alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Terungkap! Klinik Rapid Test Antigen di Gilimanuk Bikin Kartel Harga

NEGARA – Keberadaan klinik rapid test antigen di sekitar Pelabuhan Gilimanuk ternyata membuat kartel harga. Mereka membuat kesepakatan harga terendah, bukan harga tertinggi. Artinya boleh lebih mahal dari harga yang dipatok, tapi tidak boleh lebih murah.

 

Hal itu diungkapkan salah satu karyawan klinik rapid test antigen di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (22/8) kepada radarbali.id.

 

Sumber karyawan klinik rapid test antigen ini menyebutkan, semua tepat rapid test di Gilimanuk menawarkan harga yang sama. Yakni sebesar Rp 160 ribu.

“Sekarang sudah sama semua harganya,” kata salah satu karyawan klinik di Pelabuhan Gilimanuk.

Dijelaskan, sebelumnya sempat ada salah satu klinik yang menawarkan harga lebih rendah. Yakni Rp 150 ribu. Namun, hal ini menimbulkan protes dari klinik lain. Semua klinik harus mematok harga yang sama, seperti sebuah kartel harga.

- Advertisement -

 

Setelah diprotes klinik lain, klinik rapid test antigen yang memasang harga Rp150 ribu pun kembali menaikkan harga. Yakni menaikkan harga menjadi  Rp 160 ribu, agar sama dengan klinik lain.

 

Padahal, harga rapid test di sekitar Gilimanuk ini sebetulnya menjadi sorotan. Apalagi biayanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan rapid test antigen di Banyuwangi yang hanya Rp 80 ribu.

 

Perbedaan harga ini, sering dikeluhkan oleh pengguna jasa rapid test antigen yang akan masuk Bali. Karena saat keluar dari Bali harga rapid test dua kali lipat dibandingkan saat akan masuk Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Baca Juga:  Waspada! Embusan Abu Vulkanik Menyebar ke Sejumlah Titik

 

Saat ini, di sekitar Pelabuhan Gilimanuk sudah bermunculan klinik rapid test antigen. Sedikitnya ada sembilan klinik rapid test antigen yang beroperasi untuk menawarkan jasa kepada para pelaku perjalanan yang akan keluar Bali.

 

Padahal sebelumnya, Kamis (19/8) lalu, Dinas Kesehatan menyebut ada tujuh klinik di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. Dalam seminggu terakhir, tambah dua klinik baru yang membuka jasa rapid test di luar Pelabuhan Gilimanuk.

 

Pantauan di sekitar Gilimanuk, Klinik tempat rapid test berada di pinggir jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai dari Gelung Kori hingga pertokoan dan terminal manuver. Di dalam areal pelabuhan ada dua klinik yang beroperasi. Sehingga terhitung ada sembilan klinik rapid test yang beroperasi.

 

Dalam menawarkan jasa rapid test sejumlah klinik mempekerjakan warga sekitar. Mereka seperti calo yang mencegat pengendara yang menuju ke Pelabuhan Gilimanuk mengarahkan agar menjalani rapid test tertentu. Semua bersaing menawarkan jasa rapid test pada pengguna jalan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi mengatakan, klinik untuk rapid test di sekitar Pelabuhan Gilimanuk yang sudah mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sebanyak tujuh klinik.

Baca Juga:  4 KRI Dekati Perairan Bali Utara, Nelayan Masih Melaut di Laut Bali

 

Sedangkan dua klinik yang barada di dalam areal Pelabuhan merupakan otoritas dari ASDP yang memiliki izin langsung dari Kementerian Kesehatan.

 

“Klinik yang beroperasi di luar pelabuhan hanya tujuh klinik yang sudah berizin dan mengantongi rekomendasi dari Satgas Kabupaten,” ujarnya.

Klinik tempat rapid test di sekitar Pelabuhan Gilimanuk sebelumnya mendapat peringatan dari Dinas Kesehatan Jembrana. Pasalnya, tenaga kesehatan yang mengambil sampel swab atau swaber  tidak memiliki surat izin praktik (SIP) dan sertifikasi kompetensi sebagai tenaga swab.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, Kamis (19/8) lalu mengatakan, ada tujuh tempat rapid test yang berada di Pelabuhan Gilimanuk secara administrasi sudah mengantongi rekomendasi dari Satgas Penanganan Covif-19 Jembrana.

 

Sehingga pelaksanaan selalu dipantau untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan.

 

Parwata menyebut tujuh klinik rapid test di sekitar Pelabuhan Gilimanuk tersebut sudah mendapat peringatan karena tenaga swaber tidak memiliki SIP dan sertifikat swab.

 

Namun penanggung jawab klinik berdalih bahwa tenaga kesehatan yang mengambil swab masih baru, sehingga belum memiliki SIP. Padahal pada saat mengajukan rekomendasi, mencantumkan tenaga kesehatan yang bersertifikat dan memiliki SIP.

