahkan, bahwa ini semua merupakan suatu  ekosistem yang tidak bisa dilepaskan salah satunya,  mulai dari sisi pendidikan, produk, masyarakat dan komunitas.

“Dan pastinya ini semua dengan endorsement dan support dari Bapak Bupati Jembrana,”pungkasnya. (Adi/humas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/