alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Gelar Aksi Sosial, Sudirta Door to Door Bantu Warga Difabel Klungklung

SEMARAPURA-Aksi sosial anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Dapil Bali I Wayan Sudirta SH terus berlanjut.

 

Usai menyerahkan santunan bagi bidan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Karangasem dan Badung. Sabtu (22/8), Sudirta kembali menggelar aksi serupa dengan memberikan bantuan beras dan uang bagi delapan warga penyandang cacat (difabel) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung.

 

Didampingi Anggota DPRD Klungkung Nengah Aryanta dan beberapa kepala dusun, kedelapan warga penyandang difabel yang diberikan santunan, itu meliputi, Jro Mangku Nyoman Nirta, 70, dengan kondisi lumpuh tidak bisa duduk setelah menderita stroke sejak 7 tahun lalu;

 

Wayan Pradnyana, 58, mengalami stroke dan berdampak lumpuh sejak 10 tahun lalu;.Ni Wayan Sumerti, 27, dengan kondisi cacat sejak lahir;.Nyoman Kuit, 60, penderita sakit polio; Mbok Suti, 80, penderita kelumpuhan sejak berusia 20 tahun;

 

Made Wetri, sejak kalas I SD,mengalami gangguan fisik tidak bisa berdiri tegak, kawin dengan 2 orang anak; Komang Ayu Krisnadewi,12; dan Nengah Ardana ,40, penderita polio.

 

Pemberian bingkisan dilakukan Sudirta secara ‘’door to door’ dengan langsung mendatangi rumah penduduk.

 

Sementara itu, terkait aksi sosial lanjutan, selain karena merupakan tugas partai, ia juga ingin menyaksikan langsung situasi warga yang cacat beserta kehidupan keluarganya.

Baca Juga:  Penglingsir Puri Singaraja Tolak Cabut Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon

 

Kata Sudirta, warga cacat relatif terlayani dengan baik apabila masih ada kerabat seperti keluarga, istri, suami maupun anak yang mampu secara ekonomi. Sebaliknya, kondisi memperihatinkan terjadi bila warga cacat hidup sebatangkara, tidak memiliki kerabat dan tidak memiliki sumber penghasilan yang mencukupi.

 

Saat menggelar aksi sosial, Sudirta banyak memotret kondisi cukup memprihatinkan. Diantaranya kondisi Ni Wayan Sumerti, 27; Komang Ayu Trisnawati, 12; dan Mbok Suti, 80. Ketiganya mengalami kelumpuhan akibat kejang atau step sewaktu remaja, dan harus dilayani untuk kebutuhan makan dan mandinya.

 

Wayan Sumerti misalnya, perempuan 27 tahun itu, kini sudah bisa tidur di ranjang dan mendapat ‘’bedah rumah’’ bantuan Pemkab Klungkung, sekaligus PLN dan PDAM-nya digratiskan Pemkab.

 

Saat ditemui Sudirta, Sumerti mengaku jika selama ini ia hanya mampu berbaring di ranjang, ditinggal ibunya untuk menjadi buruh serabutan, dengan upah Rp 30.000,- per hari. Dan sebelum menerima program bedah rumah, Sumerti dan ibunya tinggal di rumah bedeng yang bocor dan basah bila musim hujan.

 

Selanjutnya, potret yang tak kalah memprihatinkan juga dialami Komang Ayu Trisnadewi, 12. Gadis belia ini harus digendong karena tubuhnya lumpuh total, dan menjadi abnormal sejak mengalami kejang atau step pada usia 5 tahun.

Baca Juga:  Agustus, Penumpang Bandara Ngurah Rai Bali Naik 8 Persen

 

Beban Ayu Trisnadewi makin berat ketika kakak sulung kini harus menganggur karena dirumahkan oleh perusahaan akibat covid. Sisi lain, kakak perempuannya juga baru tamat SMA, dan bergiliran merawat Ayu. Mirisnya lagi, dengan kondisi yang serba susah, ibunya menjadi tulang punggung untuk menghidupi 5 anggota keluarga dengan mengandalkan bekerja sebagai buruh serabutan dengan hasil Rp 30.000,- per hari.

 

‘’Karena kemampuan saya terbatas, dan memperhatikan seluruh Bali, semoga bantuan kecil ini sedikit meringankan. Tapi, jangan berkecil hati, dan terus berjuang untuk mendapat pekerjaan, dan kalau ada peluang pasti saya dan Pak Nengah Aryanta yang Anggota DPRD Klungkung, memperhatikan. Saya bisa sampai kesini karena dibantu informasi Kepala Dusun dan dihubungkan oleh Anggota DPRD Klungkung ini,’’ kata Wayan Sudirta.

 

Seperti diketahui, keaktifan sudirta menggelar aksi social bukan kali ini saja atau saat menjabat sebagai anggota DPR RI Periode 2019-2024. Melainkan, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2004-2014 atau tepatnya sejak 2003 silam, Sudirta bersama relawan KORdEM se-Bali dikenal sangat aktif turun dan membantu masyarakat miskin dan penyandang cacat (penderita kulit bersisik dan lumpuh layu) di Bali.