- Advertisement -

NEGARA – Keberadaan klinik rapid test antigen di sekitar Pelabuhan Gilimanuk ternyata membuat kartel harga. Mereka membuat kesepakatan harga terendah, bukan harga tertinggi. Artinya boleh lebih mahal dari harga yang dipatok, tapi tidak boleh lebih murah.

 

Hal itu diungkapkan salah satu karyawan klinik rapid test antigen di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (22/8) kepada radarbali.id.

 

Sumber karyawan klinik rapid test antigen ini menyebutkan, semua tepat rapid test di Gilimanuk menawarkan harga yang sama. Yakni sebesar Rp 160 ribu.

“Sekarang sudah sama semua harganya,” kata salah satu karyawan klinik di Pelabuhan Gilimanuk.

Dijelaskan, sebelumnya sempat ada salah satu klinik yang menawarkan harga lebih rendah. Yakni Rp 150 ribu. Namun, hal ini menimbulkan protes dari klinik lain. Semua klinik harus mematok harga yang sama, seperti sebuah kartel harga.

 

Setelah diprotes klinik lain, klinik rapid test antigen yang memasang harga Rp150 ribu pun kembali menaikkan harga. Yakni menaikkan harga menjadi  Rp 160 ribu, agar sama dengan klinik lain.

 

Padahal, harga rapid test di sekitar Gilimanuk ini sebetulnya menjadi sorotan. Apalagi biayanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan rapid test antigen di Banyuwangi yang hanya Rp 80 ribu.

 

Perbedaan harga ini, sering dikeluhkan oleh pengguna jasa rapid test antigen yang akan masuk Bali. Karena saat keluar dari Bali harga rapid test dua kali lipat dibandingkan saat akan masuk Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Baca Juga:  602 Jalani Rapid Test Antigen, Tiga Awak Angkutan Logistik Positif

 

Saat ini, di sekitar Pelabuhan Gilimanuk sudah bermunculan klinik rapid test antigen. Sedikitnya ada sembilan klinik rapid test antigen yang beroperasi untuk menawarkan jasa kepada para pelaku perjalanan yang akan keluar Bali.

 

Padahal sebelumnya, Kamis (19/8) lalu, Dinas Kesehatan menyebut ada tujuh klinik di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. Dalam seminggu terakhir, tambah dua klinik baru yang membuka jasa rapid test di luar Pelabuhan Gilimanuk.

 

Pantauan di sekitar Gilimanuk, Klinik tempat rapid test berada di pinggir jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai dari Gelung Kori hingga pertokoan dan terminal manuver. Di dalam areal pelabuhan ada dua klinik yang beroperasi. Sehingga terhitung ada sembilan klinik rapid test yang beroperasi.

 

Dalam menawarkan jasa rapid test sejumlah klinik mempekerjakan warga sekitar. Mereka seperti calo yang mencegat pengendara yang menuju ke Pelabuhan Gilimanuk mengarahkan agar menjalani rapid test tertentu. Semua bersaing menawarkan jasa rapid test pada pengguna jalan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi mengatakan, klinik untuk rapid test di sekitar Pelabuhan Gilimanuk yang sudah mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sebanyak tujuh klinik.

Baca Juga:  4 KRI Dekati Perairan Bali Utara, Nelayan Masih Melaut di Laut Bali

 

Sedangkan dua klinik yang barada di dalam areal Pelabuhan merupakan otoritas dari ASDP yang memiliki izin langsung dari Kementerian Kesehatan.

 

“Klinik yang beroperasi di luar pelabuhan hanya tujuh klinik yang sudah berizin dan mengantongi rekomendasi dari Satgas Kabupaten,” ujarnya.

Klinik tempat rapid test di sekitar Pelabuhan Gilimanuk sebelumnya mendapat peringatan dari Dinas Kesehatan Jembrana. Pasalnya, tenaga kesehatan yang mengambil sampel swab atau swaber  tidak memiliki surat izin praktik (SIP) dan sertifikasi kompetensi sebagai tenaga swab.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, Kamis (19/8) lalu mengatakan, ada tujuh tempat rapid test yang berada di Pelabuhan Gilimanuk secara administrasi sudah mengantongi rekomendasi dari Satgas Penanganan Covif-19 Jembrana.

 

Sehingga pelaksanaan selalu dipantau untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan.

 

Parwata menyebut tujuh klinik rapid test di sekitar Pelabuhan Gilimanuk tersebut sudah mendapat peringatan karena tenaga swaber tidak memiliki SIP dan sertifikat swab.

 

Namun penanggung jawab klinik berdalih bahwa tenaga kesehatan yang mengambil swab masih baru, sehingga belum memiliki SIP. Padahal pada saat mengajukan rekomendasi, mencantumkan tenaga kesehatan yang bersertifikat dan memiliki SIP.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/