alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Polisi Sebut Burung Pelaku Kebakaran Bale Piasan Merajan di Gianyar

GIANYAR – Ada-ada saja dengan peristiwa kebakaran sebuah bangunan Bale Piasan di Merajan milik Gusti Putu Jingga di Banjar Tengkulak Kaler, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, pada Sabtu Pukul 09.00 Wita (22/1) tersebut. Polisi pun menyebut, “pelaku” kebakaran pura keluarga itu adalah burung. Kok bisa?

 

Sebagaimana diketahui, awalnya terlihat kepulan asap dari bangunan Piasan Merajan. Selanjutnya, ada masyarakat yang berteriak bahwa bangunan beratap ijuk itu telah mengepulkan asap dan membara.

 

Mendengar teriakan tersebut, pemilik rumah langsung mengecek. Ternyata benar saja, api sudah membesar di bale piasa.

 

Warga pun segera berdatangan. Gusti Putu Jingga pun mencoba memadamkan api dibantu warga sekitar menggunakan alat-alat ala kadarnya.

Baca Juga:  Tajir! Crazy Rich Surabayan Boyong Tamu ke Macao dengan Carter Pesawat

 

Kebakaran itu pun dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gianyar. Akhirnya dua unit mobil damkar datang melakukan pemadaman api. Satu jam kemudian, api baru bisa ditaklukan.

 

Nah, menurut Kapolsek Sukawati, Kompol Made Ariawan, kebakaran tersebut terjadi karena adanya api dupa. Namun, yang menarik, api dupa itu membuat api membesar karena ulah burung. Ya, burung diduga sebagai pelakunya.

 

Kata Ariawan, kebakaran diduga berasal dari api dupa yang dikoyak atau dirusak oleh burung.

 

“Penyebab kebakaran, diperkirakan karena api dupa yang dibawa oleh burung gereja yang akan membuat sarang pada atap ijuk pada bangunan suci Piasan,” jelas Ariawan.

Baca Juga:  Belum Ada Tanda Meletus, PVMBG: Erupsi Biasanya Diawali Tremor Panjang

 

Akibat kebakaran bangunan piasan ukuran luas 3×6,5 meter itu, Ariawan mengatakan, korban menderita kerugian mencapai Rp50 juta.


GIANYAR – Ada-ada saja dengan peristiwa kebakaran sebuah bangunan Bale Piasan di Merajan milik Gusti Putu Jingga di Banjar Tengkulak Kaler, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, pada Sabtu Pukul 09.00 Wita (22/1) tersebut. Polisi pun menyebut, “pelaku” kebakaran pura keluarga itu adalah burung. Kok bisa?

 

Sebagaimana diketahui, awalnya terlihat kepulan asap dari bangunan Piasan Merajan. Selanjutnya, ada masyarakat yang berteriak bahwa bangunan beratap ijuk itu telah mengepulkan asap dan membara.

 

Mendengar teriakan tersebut, pemilik rumah langsung mengecek. Ternyata benar saja, api sudah membesar di bale piasa.

 

Warga pun segera berdatangan. Gusti Putu Jingga pun mencoba memadamkan api dibantu warga sekitar menggunakan alat-alat ala kadarnya.

Baca Juga:  Belum Ada Tanda Meletus, PVMBG: Erupsi Biasanya Diawali Tremor Panjang

 

Kebakaran itu pun dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gianyar. Akhirnya dua unit mobil damkar datang melakukan pemadaman api. Satu jam kemudian, api baru bisa ditaklukan.

 

Nah, menurut Kapolsek Sukawati, Kompol Made Ariawan, kebakaran tersebut terjadi karena adanya api dupa. Namun, yang menarik, api dupa itu membuat api membesar karena ulah burung. Ya, burung diduga sebagai pelakunya.

 

Kata Ariawan, kebakaran diduga berasal dari api dupa yang dikoyak atau dirusak oleh burung.

 

“Penyebab kebakaran, diperkirakan karena api dupa yang dibawa oleh burung gereja yang akan membuat sarang pada atap ijuk pada bangunan suci Piasan,” jelas Ariawan.

Baca Juga:  Rapuh, Pohon Juwet Tumbang Tutup Jalur Padangbai

 

Akibat kebakaran bangunan piasan ukuran luas 3×6,5 meter itu, Ariawan mengatakan, korban menderita kerugian mencapai Rp50 juta.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/