alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Parah! Insentif Nakes di Tabanan Sudah Tiga Bulan Tidak Dicairkan

TABANAN – Penanganan Covid-19 tak kunjung beres. Kini masalah pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja menangani pasien Covid-19 juga belum dicairkan.

 

Para nakes Tabanan yang bekerja sudah sekuat tenaga merawat pasien Covid-19, justru sudah tiga bulan uang insentif mereka belum dibayarkan oleh Pemkab Tabanan.

 

Di Tabanan sendiri dari informasi para tenaga kesehatan yang ada sejak bulan April sampai dengan Juni 2021 insentif mereka belum dicairkan.

 

Belum cairnya insentif nakes dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika.

 

Dia menyebut untuk insentif nakes sebenarnya sudah dilakukan pengajuan agar segera dapat dicairkan. Proses sejauh ini sedang berada di Badan Keuangan Daerah (Bakueda ) Tabanan.

 

“Pengajuan insentif sudah saya susun SPJ dan nanti sudah diverifikasi oleh tim verifikator, setelah itu baru bisa terbayarkan,” ungkapnya.

 

Besaran Insentif nakes berbeda-beda tergantung dari jumlah pasien yang dirawat. Kisaran bervariasi mulai dari Rp 15 juta untuk tenaga dokter spesialis, Rp 10 juta untuk dokter umum dan dokter selevel lainnya serta Rp 7,5 juta bagi perawat dan bidan.

Baca Juga:  DUH! Mendadak Pingsan Dikira Tewas, Diteriaki Covid, Warga Ketakutan

 

“Kami minta para nakes bersabar mudah-mudahan dalam minggu depan sudah bisa dibayarkan. Baik untuk Nakes di RS Nyitdah, BRSU Tabanan, 20 puskesmas serta nakes yang di rumah sakit lainnya,” imbuhnya.

 

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Bakueda Tabanan A.A Gede Dalem Trisna Ngurah mengatakan pada tahun 2021 untuk insentif nakes triwulan pertama sudah dilakukan. Itu dari bulan Januari sampai dengan Maret. Dengan besaran yang dicairkan sebenar Rp 9,1 miliar.

 

Pihaknya sampai saat ini masih mengupayakan proses pencairan insentif pada trwulan berikutnya. Yakni April sapai Juni. Karena itu merupakan kewajiban.

 

Namun, dia menegaskan, proses pencairan tersebut harus tetap disesuaikan dengan kondisi anggaran saat ini.

Baca Juga:  Sipeng Batal, Bupati Gianyar Tetap Bagikan Paket Sembako Bagi Warganya

 

“Nah untuk triwulan kedua insentif nakes dari bulan April sampai Juni sedang berproses pencairannya. Minggu depan kita upayakan cair dengan nilai sekitar Rp 5 miliar lebih,” ungkapnya, ditemui Kamis (22/7).

 

Jumlah pembayaran insentif nakes ini terjadi perbedaaan antara triwulan pertama dan kedua. Ini karena pembayaran insentif tergantung dari jumlah pasien yang dirawat. Kalau pasien yang dirawat dalam jumlah banyak. Otomatis insentif nakes besar. Begitu pula sebaliknya.

Anggarannya bersumber dari Pusat. Dari DAU (Dana Alokasi Umum) sebesar 8 persen untuk pembayaran insentif nakes. Kemudian anggaran DAU juga ada untuk pemulihan ekonomi.

 

“Yang jelas DAU semua daerah mengalami penurunan dan diprioritaskan untuk (penanggulangan) Covid-19. Khusus Tabanan sendiri kami untuk anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp85 miliar,” jelas dia.

TABANAN – Penanganan Covid-19 tak kunjung beres. Kini masalah pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja menangani pasien Covid-19 juga belum dicairkan.

 

Para nakes Tabanan yang bekerja sudah sekuat tenaga merawat pasien Covid-19, justru sudah tiga bulan uang insentif mereka belum dibayarkan oleh Pemkab Tabanan.

 

Di Tabanan sendiri dari informasi para tenaga kesehatan yang ada sejak bulan April sampai dengan Juni 2021 insentif mereka belum dicairkan.

 

Belum cairnya insentif nakes dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika.

 

Dia menyebut untuk insentif nakes sebenarnya sudah dilakukan pengajuan agar segera dapat dicairkan. Proses sejauh ini sedang berada di Badan Keuangan Daerah (Bakueda ) Tabanan.

 

“Pengajuan insentif sudah saya susun SPJ dan nanti sudah diverifikasi oleh tim verifikator, setelah itu baru bisa terbayarkan,” ungkapnya.

 

Besaran Insentif nakes berbeda-beda tergantung dari jumlah pasien yang dirawat. Kisaran bervariasi mulai dari Rp 15 juta untuk tenaga dokter spesialis, Rp 10 juta untuk dokter umum dan dokter selevel lainnya serta Rp 7,5 juta bagi perawat dan bidan.

Baca Juga:  Fix! GTPP Covid-19 Kota Denpasar Hanya Berikan Sanksi Administrasi

 

“Kami minta para nakes bersabar mudah-mudahan dalam minggu depan sudah bisa dibayarkan. Baik untuk Nakes di RS Nyitdah, BRSU Tabanan, 20 puskesmas serta nakes yang di rumah sakit lainnya,” imbuhnya.

 

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Bakueda Tabanan A.A Gede Dalem Trisna Ngurah mengatakan pada tahun 2021 untuk insentif nakes triwulan pertama sudah dilakukan. Itu dari bulan Januari sampai dengan Maret. Dengan besaran yang dicairkan sebenar Rp 9,1 miliar.

 

Pihaknya sampai saat ini masih mengupayakan proses pencairan insentif pada trwulan berikutnya. Yakni April sapai Juni. Karena itu merupakan kewajiban.

 

Namun, dia menegaskan, proses pencairan tersebut harus tetap disesuaikan dengan kondisi anggaran saat ini.

Baca Juga:  Cabut Perpres Miras, Jokowi Dituding Mencla-Mencle dan Takut Ormas

 

“Nah untuk triwulan kedua insentif nakes dari bulan April sampai Juni sedang berproses pencairannya. Minggu depan kita upayakan cair dengan nilai sekitar Rp 5 miliar lebih,” ungkapnya, ditemui Kamis (22/7).

 

Jumlah pembayaran insentif nakes ini terjadi perbedaaan antara triwulan pertama dan kedua. Ini karena pembayaran insentif tergantung dari jumlah pasien yang dirawat. Kalau pasien yang dirawat dalam jumlah banyak. Otomatis insentif nakes besar. Begitu pula sebaliknya.

Anggarannya bersumber dari Pusat. Dari DAU (Dana Alokasi Umum) sebesar 8 persen untuk pembayaran insentif nakes. Kemudian anggaran DAU juga ada untuk pemulihan ekonomi.

 

“Yang jelas DAU semua daerah mengalami penurunan dan diprioritaskan untuk (penanggulangan) Covid-19. Khusus Tabanan sendiri kami untuk anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp85 miliar,” jelas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/