alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Yeh Leluhu “Anti Corona” Buatan Warga Gianyar yang Lagi Naik Daun

GIANYAR-Sejak pagebluk Corona, Warung Kak Cahaya milik I Made Sukarma alias Jon Polo, 66, di sebelah barat Pura Puseh Beng, Kelurahan Beng, Gianyar ramai pembeli.

 

Usut punya usut, ternyata banyak warga yang datang ke warung Kak Cahaya ini, untuk membeli ramuan leluhur atau yeh leluhu (air leluhur).

 

Penasaran, Jawa Pos Radar Bali Kamis (23/4) mendatangi warung yang saat ini sedang naik daun alias tenar di wilayah Gianyar itu.

 

Saat ditemui, Jon Polo sendiri mengaku tidak punya latar belakang ahli kesehatan.

 

Dulunya, ia mengaku sebagai tukang dekorasi rumah. Dulu dia membuat ukiran relief ke rumah-rumah.

 

Sedangkan soal minuman anti Corona itu dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya.

 

Jon mengenang, jika setahun lalu dia mendadak sakit struk. Seluruh badannya pernah sulit digerakkan.

 

“Saya dapat dirawat di rumah sakit, sempat mendingan, tapi disuruh rawat jalan. Dari sana saya ada keinginan buat ramuan sendiri, untuk minum sendiri,” ujar pria berkepala plontos itu.

 

Awalnya dia mencoba membuat minuman jahe dicampur sere. Jon yang saat itu sempat mengeluhkan sesak di dada merasa membaik.

Baca Juga:  KLIR! Kabagops Kompol Wiranatha: Yang Kami Larang Pergerakan Massa

 

Selanjutnya dia kembali menambahkan ramuan tersebut. Mulai dari menyempurnakan rasa, khasiat, dan menggunakan bahan-bahan yang alami dan mudah ditemukan.

 

“Sejak itu saya coba lagi dengan mencampur jahe, sere, isen, kayu manis, pandan harum, daun juwet, dauh sirih, jeruk nipis dan gula pasir,” paparnya.

Jon Polo kembali merasakan ada bahan yang kurang dimasukan dalam racikannya. 

 

Agar khasiat dan rasanya menjadi sempurna, dia mencapur dengan gula Bali dan akar ilalang.

 

“Mulai dari sana, saya kemudian rutin minum ramuan itu, sehingga khasiatnya bisa saya rasakan. Sesak hilang, kerongkongan serak juga bisa hilang,” akunya.

 

Dengan bahan yang mudah dicari, Jon awalnya meminum untuk diri sendiri. Rutin diminum tiap hari. Dan dia kini tampak bugar. Setelah sembuh, dia tak kembali jadi tukang dekorasi.

 

Dia pun memilih menjajakan minuman racikannya itu kepada masyarakat. Namun dia membuka warung di rumah saja. “Sejak wabah korona ini, lumayan banyak pembeli yang datang. Setiap hari kadang 50 sampai 70 gelas terjual. Kalau dulu belasan orang,” ujarnya membandingkan.

 

Bahkan untuk harga, Jon hanya menjual Rp 5000 per gelas, dan pelanggan bisa memilih.

Baca Juga:  Optimalkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Kuatkan Sinergi dengan FKTP

 

Ingin langsung diminum di warung atau bisa juga dibungkus.

 

Ramuan itu sampai rumah tinggal direbus selama 15 menit. Apabila lebih dari 15 menit, dia mengaku akan menghilangkan khasiat. “Agar berkhasiat lebih bagus, sebaiknya diminum dua kali sehari, pagi dan sore,” jelasnya.

 

Dari beberapa literasi yang diketahuinya, bahan ramuannya itu bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

 

“Jadi sejak ada pandemi korona ini banyak yang membelinya ke sini,” terangnya.

 

Tidak saja kalangan umum, para petugas medis juga biasa datang ke warungnya. Bahkan, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar juga sering minum langsung di warungnya.

 

Yang membuat spesial, Jon Polo meracik sendiri minumannya. Jahe digeprek, sere dicindang dan bahan lainnya dicampur ke dalam gelas. Kemudian bahan itu diseduh dengan air mendidih.

“Ramuan saya beri nama Yeh Leluhu. Yeh berarti air dan leluhu saya ibaratkan leluhur.