SEMARAPURA-Aksi sosial anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Dapil Bali I Wayan Sudirta SH terus berlanjut.

 

Usai menyerahkan santunan bagi bidan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Karangasem dan Badung. Sabtu (22/8), Sudirta kembali menggelar aksi serupa dengan memberikan bantuan beras dan uang bagi delapan warga penyandang cacat (difabel) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung.

 

Didampingi Anggota DPRD Klungkung Nengah Aryanta dan beberapa kepala dusun, kedelapan warga penyandang difabel yang diberikan santunan, itu meliputi, Jro Mangku Nyoman Nirta, 70, dengan kondisi lumpuh tidak bisa duduk setelah menderita stroke sejak 7 tahun lalu;

 

Wayan Pradnyana, 58, mengalami stroke dan berdampak lumpuh sejak 10 tahun lalu;.Ni Wayan Sumerti, 27, dengan kondisi cacat sejak lahir;.Nyoman Kuit, 60, penderita sakit polio; Mbok Suti, 80, penderita kelumpuhan sejak berusia 20 tahun;

 

Made Wetri, sejak kalas I SD,mengalami gangguan fisik tidak bisa berdiri tegak, kawin dengan 2 orang anak; Komang Ayu Krisnadewi,12; dan Nengah Ardana ,40, penderita polio.

 

Pemberian bingkisan dilakukan Sudirta secara ‘’door to door’ dengan langsung mendatangi rumah penduduk.

 

Sementara itu, terkait aksi sosial lanjutan, selain karena merupakan tugas partai, ia juga ingin menyaksikan langsung situasi warga yang cacat beserta kehidupan keluarganya.

Baca Juga:  Virolog Unud Minta Waspadai Gelombang Ketiga dan Varian Delta Plus

 

Kata Sudirta, warga cacat relatif terlayani dengan baik apabila masih ada kerabat seperti keluarga, istri, suami maupun anak yang mampu secara ekonomi. Sebaliknya, kondisi memperihatinkan terjadi bila warga cacat hidup sebatangkara, tidak memiliki kerabat dan tidak memiliki sumber penghasilan yang mencukupi.

 

Saat menggelar aksi sosial, Sudirta banyak memotret kondisi cukup memprihatinkan. Diantaranya kondisi Ni Wayan Sumerti, 27; Komang Ayu Trisnawati, 12; dan Mbok Suti, 80. Ketiganya mengalami kelumpuhan akibat kejang atau step sewaktu remaja, dan harus dilayani untuk kebutuhan makan dan mandinya.

 

Wayan Sumerti misalnya, perempuan 27 tahun itu, kini sudah bisa tidur di ranjang dan mendapat ‘’bedah rumah’’ bantuan Pemkab Klungkung, sekaligus PLN dan PDAM-nya digratiskan Pemkab.

 

Saat ditemui Sudirta, Sumerti mengaku jika selama ini ia hanya mampu berbaring di ranjang, ditinggal ibunya untuk menjadi buruh serabutan, dengan upah Rp 30.000,- per hari. Dan sebelum menerima program bedah rumah, Sumerti dan ibunya tinggal di rumah bedeng yang bocor dan basah bila musim hujan.

 

Selanjutnya, potret yang tak kalah memprihatinkan juga dialami Komang Ayu Trisnadewi, 12. Gadis belia ini harus digendong karena tubuhnya lumpuh total, dan menjadi abnormal sejak mengalami kejang atau step pada usia 5 tahun.

Baca Juga:  Belanja Tak Terduga di Klungkung Untuk Covid Tersedot Rp 4,38 Miliar

 

Beban Ayu Trisnadewi makin berat ketika kakak sulung kini harus menganggur karena dirumahkan oleh perusahaan akibat covid. Sisi lain, kakak perempuannya juga baru tamat SMA, dan bergiliran merawat Ayu. Mirisnya lagi, dengan kondisi yang serba susah, ibunya menjadi tulang punggung untuk menghidupi 5 anggota keluarga dengan mengandalkan bekerja sebagai buruh serabutan dengan hasil Rp 30.000,- per hari.

 

‘’Karena kemampuan saya terbatas, dan memperhatikan seluruh Bali, semoga bantuan kecil ini sedikit meringankan. Tapi, jangan berkecil hati, dan terus berjuang untuk mendapat pekerjaan, dan kalau ada peluang pasti saya dan Pak Nengah Aryanta yang Anggota DPRD Klungkung, memperhatikan. Saya bisa sampai kesini karena dibantu informasi Kepala Dusun dan dihubungkan oleh Anggota DPRD Klungkung ini,’’ kata Wayan Sudirta.

 

Seperti diketahui, keaktifan sudirta menggelar aksi social bukan kali ini saja atau saat menjabat sebagai anggota DPR RI Periode 2019-2024. Melainkan, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2004-2014 atau tepatnya sejak 2003 silam, Sudirta bersama relawan KORdEM se-Bali dikenal sangat aktif turun dan membantu masyarakat miskin dan penyandang cacat (penderita kulit bersisik dan lumpuh layu) di Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/