alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Parah! Pasar Murah Tabanan Picu Kerumunan, Satgas Covid-19 Bungkam

TABANAN – Pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Tabanan bekerja sama dengan Bank BPD Bali Cabang Tabanan yang digelar di Gedung I Ketut Maria, Kamis (22/4) malah memicu kerumunan warga.

 

Pasar murah itu dibuka langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Juga dihadiri Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, para OPD, Bank BPBD Bali serta hadir perwakilan dari Bank Indonesia (BI).

 

Pemkab Tabanan yang menggelar pasar murah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok serangkaian Hari Raya Kuningan yang akan berlangsung Sabtu depan.

 

Pantauan radarbali.id, di lokasi pasar tampak terlihat warga tumpah ruah berkerumun, tidak ada sekat antar warga. Bahkan tidak ada yang menjaga jarak aman. Warga terlihat berdesak-desakan. Meski terlihat mereka menggunakan masker.

- Advertisement -

 

Di sisi lain, di lokasi pasar murah yang mulai digelar pukul 07.30 pagi itu, sebetulnya ada dari petugas Yustisi. Seperti Satpol PP, aparat kepolisian dan anggota TNI, namun tidak ada yang memberikan imbauan atau menegur Bupati,  pimpinan OPD dan pimpinan bank hingga warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga:  Termakan Isu Negatif, Volume Penarikan Uang di Koperasi Meningkat

 

Mereka dibiarkan berkerumun begitu saja. Padahal perlu Tabanan sudah sudah lama berada di zona merah Covid-19 dan baru di April angka Covid-19 turun dan Tabanan masuk zona oranye dengan risiko sedang.

 

Sementara itu Sekretaris Harian Satgas Covid-19 yang juga selaku Sekda Tabanan I Gede Susila saat ditemui di lokasi tak mampu berbuat banyak. Dia memilih diam tak mau berkomentar.

 

“Sudah sama ketua Satgas (Bupati Tabanan),” kata Susila dengan raut wajah kesal adanya kerumunan.

 

Kembali ditanya apakah tidak takut dan khawatir dengan kegiatan pasar murah potensi Tabanan kembali zona merah. Karena di kabupaten lainnya meski menggelar pasar murah namun sifatnya terbatas. Susila juga tak mau komentar apapun. Pilih diam saja.

Baca Juga:  Ingin Pulang, Penerbangan Internasional Tutup, Bule Rogoh Kocek Doble

 

 

Sementara itu berdasarkan data Satgas Covid-19 Tabanan Tabanan masuk zona merah penularan Covid-19 ketika ratusan siswa taruna sekolah perhubungan (Poltrada Bali) tertular Covid-19 sejak bulan November 2021 lalu. Dan kemudian baru di bulan April ini Tabanan masuk zona orange Covid-19.

 

Sedangkan data dari Satgas Covid-19 per hari ini kasus Covid-19 di Tabanan secara akumulasi warga Tabanan terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 4.451 orang, pasien dalam masa perawatan sebanyak 110 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 4.183 dan pasien meninggal sebanyak 158 orang.

 

- Advertisement -

TABANAN – Pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Tabanan bekerja sama dengan Bank BPD Bali Cabang Tabanan yang digelar di Gedung I Ketut Maria, Kamis (22/4) malah memicu kerumunan warga.

 

Pasar murah itu dibuka langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Juga dihadiri Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, para OPD, Bank BPBD Bali serta hadir perwakilan dari Bank Indonesia (BI).

 

Pemkab Tabanan yang menggelar pasar murah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok serangkaian Hari Raya Kuningan yang akan berlangsung Sabtu depan.

 

Pantauan radarbali.id, di lokasi pasar tampak terlihat warga tumpah ruah berkerumun, tidak ada sekat antar warga. Bahkan tidak ada yang menjaga jarak aman. Warga terlihat berdesak-desakan. Meski terlihat mereka menggunakan masker.

 

Di sisi lain, di lokasi pasar murah yang mulai digelar pukul 07.30 pagi itu, sebetulnya ada dari petugas Yustisi. Seperti Satpol PP, aparat kepolisian dan anggota TNI, namun tidak ada yang memberikan imbauan atau menegur Bupati,  pimpinan OPD dan pimpinan bank hingga warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga:  PMI asal Buleleng Positif Corona Sepulang dari Inggris

 

Mereka dibiarkan berkerumun begitu saja. Padahal perlu Tabanan sudah sudah lama berada di zona merah Covid-19 dan baru di April angka Covid-19 turun dan Tabanan masuk zona oranye dengan risiko sedang.

 

Sementara itu Sekretaris Harian Satgas Covid-19 yang juga selaku Sekda Tabanan I Gede Susila saat ditemui di lokasi tak mampu berbuat banyak. Dia memilih diam tak mau berkomentar.

 

“Sudah sama ketua Satgas (Bupati Tabanan),” kata Susila dengan raut wajah kesal adanya kerumunan.

 

Kembali ditanya apakah tidak takut dan khawatir dengan kegiatan pasar murah potensi Tabanan kembali zona merah. Karena di kabupaten lainnya meski menggelar pasar murah namun sifatnya terbatas. Susila juga tak mau komentar apapun. Pilih diam saja.

Baca Juga:  Pakai Hak Politik Tolak Sipeng, AWK: Bisa Digugat karena Langgar UU!

 

 

Sementara itu berdasarkan data Satgas Covid-19 Tabanan Tabanan masuk zona merah penularan Covid-19 ketika ratusan siswa taruna sekolah perhubungan (Poltrada Bali) tertular Covid-19 sejak bulan November 2021 lalu. Dan kemudian baru di bulan April ini Tabanan masuk zona orange Covid-19.

 

Sedangkan data dari Satgas Covid-19 per hari ini kasus Covid-19 di Tabanan secara akumulasi warga Tabanan terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 4.451 orang, pasien dalam masa perawatan sebanyak 110 orang, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 4.183 dan pasien meninggal sebanyak 158 orang.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/