alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Dibangun Sejak 2012, Peken Ijogading Jembrana Masih Sepi

NEGARA – Pasar Ijogading yang sudah dibangun sejak 2012, hingga saat ini masih belum digunakan secara optimal. Dari puluhan kios dan los yang ada, hanya sebagian kecil yang digunakan, yakni di lantai bawah.

Sedangkan lantai dua hampir semua kios dan los tidak digunakan. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal dibangun hingga saat ini. Hingga pergantian bupati dan wakil bupati, Peken Ijogading masih belum ada solusi.

 

Informasi yang dihimpun, kios di Peken Ijogading sejatinya sudah ada pemiliknya, namun kios tidak pernah dibuka. Karena itu, saat Bupati Jembrana I Putu Artha menjabat memerintahkan kepala dinas waktu itu untuk menindak tegas dengan mengambil kunci kios dari para pedagang dan kios diberikan pada pedagang lain yang memang serius berdagang.

Baca Juga:  Ganggu Wisatawan, Damkar Nusa Semprot Pelabuhan Banjar Nyuh Pagi Buta

 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan I Komang Agus Adinata mengakui bahwa peken Ijogading masih belum optimal. Dari jumlah pedagang masih minim menggunakan untuk berdagang, sehingga kunjungan ke pasar juga sedikit dibandingkan ke Pasar Umum Negara.

 

Menurutnya, sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan Peken Ijogading. Bahkan saat ini sudah banyak usulan untuk meramaikan Peken Ijogading, namun semua opsi yang masuk masih ditampung. Opsi terbaik akan dieksekusi.

 

“Opsi yang terbaik nanti akan digunakan,” ujarnya.

NEGARA – Pasar Ijogading yang sudah dibangun sejak 2012, hingga saat ini masih belum digunakan secara optimal. Dari puluhan kios dan los yang ada, hanya sebagian kecil yang digunakan, yakni di lantai bawah.

Sedangkan lantai dua hampir semua kios dan los tidak digunakan. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal dibangun hingga saat ini. Hingga pergantian bupati dan wakil bupati, Peken Ijogading masih belum ada solusi.

 

Informasi yang dihimpun, kios di Peken Ijogading sejatinya sudah ada pemiliknya, namun kios tidak pernah dibuka. Karena itu, saat Bupati Jembrana I Putu Artha menjabat memerintahkan kepala dinas waktu itu untuk menindak tegas dengan mengambil kunci kios dari para pedagang dan kios diberikan pada pedagang lain yang memang serius berdagang.

Baca Juga:  Bangun Tembok di Badan Sungai Yeh Ho, Pabrik Aspal Diprotes Warga

 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan I Komang Agus Adinata mengakui bahwa peken Ijogading masih belum optimal. Dari jumlah pedagang masih minim menggunakan untuk berdagang, sehingga kunjungan ke pasar juga sedikit dibandingkan ke Pasar Umum Negara.

 

Menurutnya, sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan Peken Ijogading. Bahkan saat ini sudah banyak usulan untuk meramaikan Peken Ijogading, namun semua opsi yang masuk masih ditampung. Opsi terbaik akan dieksekusi.

 

“Opsi yang terbaik nanti akan digunakan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/