alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Publik Bingung, Capaian Vaksinasi Satgas Bali dan Nasional Beda Data

DENPASAR-Lagi-lagi publik dibuat bingung.

Usai heboh data perkembangan kasus Covid-19 harian yang tak sesuai data riil di lapangan di Kabupaten Klungkung, kasus beda data juga kembali terjadi di Provinsi Bali.

Kali ini, beda data terjadi pada capaian vaksinasi di Provinsi Bali yang dirilis Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dengan data yang disajikan atau dirilis Satgas Penanganan Covid-19 nasional melalui website Kementerian Kesehatan melalui vaksin.kemkes.go.id

Bahkan yang makin mengejutkan dan membingungkan, perbedaan data capaian vaksinasi sangat signifikan.

Sesuai data, realiasasi atau pencapaian vaksinasi yang diterima dapur redaksi radarbali.id, dari total pencapaian vaksinasi di Provinsi Bali sebanyak 2.996.060 penduduk pada 22 Agustus 2021 (versi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali). Realiasasi pencapaian vaksin tahap I mencapai 3.130.615 orang (104.49%) dan realiasi vaksin tahap II mencapai 1.606.322 orang (53.61%).

Baca Juga:  Nenek yang Mengamuk Diduga Depresi karena Lingkungan Tak Nyaman

Namun data ini berbeda dengan data yang disajikan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional pada hari maupun tanggal yang sama.

Versi data Kemenkes RI per 22 Agustus 2021, dengan sasaran atau target vaksinasi 3.405.130 penduduk, realiasi pencapaian vaksinasi dosis 1 mencapai 3.131.219 orang (91.96%), sedangkan vaksin kedua sebanyak 1.606.569 (47.18%)

Bila mengacu dua data yang disajikan Satgas (Satgas Penanganan Covid-19 Nasional dan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali), maka tak heran jika publik atau masyarakat dibuat bingung untuk mencari rujukan data yang paling valid dari pemerintah.

Pasalnya, bingung karena target capaian/realiasi jumlah penduduk yang ditetapkan Satgas nasional dengan satgas provinsi Bali beda jumlah dan persentase.

Baca Juga:  Terima 26.170 Vial AZ, Vaksinasi Tahap II di Bali Capai 36.26 Persen

Kemudian perbedaan jumlah dan prosentase realiasi juga terjadi pada data realiasi vaksin tahap I dan tahap II.

Pada realiasi vaksinasi tahap 1, jumlah penduduk/orang yang divaksinasi versi Satgas nasional lebih banyak bila dibandingkan dengan capaian vaksinasi tahap 1 versi Satgas Provinsi Bali, yakni terjadi selisih 219 orang.

Meski lebih banyak, namun persentase realisasi satgas nasional lebih kecil dibandingkan satgas Provinsi Bali.

Demikian juga dengan capaian vaksinasi tahap II, versi satgas nasional, tercatat ada sebanyak 1.606.569. Sedangkan dari versi Satgas provinsi Bali sebanyak 1.606.322 orang atau terjadi selisih 322 orang.

Meski capaian vaksinasi versi Satgas Provinsi Bali lebih sedikit, namun persentase capaian lebih tinggi dibanding satgas penanganan Covid-19 nasional.


DENPASAR-Lagi-lagi publik dibuat bingung.

Usai heboh data perkembangan kasus Covid-19 harian yang tak sesuai data riil di lapangan di Kabupaten Klungkung, kasus beda data juga kembali terjadi di Provinsi Bali.

Kali ini, beda data terjadi pada capaian vaksinasi di Provinsi Bali yang dirilis Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dengan data yang disajikan atau dirilis Satgas Penanganan Covid-19 nasional melalui website Kementerian Kesehatan melalui vaksin.kemkes.go.id

Bahkan yang makin mengejutkan dan membingungkan, perbedaan data capaian vaksinasi sangat signifikan.

Sesuai data, realiasasi atau pencapaian vaksinasi yang diterima dapur redaksi radarbali.id, dari total pencapaian vaksinasi di Provinsi Bali sebanyak 2.996.060 penduduk pada 22 Agustus 2021 (versi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali). Realiasasi pencapaian vaksin tahap I mencapai 3.130.615 orang (104.49%) dan realiasi vaksin tahap II mencapai 1.606.322 orang (53.61%).

Baca Juga:  TBC Masih Jadi Ancaman di Bali, Ini Prioritas Diskes

Namun data ini berbeda dengan data yang disajikan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional pada hari maupun tanggal yang sama.

Versi data Kemenkes RI per 22 Agustus 2021, dengan sasaran atau target vaksinasi 3.405.130 penduduk, realiasi pencapaian vaksinasi dosis 1 mencapai 3.131.219 orang (91.96%), sedangkan vaksin kedua sebanyak 1.606.569 (47.18%)

Bila mengacu dua data yang disajikan Satgas (Satgas Penanganan Covid-19 Nasional dan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali), maka tak heran jika publik atau masyarakat dibuat bingung untuk mencari rujukan data yang paling valid dari pemerintah.

Pasalnya, bingung karena target capaian/realiasi jumlah penduduk yang ditetapkan Satgas nasional dengan satgas provinsi Bali beda jumlah dan persentase.

Baca Juga:  Lagi, Data Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Klungkung Tak Sinkron

Kemudian perbedaan jumlah dan prosentase realiasi juga terjadi pada data realiasi vaksin tahap I dan tahap II.

Pada realiasi vaksinasi tahap 1, jumlah penduduk/orang yang divaksinasi versi Satgas nasional lebih banyak bila dibandingkan dengan capaian vaksinasi tahap 1 versi Satgas Provinsi Bali, yakni terjadi selisih 219 orang.

Meski lebih banyak, namun persentase realisasi satgas nasional lebih kecil dibandingkan satgas Provinsi Bali.

Demikian juga dengan capaian vaksinasi tahap II, versi satgas nasional, tercatat ada sebanyak 1.606.569. Sedangkan dari versi Satgas provinsi Bali sebanyak 1.606.322 orang atau terjadi selisih 322 orang.

Meski capaian vaksinasi versi Satgas Provinsi Bali lebih sedikit, namun persentase capaian lebih tinggi dibanding satgas penanganan Covid-19 nasional.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/