alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Kendalikan Transmisi Lokal, Sopir dari Zona Merah Bakal Dikarantina

GEROKGAK – Beragam upaya dilakukan untuk mencegah merebaknya kasus corona virus diseases (Covid-19) melalui transmisi lokal.

Salah satunya sopir truk yang bekerja membawa muatan barang keluar daerah Bali akan dilakukan karantina selama  dua hari.

Menurut Camat Gerokgak Made Juartawan, karantina kepada para sopir akan dilakukan setelah turunnya perintah Bupati Buleleng.

Jadi bukan hanya PMI yang dikarantina tetapi juga sopir truk yang membawa barang dari luar pulau Bali atau lintas provinsi.

Sopir yang dikarantina adalah khusus bagi mereka yang melakukan perjalanan menuju daerah zona merah penyebaran pandemi Covid-19.

Seperti daerah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Kami diminta untuk mengisolasi mereka selama dua hari kedepan. Lokasi isolasi disiapkan oleh beberapa desa.

Baca Juga:  Dosen Stikes Buleleng Kompak Bikin APD Pelindung Wajah Bagi Tim Medis

Namun, sebelum dilakukan isolasi desa harus melakukan pendataan. Siapa saja warganya yang menjadi sopir lintas luar Bali,” ujar Juartawan.

Menurutnya, perintah Bupati Buleleng untuk mengkarantina para sopir adalah langkah yang tepat dilakukan pemerintah daerah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus secara transmisi lokal.

“Karena daerah luar Bali seperti daerah Jawa, virus ini menyebar setelah adanya transmisi lokal. Nah ini yang akan kami kendalikan,” ucapnya.  

Untuk dimana mereka di karantina yakni di rumah warga dalam kondisi kosong. Dengan pengawasan nantinya oleh satgas gontong royong penanganan Covid-19 di desa.

“Jadi, desa yang akan bertanggung para sopir yang akan dikarantina. Bahkan bisa saja nanti sopir juga menjalani rapid tes setelah mereka berpergian pada daerah terjangkit virus corona,” ungkapnya.  

Baca Juga:  Blokade Dibongkar Paksa Polisi Berpakaian Preman, Warga Pasrah

Dia menambahkan, sejauh ini wilayah Kecamatan Gerokgak ada sebanyak 80 pekerja migran Indonesia (PMI) yang melakukan karantina.

Dengan karantina tersebar di hotel, villa, rumah penduduk dan sekolah. Pengawasan karantina dilakukan oleh satgas gontong royong penanganan Covid-19 di desa.

Saat ini kondisi Kecamatan Gerokgak belum ada warganya yang terinfeksi positif virus corona atau tertular.

“Kami berharap mudah-mudah wilayah Gerokgak terus steril (bersih) dari penyebaran virus corona,” pungkasnya. 



GEROKGAK – Beragam upaya dilakukan untuk mencegah merebaknya kasus corona virus diseases (Covid-19) melalui transmisi lokal.

Salah satunya sopir truk yang bekerja membawa muatan barang keluar daerah Bali akan dilakukan karantina selama  dua hari.

Menurut Camat Gerokgak Made Juartawan, karantina kepada para sopir akan dilakukan setelah turunnya perintah Bupati Buleleng.

Jadi bukan hanya PMI yang dikarantina tetapi juga sopir truk yang membawa barang dari luar pulau Bali atau lintas provinsi.

Sopir yang dikarantina adalah khusus bagi mereka yang melakukan perjalanan menuju daerah zona merah penyebaran pandemi Covid-19.

Seperti daerah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Kami diminta untuk mengisolasi mereka selama dua hari kedepan. Lokasi isolasi disiapkan oleh beberapa desa.

Baca Juga:  Pensiunan dan Tenaga Kontrak Dapat BLT, Begini Respons Bupati Suwirta

Namun, sebelum dilakukan isolasi desa harus melakukan pendataan. Siapa saja warganya yang menjadi sopir lintas luar Bali,” ujar Juartawan.

Menurutnya, perintah Bupati Buleleng untuk mengkarantina para sopir adalah langkah yang tepat dilakukan pemerintah daerah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus secara transmisi lokal.

“Karena daerah luar Bali seperti daerah Jawa, virus ini menyebar setelah adanya transmisi lokal. Nah ini yang akan kami kendalikan,” ucapnya.  

Untuk dimana mereka di karantina yakni di rumah warga dalam kondisi kosong. Dengan pengawasan nantinya oleh satgas gontong royong penanganan Covid-19 di desa.

“Jadi, desa yang akan bertanggung para sopir yang akan dikarantina. Bahkan bisa saja nanti sopir juga menjalani rapid tes setelah mereka berpergian pada daerah terjangkit virus corona,” ungkapnya.  

Baca Juga:  As Patah, Truk Terguling, Air Radiator Menyembur, Tubuh Sopir Melepuh

Dia menambahkan, sejauh ini wilayah Kecamatan Gerokgak ada sebanyak 80 pekerja migran Indonesia (PMI) yang melakukan karantina.

Dengan karantina tersebar di hotel, villa, rumah penduduk dan sekolah. Pengawasan karantina dilakukan oleh satgas gontong royong penanganan Covid-19 di desa.

Saat ini kondisi Kecamatan Gerokgak belum ada warganya yang terinfeksi positif virus corona atau tertular.

“Kami berharap mudah-mudah wilayah Gerokgak terus steril (bersih) dari penyebaran virus corona,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/