alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Angin Kencang Tumbangkan Beringin, Rumah dan Gudang Hancur

RadarBali.com – Pohon beringin setinggi kurang lebih 30 meter dengan diameter tiga meter di areal pura Dalem Waturenggong di Banjar/Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, tumbang, Selasa (22/8) pukul 07.30.

Dahan beringin dengan daun yang lebat itu menimpa dan menghancurkan sebuah rumah milik I Nyoman Gayer, 52, dan sebuah gudang milik Wayan Suwena, 37. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Gayer yang seorang pembuat sanggah dan pemelihara ayam menuturkan, pagi itu, dia dan keluarganya sudah keluar dari rumah.

Gayer pun kaget ketika balik ke rumahnya melihat kondisi rumah  yang hancur diterjang pohon beringin. “Untung saya dan keluarga tidak ada di pondok, kalau ada apa jadinya?” ujar Gayer, kemarin.

Dia juga heran, kenapa pohon tersebut besar itu bisa tumbang dan menimpa rumahnya. “Padahal tadi tidak ada hujan dan angin, tiba-tiba pohon tumbang,” ujarnya heran.

Gayer mengaku jika dewi fortuna telah berpihak padanya. “Mungkin ini swecan (berkah, red) Sang Hyang Wdi, tumben-tumbennya saya tidak diam di rumah pagi ini,” ujarnya sambil mengelus dada.

Baca Juga:  Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Nakes di Gianyar Alami Pusing-pusing

Pohon tersebut, roboh menimpa dan menghancurkan hampir seluruh bagian rumahnya. Diantaranya mengenai kamar tidur, toilet.

Tidak itu saja, tempat kerjanya, yakni ruangan pembuatan sanggah juga kena timpa. Begitu juga kandang ayam miliknya juga kena reruntuhan pohon. “Kerugian kira-kira sekitar Rp 125 juta,” jelasnya.

Karena rumah Gayer hancur, maka dia dan keluarganya sementara waktu ini pulang ke rumah tua di Desa Taro Kaja.

Gayar untuk sementara waktu tinggal bersama keluarga besarnya. “Sementara balik ke rumah asal di Taro Kaja,” terangnya.

Sedangkan, gudang milik I Wayan Suwena juga ikut tertimpa runtuhan pohon. Namun kerugian yang diderita Suwena tidak terlalu besar.

Di gudang itu, terdapat sebuah truk yang ikut tertimpa. Suwena hanya mengalami kerugian Rp 15 juta.

Kapolsek Tegalalang, AKP Nyoman Kerta Kariana, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Saat kejadian, yang bersangkutan, keduanya beserta seluruh keluarga menginap di rumah pokok sebelah Selatan lokasi kejadian,” ujar AKP Kariana, kemarin.

Baca Juga:  BPBD Kerahkan Alat Berat, Evakuasi Korban Tewas Berlangsung Dramatis

Dikatakan kejadia ini pun sudah dikordinasikan ke Badan Pananggulanan Bencana Daerah Kabupaten Gianyar.

Puluhan petugas juga berupaya melakukan evakuasi material pohon beringin hingga Selasa sore kemarin. “Pohonnya cukup besar sehingga proses evakuasi ini memakan cukup waktu,” terangnya.

Kejadian pohon tumbang itu awalnya didengar oleh I Wayan Wija. Kakek 80 tahun itu awalnya mendengar suara bergemuruh yang diakhiri dengan suara seperti ledakan.

Setelah dicek oleh kakek yang tinggal tak jauh dari beringin itu, ternyata suara berasal dari beringin yang tumbang.

Pasca tumbangnya pohon tersebut, Gayar kemudian melaporkan kejadian itu kepada pengurus desa setempat untuk mohon bantuan.

Dari pengurus desa kemudian melaporkan kejadian itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.00, sebanyak tujuh petugas BPBD terjun ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan pembersihan pohon.

Memohon dahan besar yang menimpa rumah kemudian membersihkan puing-puing pohon dan bangunan.