Jadi ini ramuan air yang datangnya dari leluhur, sebab apapun yang kami buat tidak lepas dari peran leluhur kita, termasuk penemuan ramuan ini,” pungkasnya.(ida bagus indra prasetya)



GIANYAR-Sejak pagebluk Corona, Warung Kak Cahaya milik I Made Sukarma alias Jon Polo, 66, di sebelah barat Pura Puseh Beng, Kelurahan Beng, Gianyar ramai pembeli.

 

Usut punya usut, ternyata banyak warga yang datang ke warung Kak Cahaya ini, untuk membeli ramuan leluhur atau yeh leluhu (air leluhur).

 

Penasaran, Jawa Pos Radar Bali Kamis (23/4) mendatangi warung yang saat ini sedang naik daun alias tenar di wilayah Gianyar itu.

 

Saat ditemui, Jon Polo sendiri mengaku tidak punya latar belakang ahli kesehatan.

 

Dulunya, ia mengaku sebagai tukang dekorasi rumah. Dulu dia membuat ukiran relief ke rumah-rumah.

 

Sedangkan soal minuman anti Corona itu dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya.

 

Jon mengenang, jika setahun lalu dia mendadak sakit struk. Seluruh badannya pernah sulit digerakkan.

 

“Saya dapat dirawat di rumah sakit, sempat mendingan, tapi disuruh rawat jalan. Dari sana saya ada keinginan buat ramuan sendiri, untuk minum sendiri,” ujar pria berkepala plontos itu.

 

Awalnya dia mencoba membuat minuman jahe dicampur sere. Jon yang saat itu sempat mengeluhkan sesak di dada merasa membaik.

Baca Juga:  Kontak dengan Istri eks Pejabat Terpapar Covid-19, 23 Guru Rapid Test

 

Selanjutnya dia kembali menambahkan ramuan tersebut. Mulai dari menyempurnakan rasa, khasiat, dan menggunakan bahan-bahan yang alami dan mudah ditemukan.

 

“Sejak itu saya coba lagi dengan mencampur jahe, sere, isen, kayu manis, pandan harum, daun juwet, dauh sirih, jeruk nipis dan gula pasir,” paparnya.

Jon Polo kembali merasakan ada bahan yang kurang dimasukan dalam racikannya. 

 

Agar khasiat dan rasanya menjadi sempurna, dia mencapur dengan gula Bali dan akar ilalang.

 

“Mulai dari sana, saya kemudian rutin minum ramuan itu, sehingga khasiatnya bisa saya rasakan. Sesak hilang, kerongkongan serak juga bisa hilang,” akunya.

 

Dengan bahan yang mudah dicari, Jon awalnya meminum untuk diri sendiri. Rutin diminum tiap hari. Dan dia kini tampak bugar. Setelah sembuh, dia tak kembali jadi tukang dekorasi.

 

Dia pun memilih menjajakan minuman racikannya itu kepada masyarakat. Namun dia membuka warung di rumah saja. “Sejak wabah korona ini, lumayan banyak pembeli yang datang. Setiap hari kadang 50 sampai 70 gelas terjual. Kalau dulu belasan orang,” ujarnya membandingkan.

 

Bahkan untuk harga, Jon hanya menjual Rp 5000 per gelas, dan pelanggan bisa memilih.

Baca Juga:  Mulai Hari Ini Pura Besakih Ditutup, Sebagian Petugas Dirumahkan

 

Ingin langsung diminum di warung atau bisa juga dibungkus.

 

Ramuan itu sampai rumah tinggal direbus selama 15 menit. Apabila lebih dari 15 menit, dia mengaku akan menghilangkan khasiat. “Agar berkhasiat lebih bagus, sebaiknya diminum dua kali sehari, pagi dan sore,” jelasnya.

 

Dari beberapa literasi yang diketahuinya, bahan ramuannya itu bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

 

“Jadi sejak ada pandemi korona ini banyak yang membelinya ke sini,” terangnya.

 

Tidak saja kalangan umum, para petugas medis juga biasa datang ke warungnya. Bahkan, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar juga sering minum langsung di warungnya.

 

Yang membuat spesial, Jon Polo meracik sendiri minumannya. Jahe digeprek, sere dicindang dan bahan lainnya dicampur ke dalam gelas. Kemudian bahan itu diseduh dengan air mendidih.

“Ramuan saya beri nama Yeh Leluhu. Yeh berarti air dan leluhu saya ibaratkan leluhur.

Jadi ini ramuan air yang datangnya dari leluhur, sebab apapun yang kami buat tidak lepas dari peran leluhur kita, termasuk penemuan ramuan ini,” pungkasnya.(ida bagus indra prasetya)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/