alexametrics
27.9 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Erupsi Berulangkali, PVMBG Pastikan Radius Bahaya Masih 4 Kilometer

AMLAPURA – Erupsi Gunung Agung yang terjadi secara berturut-turut belakangan ini menjadi perhatian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala PVMBG Kasbani di Pos Pantau Gunung Api Agung di Rendang, Karangasem, mengatakan, berdasar data terakhir, terjadi dua kali erupsi berturut-turut.

Menurutnya, erupsi Minggu malam (21/4) dinilai cukup besar dengan lontaran lava pijar mencapai 2.500 sampai 3.000 meter dari puncak kawah gunung.

Dikatakan, erupsi yang terjadi dengan kolom abu setinggi 3.000 meter ini juga disertai dengan lontaran lava pijar juga sejauh 3.000 meter ke segala arah.

Apa yang terjadi tersebut masih di radius yang direkomendasikan PVMBG. Sehingga masyarakat tidak usah takut dan tetap aman kalau ada di zona luar bahaya.

Baca Juga:  Teringat Memori Letusan 1963, Sejumlah Pengungsi Pilih Bertahan

Status Gunung Agung tidak naik karena memang ancaman bahayanya masih di bawah radius 4 kilometer.

“Status masih sama dengan zona bahaya 4 kilometer,” ujar Kasbani didampingi Kepala Pos Pantau Dewa Mertayasa.

Kasbani menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas terpantau dengan baik. Dengan demikian masyarakat tidak usah khawatir selama berada di luar zona bahaya.

Kasbani justru mengajak semua warga masyarakat sekitar lereng Gunung Agung agar tetap waspada. Karena gunung berstatus level III bisa terjadi erupsi kapan saja.

Potensi terjadinya erupsi juga masih ada. Dengan ancaman bahaya masih di radius 4 kilometer. Dia juga kembali menegaskan bahwa saat ini Gunung Agung masih di level III atau level siaga.

Baca Juga:  Tabur Buka Kenang Awak KRI Nanggala 402, Peserta Aksi Sesunggukan


AMLAPURA – Erupsi Gunung Agung yang terjadi secara berturut-turut belakangan ini menjadi perhatian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala PVMBG Kasbani di Pos Pantau Gunung Api Agung di Rendang, Karangasem, mengatakan, berdasar data terakhir, terjadi dua kali erupsi berturut-turut.

Menurutnya, erupsi Minggu malam (21/4) dinilai cukup besar dengan lontaran lava pijar mencapai 2.500 sampai 3.000 meter dari puncak kawah gunung.

Dikatakan, erupsi yang terjadi dengan kolom abu setinggi 3.000 meter ini juga disertai dengan lontaran lava pijar juga sejauh 3.000 meter ke segala arah.

Apa yang terjadi tersebut masih di radius yang direkomendasikan PVMBG. Sehingga masyarakat tidak usah takut dan tetap aman kalau ada di zona luar bahaya.

Baca Juga:  Gerak Debu Gunung Agung Tak Terdeteksi

Status Gunung Agung tidak naik karena memang ancaman bahayanya masih di bawah radius 4 kilometer.

“Status masih sama dengan zona bahaya 4 kilometer,” ujar Kasbani didampingi Kepala Pos Pantau Dewa Mertayasa.

Kasbani menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas terpantau dengan baik. Dengan demikian masyarakat tidak usah khawatir selama berada di luar zona bahaya.

Kasbani justru mengajak semua warga masyarakat sekitar lereng Gunung Agung agar tetap waspada. Karena gunung berstatus level III bisa terjadi erupsi kapan saja.

Potensi terjadinya erupsi juga masih ada. Dengan ancaman bahaya masih di radius 4 kilometer. Dia juga kembali menegaskan bahwa saat ini Gunung Agung masih di level III atau level siaga.

Baca Juga:  Sebulan Erupsi, Pariwisata Ubud Bisa Kolaps

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/