RadarBali.com – Pohon beringin setinggi kurang lebih 30 meter dengan diameter tiga meter di areal pura Dalem Waturenggong di Banjar/Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, tumbang, Selasa (22/8) pukul 07.30.

Dahan beringin dengan daun yang lebat itu menimpa dan menghancurkan sebuah rumah milik I Nyoman Gayer, 52, dan sebuah gudang milik Wayan Suwena, 37. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Gayer yang seorang pembuat sanggah dan pemelihara ayam menuturkan, pagi itu, dia dan keluarganya sudah keluar dari rumah.

Gayer pun kaget ketika balik ke rumahnya melihat kondisi rumah  yang hancur diterjang pohon beringin. “Untung saya dan keluarga tidak ada di pondok, kalau ada apa jadinya?” ujar Gayer, kemarin.

Dia juga heran, kenapa pohon tersebut besar itu bisa tumbang dan menimpa rumahnya. “Padahal tadi tidak ada hujan dan angin, tiba-tiba pohon tumbang,” ujarnya heran.

Gayer mengaku jika dewi fortuna telah berpihak padanya. “Mungkin ini swecan (berkah, red) Sang Hyang Wdi, tumben-tumbennya saya tidak diam di rumah pagi ini,” ujarnya sambil mengelus dada.

Baca Juga:  Rumah Ambruk Diguyur Hujan dan Angin, Nenek Satipah Tinggal di Tenda

Pohon tersebut, roboh menimpa dan menghancurkan hampir seluruh bagian rumahnya. Diantaranya mengenai kamar tidur, toilet.

Tidak itu saja, tempat kerjanya, yakni ruangan pembuatan sanggah juga kena timpa. Begitu juga kandang ayam miliknya juga kena reruntuhan pohon. “Kerugian kira-kira sekitar Rp 125 juta,” jelasnya.

Karena rumah Gayer hancur, maka dia dan keluarganya sementara waktu ini pulang ke rumah tua di Desa Taro Kaja.

Gayar untuk sementara waktu tinggal bersama keluarga besarnya. “Sementara balik ke rumah asal di Taro Kaja,” terangnya.

Sedangkan, gudang milik I Wayan Suwena juga ikut tertimpa runtuhan pohon. Namun kerugian yang diderita Suwena tidak terlalu besar.

Di gudang itu, terdapat sebuah truk yang ikut tertimpa. Suwena hanya mengalami kerugian Rp 15 juta.

Kapolsek Tegalalang, AKP Nyoman Kerta Kariana, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Saat kejadian, yang bersangkutan, keduanya beserta seluruh keluarga menginap di rumah pokok sebelah Selatan lokasi kejadian,” ujar AKP Kariana, kemarin.

Baca Juga:  Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Nakes di Gianyar Alami Pusing-pusing

Dikatakan kejadia ini pun sudah dikordinasikan ke Badan Pananggulanan Bencana Daerah Kabupaten Gianyar.

Puluhan petugas juga berupaya melakukan evakuasi material pohon beringin hingga Selasa sore kemarin. “Pohonnya cukup besar sehingga proses evakuasi ini memakan cukup waktu,” terangnya.

Kejadian pohon tumbang itu awalnya didengar oleh I Wayan Wija. Kakek 80 tahun itu awalnya mendengar suara bergemuruh yang diakhiri dengan suara seperti ledakan.

Setelah dicek oleh kakek yang tinggal tak jauh dari beringin itu, ternyata suara berasal dari beringin yang tumbang.

Pasca tumbangnya pohon tersebut, Gayar kemudian melaporkan kejadian itu kepada pengurus desa setempat untuk mohon bantuan.

Dari pengurus desa kemudian melaporkan kejadian itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.00, sebanyak tujuh petugas BPBD terjun ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan pembersihan pohon.

Memohon dahan besar yang menimpa rumah kemudian membersihkan puing-puing pohon dan bangunan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/