alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Isu Warga Desa Bangli Positif Covid-19 Hoax, Ini Penjelasan Perbekel

TABANAN – Isu adanya salah satu pekerja migran asal Banjar Gunung Kangin, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan, positif Covid-19 membuat heboh masyarakat setempat.

Pasalnya, banyak pesan berantai yang menyatakan ada salah satu warga setempat yang baru datang dari Italia diduga positif dan saat ini diisolasi di rumahnya.

Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Bali kemarin, ternyata berita tersebut hoax untuk menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.

Kepastian informasi itu bohong dilontarkan Perbekel Bangli I Made Adiasa. Made Adiasa secara keras membantah hal itu dan mengatakan bahwa isu tersebut bohong.

“Tidak ada, itu bohong semua,” tegasnya. Adiasa sendiri membenarkan warga asal Banjar Gunung Kangin itu sempat melakukan perjalanan untuk bekerja di kapal pesiar di Italia.

Baca Juga:  8 Pekerja Migran Positif Covid-19, Belum Semua PMI di Jembrana Terdata

Warganya itu berangkat sekitar sebulan lalu dan tiba di Bali dua hari lalu. Saat pulang ke Bali, warganya sudah mengantongi sertifikat sehat. Kondisinya juga sehat tanpa ada gangguan apapun.

Menurutnya, warganya itu belum sempat tiba di Italia, karena kondisi di Italia yang rawan penyebaran Covid-19 ini.

Sehingga, warganya itu hanya sampai di Argentina, sebelum akhirnya pulang ke Bali. “Setelah dari Argentina, warga saya itu diminta pulang,

belum sempat ke Italia. Hanya sampai Argentina saja, lalu pulangnya transit ke Dubai dan sampai di Bali sekitar dua hari lalu,” jelasnya.

Saat tiba di Bali, warganya itu dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Namun karena ada riwayat perjalanan itu, diminta melakukan pemeriksaan di Puskesmas.

Baca Juga:  Selain Hasil Rapat, Warga Akui Takut karena Penularan Corona Cepat

“Dan, hasilnya dinyatakan sehat, karena memang tidak ada sakit apapun. Saat ini di isolasi di rumah dulu selama 14 hari ke depan karena itu tadi memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri,” terang Adiasa.

Pihaknya telah melakukan koordinasi kepada bidan desa dan juga Puskesmas Baturiti. “Ada orang yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk membuat panik. Padahal tidak ada apa-apa,” tandasnya. 



TABANAN – Isu adanya salah satu pekerja migran asal Banjar Gunung Kangin, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan, positif Covid-19 membuat heboh masyarakat setempat.

Pasalnya, banyak pesan berantai yang menyatakan ada salah satu warga setempat yang baru datang dari Italia diduga positif dan saat ini diisolasi di rumahnya.

Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Bali kemarin, ternyata berita tersebut hoax untuk menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.

Kepastian informasi itu bohong dilontarkan Perbekel Bangli I Made Adiasa. Made Adiasa secara keras membantah hal itu dan mengatakan bahwa isu tersebut bohong.

“Tidak ada, itu bohong semua,” tegasnya. Adiasa sendiri membenarkan warga asal Banjar Gunung Kangin itu sempat melakukan perjalanan untuk bekerja di kapal pesiar di Italia.

Baca Juga:  Satpol PP Minta Gendo dan JRX Tanggungjawab, Ini Tantangan Balik Gendo

Warganya itu berangkat sekitar sebulan lalu dan tiba di Bali dua hari lalu. Saat pulang ke Bali, warganya sudah mengantongi sertifikat sehat. Kondisinya juga sehat tanpa ada gangguan apapun.

Menurutnya, warganya itu belum sempat tiba di Italia, karena kondisi di Italia yang rawan penyebaran Covid-19 ini.

Sehingga, warganya itu hanya sampai di Argentina, sebelum akhirnya pulang ke Bali. “Setelah dari Argentina, warga saya itu diminta pulang,

belum sempat ke Italia. Hanya sampai Argentina saja, lalu pulangnya transit ke Dubai dan sampai di Bali sekitar dua hari lalu,” jelasnya.

Saat tiba di Bali, warganya itu dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Namun karena ada riwayat perjalanan itu, diminta melakukan pemeriksaan di Puskesmas.

Baca Juga:  Peduli Warga Terdampak Covid-19, YICMB Bagikan 500 Paket Sembako

“Dan, hasilnya dinyatakan sehat, karena memang tidak ada sakit apapun. Saat ini di isolasi di rumah dulu selama 14 hari ke depan karena itu tadi memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri,” terang Adiasa.

Pihaknya telah melakukan koordinasi kepada bidan desa dan juga Puskesmas Baturiti. “Ada orang yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk membuat panik. Padahal tidak ada apa-apa,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/